Strategi Brand Lokal Pertahankan Toko Fisik di Tengah Tren Belanja Online
Gempuran tren e-commerce dan belanja online membawa tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha fashion lokal dalam mempertahankan gerai fisik. Banyak konsumen kini terbiasa berbelanja melalui layar ponsel karena kepraktisan dan kemudahannya. Meski demikian, toko fisik tidak serta-merta kehilangan relevansi, melainkan dapat menjadi nilai tambah yang kuat jika dikelola dengan strategi yang tepat.
Langkah ini ditunjukkan oleh brand fashion lokal Gamaleea. Di bawah arahan Rizky Azhar (Kiky) dan Eras Pragitha, Gamaleea memilih untuk memperkuat dan meremajakan kehadiran gerai fisiknya sebagai bagian dari adaptasi terhadap tantangan pasar dan perubahan perilaku konsumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kelemahan belanja online adalah durasi pengiriman dan adanya biaya tambahan seperti ongkos kirim. Menurut Kiky, toko fisik hadir sebagai solusi bagi konsumen yang membutuhkan produk secara mendadak atau ingin langsung menggunakannya tanpa perlu menunggu kurir.
Brand fashionloka, Gamaleea resmi re-opening gerai fisiknya dengan konsep clean & casual di Tangerang. Langkah ini diambil untuk menggaet Gen Z serta menjawab tantangan pasar. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Kiky mengatakan keunggulan inilah yang membuat keberadaan toko fisik tetap menjanjikan meski daya beli masyarakat dinamis. Konsumen dapat datang langsung, melihat bentuk serta material pakaian, mencoba ukuran, dan membawa pulang produk hari itu juga.
Toko fisik yang stagnan dan tidak mengikuti perkembangan zaman cenderung ditinggalkan. Agar tetap memikat pelanggan, brand lokal perlu berani melakukan pembaruan konsep (repositioning) sesuai dengan tren dan demografi konsumen saat ini.
Gamaleea, misalnya, memperbarui fokus koleksinya dari busana formal dan gaun pesta menjadi konsep clean and casual. Pergeseran ini menyasar segmen pasar Gen Z dan Zillennials yang membutuhkan daily wear hingga pakaian semi-formal untuk aktivitas harian maupun bekerja.
"Setahun terakhir Gamaalea repositioning dari yang formal fashion atau dress pesta, jadi kita lebih ke casual daily look menyasar Gen Z dan Zillennials. Dari Gen Z ke Millennials itu masih bisa pakai," jelas Kiky saat ditemui Wolipop di sela-sela Open House Gamaleea Store di Ciledug, Tangerang, Kamis (10/9/2026).
Fungsi toko fisik kini juga telah bergeser dari sekadar tempat transaksi menjadi ruang pengalaman. Konsep interior yang nyaman, terang, serta penataan produk yang lengkap memberi impresi tersendiri bagi konsumen yang berkunjung.
Brand fashionloka, Gamaleea resmi re-opening gerai fisiknya dengan konsep clean & casual di Tangerang. Langkah ini diambil untuk menggaet Gen Z serta menjawab tantangan pasar. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop. |
Penyediaan produk pendukung-seperti aksesori hingga inner hijab dalam satu tempat-membuat toko fisik menjadi one-stop solution yang praktis dan memberikan kenyamanan belanja langsung yang tidak bisa disamai sepenuhnya oleh toko digital.
Membuka toko fisik bukan sekadar urusan memajang produk, melainkan investasi jangka panjang yang membutuhkan perawatan berkala. Pembaruan tampilan dan efisiensi ruang gerai dapat menghidupkan kembali minat pelanggan lama sekaligus menarik perhatian calon pelanggan baru.
"Tipsnya buat teman-teman brand, konsisten dan persisten. Di tengah tantangan yang tidak menentu saat ini, pastinya memang dibutuhkan konsistensi. Usahain saja terus apapun itu, dan harus tetap berinovasi," tegas Kiky.
Eras Pragitha menegaskan bahwa di tengah maraknya persaingan antar-brand lokal setiap harinya, daya tahan sebuah bisnis sangat ditentukan oleh kemampuan untuk terus relevan dan berinovasi mengikuti perkembangan zaman.
"Semoga Gamaalea bisa terus berinovasi di tengah ramainya persaingan brand lokal yang makin beraneka. Setiap bulan dan setiap harinya pasti akan ada brand-brand baru, jadi kita berharap bisa terus berinovasi, memberikan yang terbaik sesuai versi Gamaalea dan sesuai zamannya," harap Eras.
(gaf/eny)













































