Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sunsilk Hijab Hunt 2015

Dyan Utami Berkompetisi di Sunsilk Hijab Hunt Agar Ibu Berhenti Jadi TKW

wolipop
Sabtu, 16 Mei 2015 15:22 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta -

Cukup banyak hijabers yang mengaku ingin ikut Sunsilk Hijab Hunt 2015 untuk membahagiakan orangtua, khususnya ibu.‎ Begitu pula dengan peserta asal Kendari, Sulawesi Tenggara ini.

Wanita bernama Dyan Utami ingin juga ingin menyenangkan ibunda dengan memenangkan kompetisi yang diselenggarakan detikcom bekerjasama dengan brand perawatan rambut Sunsilk tersebut. Jika menang, Dyan berniat membawa pulang ibunya yang tengah bekerja di Malaysia sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita).

Dyan berprofesi sebagai penata rias yang juga suka mendesain busana. Ia pun memiliki salon dengan namanya sendiri di kota asalnya. Wanita yang mengagumi desain kebaya serta baju pengantin dari Ivan Gunawan dan Anne Avantie tersebut ingin sang ibu berhenti bekerja di luar negeri dan membawanya pergi haji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ingin sekali untuk membawa Mama pergi ibadah haji. ‎Dia bekerja di Malaysia aku sedih. Makanya setelah lulus sekolah aku memilih langsung kerja karena ingin punya modal usaha untuk bawa ibu pulang," ungkap Dyan di Wisma Kalla, Jalan Dr. Samratulangi, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dyan sengaja terbang dari Kendari untuk mengikuti ajang Sunsilk Hijab Hunt. Menurutnya ajang ini cukup menarik karena bisa menyalurkan jiwa berkompetisi wanita muda. Ia pun berharap bisa menginspirasi hijabers lainnya jika terpilih sebagai pemenang.

Di kotanya sendiri, Dyan merupakan seorang penata rias yang tergolong cukup ternama. Hampir setiap hari, wanita yang pernah menjadi juara dua tata rias muslimah itu menangani klien yang ingin wajahnya dirias. Seperti di hari pertama audisi ini, Dyan mengatakan akan langsung pulang jika sudah selesai mengikuti rangkaian acara Sunsilk ‎Hijab Hunt 2015 karena harus mendandani seorang pengantin.

"Klien cukup banyak. Kalau saya promosi jarang pakai Instagram karena di Kendari belum terlalu terkenal. Di sana lebih pakai Path atau Facebook. Lumayan penghasilannya untuk modal bikin kebaya pengantin dan bawa pulang ibu," ungkap‎ Dyan.

(ami/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads