Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Wanita Ini Jadi Populer karena Bela Hijabers yang Di-bully di Kereta

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 05 Agu 2015 14:22 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Facebook
Jakarta -

Tindakan diskriminasi masih dialami oleh para muslimah yang tinggal di beberapa negara. Hal tidak menyenangkan menimpa salah satu hijabers asal Australia yang berhijab di tempat umum. Seorang penumpang wanita yang merupakan non-muslim tiba-tiba saja melakukan penyerangan secara lisan terhadap hijabers berpakaian serba hitam tersebut.

Wanita tak dikenal itu mendadak marah-marah dan menuduhnya sebagai teroris. Hijabers yang naik kereta bersama pasangannya merasa heran dan bingung akan perkataan wanita tersebut. Mereka hanya diam lalu kemudian ada penumpang lain yang berusaha membelanya.

Penumpang yang membela hijabers tersebut bernama Stacey Eden. Stacey awalnya tidak ingin masuk dalam perseteruan dan hanya merekam aksi pelecehan secara lisan yang dilakukan oleh wanita paruh baya itu. Karena merasa wanita itu sudah keterlalu menghina hijabers di depannya, akhirnya ia memutuskan untuk ikut campur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stacey bercerita, ketika ia duduk di dalam kereta selama kurang lebih 10 menit, ada wanita yang menyerang seorang muslimah di depannya karena mengenakan jilbab. Wanita tersebut mengatakan bahwa muslimah berjilbab hitam itu teroris.

"Dia (wanita penyerang) mengatakan banyak hal yang cukup mengerikan dan menyakitkan sebelum aku membelanya, setelah aku mulai membelanya baru dia akhirnya berhenti," tutur Stacey.

Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram

Stacey yang baru berusia 23 tahun juga berdebat dengan wanita penyerang itu. Stacey mengatakan bahwa perempuan muslim mengenakan jilbab karena ia ingin menutup auratnya bukan untuk menyakiti orang lain.

Wanita itu membalas dengan nada ketus, ia mengatakan bahwa tahun lalu Martin Place diserang oleh ekstrimis muslim yang menghilangkan 148 nyawa dan banyak wanita berhijab yang merupakan kaum ekstrimis. Stacey membalas dengan mengatakan itu bukan berarti semua orang muslim menyakiti orang lain.

"Dia hanya ingin berpenampilan sederhana dengan tubuhnya, untuk diri sendiri, bukan untuk Anda, orang-orang yang tidak menghormatinya," cetus Stacey kepada wanita tersebut.

Video tindakan diskriminasi oleh wanita tua kepada muslimah berhijab itu kemudian diunggah ke Facebook Stacey dan menjadi populer. Terdapat hampir 3.000 likes dan ratusan share. Stacey pun diwawancarai oleh sejumlah media di Australia atas aksi beraninya itu.

Kepada beberapa media, Stacey mengaku ia ikut campur karena merasa kesal dengan perlakukan orang lain terhadap pasangan muslim yang tak bersalah. Ia hanya ingin membela hak mereka agar bisa melakukan aktivitasnya dengan tenang tanpa gangguan orang lain.

"Aku hanya merasa buruk ketika mereka (hijabers dan suaminya) begitu tertindas dari apa yang wanita itu katakan. Bahkan mereka tak bisa mengatakan apa-apa untuk membela diri mereka sendiri," ujar Stacey saat diwawancarai oleh salah satu radio Austalia.

Stacey bahkan juga menuturkan kalau ia sampai melewat stasiun di mana harusnya ia turun demi melindungi pasangan muslim tersebut. Video Stacey kemudian menuai banyak pujian dan para responden berharap video itu bisa mengilhami orang lain untuk berdiri di atas fitnah ras dan agama.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads