Atlet Populer Asal Inggris Luncurkan Busana Tinju untuk Hijabers
Beberapa wanita berhijab di luar negeri masih sering kesulitan ketika akan mengikuti pertandingan olahraga. Beragam sumber menceritakan kisah-kisah wanita di berbagai negara yang dilarang masuk ke area pertandingan karena berhijab.
Hal tersebut rupanya menginspirasi salah satu altet populer asal Inggris, Ruqsana Begum, untuk memproduksi kostum olahraga khusus hijabers. Kostum yang akan diluncurkan oleh Ruqsana dibuat untuk olahraga seperti tinju, muay thai serta latihan fisik lainnya yang melibatkan pertarungan.
"Saya mendapatkan ide selama Olimpiade berlangsung. Saya tertarik dengan cerita atlet Amerika yang tidak bisa bertanding karena mengenakan jilbab dengan alasan kesehatan dan keselamatan. Kemudian ayahnya membuatkan kostum khusus untuknya agar bisa masuk ke pertandingan," tutur Ruqsana seperti dikutip dari Wharf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruqsana sangat fokus dengan materialnya dan model jilbab agar tidak mengganggu gerakan yang bisa membahayakan si pemakai. Jilbab yang dibuatnya nanti juga tidak perlu menggunakan peniti atau jarum pentul.
"Sebenarnya jilbab sering dipermasalahkan karena takut kusut yang bisa membahayakan saat bertanding, belum lagi karena mereka (hijabers) sering menggunakan jarum. Produk saya nanti akan menggunakan bahan yang menyerap keringat, nyaman, sangat elastis, menutupi kepala hingga ke bahu," tutur peraih medali emas dalam kompetisi European Club Cup Amateur Muay Thai Championship yang diselenggarakan di Latvia, pada 2011 lalu itu.
Ruqsana mengatakan saat ini produknya sedang dalam tahap penyempurnaan yang akan memakan waktu kurang lebih dua bulan. Setelah diluncurkan, busana olahraga untuk tinju atau latihan yang melibatkan pertarungan lainnya akan dibanderol dengan harga sekitar 25 poundsterling atau Rp 490 ribuan.
Ia berharap 'Sport Hijab' akan memudahkan para wanita muslim agar tidak merasa kesulitan ketika ingin mencoba olahraga tinju atau lainnya. "Saya berharap ini bisa membuka kesempatan kepada lebih banyak perempuan dan bisa menghilangkan banyak mitos tentang perempuan muslim yang jadi atlet sehingga mereka terlihat sama seperti lainnya," tambah wanita yang akan mengikuti pertandingan 'World Title Fight at Earl's Court' pada pertengahan Maret ini.
(aln/fer)










































