Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sunsilk Hijab Hunt 2015

Tangis Haru Para Orangtua Finalis di Karantina Sunsilk Hijab Hunt 2015

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 23 Jun 2015 13:55 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta -

Saat ini 15 finalis Sunsilk Hijab Hunt 2015 telah berkumpul untuk mulai mengikuti karantina di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (23/6/2015). Seluruh finalis baik yang berasal dari Ibu Kota, Jawa Timur, Lombok, Sulawesi, Sumatera hingga Bandung akan menjalani kegiatan karantina selama lebih kurang 12 hari bila tidak pulang di malam eliminasi pada 28 Juni mendatang. Selama karantina tentu mereka tak akan didampingi oleh orangtua.

Meski demikian, di hari pertama karantina 15 finalis ditemani orangtua mereka. Beberapa orangtua seolah tidak ingin terpisah dari anaknya. Akan tetapi mereka berusaha mengerti dan terus mendukung putrinya untuk memberikan penampilan terbaik.

Salah satu orangtua mengatakan kepada Wolipop bahwa sang ibunda bersyukur anaknya bisa masuk 15 besar ajang pencarian muslimah berbakat itu. Bahkan ia mengaku ini seperti mimpi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi waktu sampai parkiran saya bilang ke Devi, ini seperti mimpi. Saya berharap persiapan yang sudah dilakukan nggak sia-sia dan semoga memang rezekinya Devi," tutur ibunda dari finalis asal Bandung, Devi Handayani, di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (23/6/2015).

Ketika berpisah pun, Devi dan sang ibunda sempat berpelukan serta menangis karena mereka tak pernah berpisah terlalu lama. Ini memang kontes muslimah pertama yang diikuti oleh wanita dengan bakat dubbing tersebut. Berbeda dengan finalis asal Sulawesi Tengah, Afira Mustika, yang terlihat lebih tegar. Sang ibunda dari Afira mengaku sudah sering sebelumnya menemani putrinya yang memiliki bakat menyanyi itu untuk mengikuti ajang serupa.

Hampir sama dengan Afira, ibunda dari Wiedya juga mengatakan bahwa ia tidak terlalu khawatir melepas anaknya karantina. Sang ibunda mengatakan bahwa Wiedya sudah menunjukkan bakat menarinya sejak kecil dan sering mengikuti perlombaan tari. Maka dari itu pula, orangtua hijabers yang kini aktif di bidang modeling tersebut merasa bangga dan telah terbiasa dengan adanya kegiatan karantina seperti ini.

"Wiedya sudah sering ikut lomba sih jadi saya cuma berharap yang terbaik saja buat dia," ujar sang ibunda sebelum pergi berpamitan.

Selama masa karantina, voting online dan SMS terus dibuka hingga 28 Juni mendatang. Voting akan mempengaruhi penilaian sebanyak 30%. Yuk vote hijabers favorit Anda sekarang.

(aln/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads