Cantiknya Tudung Tradisional Jambi yang Mirip Hijab Turban

Silmia Putri - wolipop Senin, 12 Mar 2018 14:02 WIB
Foto: Silmia Putri Foto: Silmia Putri

Jakarta - Indonesia memiliki adat budaya yang kaya. Dari Sabang hingga Merauke ada banyak sekali jenis kain, gaya busana, dan aksesori yang indah. Busana tradisional ini pun tak jarang menjadi inspirasi utama para desainer ternama untuk membuat koleksi spektakuler.

Namun, meski sudah mulai dikembangkan oleh para desainer, masih banyak sekali kebudayaan yang belum terjamah generasi millenial. Salah satunya adalah bentuk tudung tradisional yang sudah ada sejak nenek moyang.

Tudung tradisional di Indonesia tak kalah beragam. Di daerah Jambi saja, ada 98 jenis tudung yang disebut tengkuluk atau kuluk. Pada zaman dahulu, tengkuluk dipakai untuk aktivitas sehari-hari seperti pergi ke ladang, pengajian, hingga ke acara formal. Setiap bentuk punya fungsi berbeda.

Baca Juga: Foto: Deretan Gaya Turban Pria Seperti yang Jokowi Pakai di Afghanistan

Foto: Silmia Putri


Di antara 98 jenis tengkuluk, tiga di antaranya ditampilkan dalam acara peringatan Hari Perempuan Internasional pada Kamis (08/03/2018). Beberapa perwakilan dari komunitas Kebaya, Kopi, dan Buku mengajarkan cara pakai tengkuluk kepada wanita difabel di acara tersebut.

"Tengkuluk merupakan simbol kecantikan seorang wanita di Jambi. Setiap bentuknya memiliki arti dan filosofi yang berbeda," ungkap Lisa Surya sebagai perwakilan komunitas Kebaya, Kopi, dan Buku kepada Wolipop.

"Tudung tradisional ini juga bisa dipakai sebagai hijab. Tinggal menambahkan ciput ninja saja untuk menutupi leher," tambah Lisa.

Foto: Silmia Putri

Lisa Surya memperlihatkan cara memakai Kuluk Kembang Duren, yang biasanya dipakai oleh gadis Jambi sebagai simbol kecantikan. Setiap jumlah lipatan tengkuluk atau kuluk memiliki arti yang berbeda. Kain yang menjuntai di sebelah kanan dan kiri juga punya arti berbeda, sehingga aturan pemakaian kuluk harus benar-benar dicermati.

Baca Juga: Mengenal Baju Adat Solo Basahan Keprabon yang Dipakai Kahiyang Ayu



"Kain menjuntai di sebelah kanan, dipakai oleh wanita yang sudah menikah. Sedangkan wanita yang belum menikah, pakai tengkuluk dengan kain menjuntai di sebelah kiri," terang Lisa.

Selain Kuluk Kembang Duren, masih banyak sekali jenis kuluk yang belum diketahui masyarakat Indonesia, seperti Kuluk Kuncup Melati, Kuluk Lilit Tungkai, Kuluk Berzikir, dan masih banyak lagi. Pihak komunitas Kebaya, Kopi, dan Buku pun mengaku belum mengeksplor semua jenis tudung tersebut.

Selain indah, bentuk tudung yang tertutup juga menunjukkan kesopanan busana masyarakat Indonesia zaman dahulu. Bentuknya yang mirip hijab turban di masa kini, mungkin bisa jadi inspirasi para desainer hijab Indonesia untuk mengenalkan budaya kesopanan masyarakat Jambi ini, ke mata dunia.
(sil/sil)