Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ibu Muda Ini Diserang 2 Wanita Tak Dikenal karena Berhijab di London

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 08 Jun 2015 13:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock (Ilustrasi)
Jakarta - Di Indonesia, semua wanita muslim bebas menggunakan hijab di mana pun ia berada. Penerapan jilbab di tempat umum bukanlah suatu masalah di Indonesia namun tidak di beberapa negara lain. Kejadian tak menyenangkan pun baru saja dialami oleh salah satu muslimah di London, Inggris.

Seorang hijabers muda diserang oleh orang tak dikenal karena memakai jilbab. Ibu muda yang tak ingin disebutkan namanya tersebut mengaku diserang oleh dua wanita ketika sedang berjalan menuju sekolah anaknya. Kala itu, ia akan menjemput anaknya di salah satu sekolah Islam, area London Selatan.

Saat hampir tiba di sekolah Al-Khair, Croydon, hijabers tersebut didekati oleh dua wanita tak dikenal dan langsung memintanya melepaskan jilbab. Bahkan mereka menarik paksa jilbab yang dikenakannya serta memukulinya.

"Mereka memaksa melepas jilbab saya lalu memukul dan menendang saya. Mereka begitu rasis dan menghina agama saya," tutur sang ibu muda kepada koran Evening Standard seperti dikutip dari i24news.

Serangan kedua wanita tak dikenal yang diketahui berusia 18 dan 35 tahun itu baru berhenti setelah dipisahkan oleh orangtua lain yang melihat kejadian tersebut. Sang ibu muda tidak menderita luka parah, hanya memar dan beberapa helai rambutnya hilang akibat penarikan paksa.

Kini kedua penyerang sudah diinterogasi oleh polisi dan dibebaskan dengan jaminan. Para penyerang diperintahkan untuk kembali melapor pada waktu yang telah ditentukan.

Berdasarkan data dari Freedom of Information (FoI) Inggris, pelecehan fisik karena rasis atau agama meningkat sejak tahun 2012. Lebih dari 47 ribu kejahatan akibat kebencian semata terjadi selama tiga tahun terakhir ini. Orang Islam termasuk wanita berhijab menjadi korban utama karena beberapa kasus, salah satunya pembunuhan Lee Rigby (tentara Inggris) oleh ekstremis Islam di 2013 lalu.

Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain, Dr Shuja Shafi, menekankan bahwa kini harus ada perhatian serius terhadap penyerangan muslim seperti ini. "Islamophobia semakin meningkat, diskriminasi terhadap muslim semakin besar. Harus ada perhatian khusus untuk menanganinya," tutur Shafi.

(aln/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads