Wanita Ini Jadi Populer karena Bela Hijabers yang Di-bully di Kereta
Tindakan diskriminasi masih dialami oleh para muslimah yang tinggal di beberapa negara. Hal tidak menyenangkan menimpa salah satu hijabers asal Australia yang berhijab di tempat umum. Seorang penumpang wanita yang merupakan non-muslim tiba-tiba saja melakukan penyerangan secara lisan terhadap hijabers berpakaian serba hitam tersebut.
Wanita tak dikenal itu mendadak marah-marah dan menuduhnya sebagai teroris. Hijabers yang naik kereta bersama pasangannya merasa heran dan bingung akan perkataan wanita tersebut. Mereka hanya diam lalu kemudian ada penumpang lain yang berusaha membelanya.
Penumpang yang membela hijabers tersebut bernama Stacey Eden. Stacey awalnya tidak ingin masuk dalam perseteruan dan hanya merekam aksi pelecehan secara lisan yang dilakukan oleh wanita paruh baya itu. Karena merasa wanita itu sudah keterlalu menghina hijabers di depannya, akhirnya ia memutuskan untuk ikut campur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (wanita penyerang) mengatakan banyak hal yang cukup mengerikan dan menyakitkan sebelum aku membelanya, setelah aku mulai membelanya baru dia akhirnya berhenti," tutur Stacey.
Baca juga: 50 Inspirasi Gaya Hijab Selebgram
Stacey yang baru berusia 23 tahun juga berdebat dengan wanita penyerang itu. Stacey mengatakan bahwa perempuan muslim mengenakan jilbab karena ia ingin menutup auratnya bukan untuk menyakiti orang lain.
Wanita itu membalas dengan nada ketus, ia mengatakan bahwa tahun lalu Martin Place diserang oleh ekstrimis muslim yang menghilangkan 148 nyawa dan banyak wanita berhijab yang merupakan kaum ekstrimis. Stacey membalas dengan mengatakan itu bukan berarti semua orang muslim menyakiti orang lain.
"Dia hanya ingin berpenampilan sederhana dengan tubuhnya, untuk diri sendiri, bukan untuk Anda, orang-orang yang tidak menghormatinya," cetus Stacey kepada wanita tersebut.
Video tindakan diskriminasi oleh wanita tua kepada muslimah berhijab itu kemudian diunggah ke Facebook Stacey dan menjadi populer. Terdapat hampir 3.000 likes dan ratusan share. Stacey pun diwawancarai oleh sejumlah media di Australia atas aksi beraninya itu.
Kepada beberapa media, Stacey mengaku ia ikut campur karena merasa kesal dengan perlakukan orang lain terhadap pasangan muslim yang tak bersalah. Ia hanya ingin membela hak mereka agar bisa melakukan aktivitasnya dengan tenang tanpa gangguan orang lain.
"Aku hanya merasa buruk ketika mereka (hijabers dan suaminya) begitu tertindas dari apa yang wanita itu katakan. Bahkan mereka tak bisa mengatakan apa-apa untuk membela diri mereka sendiri," ujar Stacey saat diwawancarai oleh salah satu radio Austalia.
Stacey bahkan juga menuturkan kalau ia sampai melewat stasiun di mana harusnya ia turun demi melindungi pasangan muslim tersebut. Video Stacey kemudian menuai banyak pujian dan para responden berharap video itu bisa mengilhami orang lain untuk berdiri di atas fitnah ras dan agama. (aln/aln)
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singka
Fashion
Hijab Sering Melorot? 3 Rekomendasi Ciput Ini Bikin Hijab Lebih Nempel dan Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Lebih Bebas Gerak! Pilih Bra Tank Tanpa Kawat yang Tepat Agar Aktivitas Harianmu Jadi Lebih Nyaman
Eksplorasi Bordir dan Motif Floral untuk Baju Lebaran 2026 dari Bwbyaz
Kaleidoskop 2025
Ini 7 Tren Hijab 2025: Pashmina Meleyot, Motif hingga Menjuntai
Kaleidoskop 2025
Ini Brand Hijab yang Menguasai Tren 2025, dari Lafiye hingga Na The Label
Bank Mega Syariah Resmi Luncurkan Program Loyalitas MPC Points
Juara Emeron Hijab Hunt Nakeisha Rilis Single Nanti, Ini Kisah di Baliknya
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Komentator Politik yang Sebut Ibu Negara Prancis Transgender Kembali Menyindir
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN
Potret Inka Williams Model Bali Pacar Channing Tatum, Beda Usia Jadi Sorotan











































