Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ide Padu Padan Hijab ala Sivia Azizah, Tantri Namirah dan Ayudia

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Sabtu, 08 Agu 2026 11:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ide padu padan hijab dan outfit ala Sivia Azizah, Tantri Namirah dan Ayudia Bing Slamet.
Ide padu padan hijab dan outfit ala Sivia Azizah, Tantri Namirah dan Ayudia Bing Slamet. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.
Jakarta -

Bagi banyak wanita Muslim modern, hijab tak lagi sekadar penutup kepala, melainkan bagian integral dari ekspresi diri dan fleksibilitas di tengah padatnya mobilitas harian.

Ayudia, Sivia Azizah dan Tantri Namirah, berbagi cerita mengenai cara mereka memaknai kenyamanan, personal style dan fleksibilitas dalam memilih hijab yang mampu mengikuti ritme aktivitas sehari-hari.

Bagi Ayudia Bing Slamet, yang menjalani berbagai peran sebagai ibu, entrepreneur, dan content creator, kenyamanan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih pakaian dan hijab untuk mendukung aktivitasnya yang dinamis. Saat ditemui Wolipop, Ayu mengenakan hijab pashmina yang menurutnya dapat memberikan sentuhan lebih polished dan elevated pada tampilan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ide padu padan hijab dan outfit ala Sivia Azizah, Tantri Namirah dan Ayudia Bing Slamet.Ide padu padan hijab dan outfit ala Sivia Azizah, Tantri Namirah dan Ayudia Bing Slamet. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

"Dalam satu hari aku bisa menjalani banyak peran, mulai dari ngurusin rumah tangga dan keluarga, meeting, sampai syuting. Buatku, hijab yang nyaman bukan lagi sekadar pelengkap penampilan, tapi sesuatu yang benar-benar mendukung aktivitas. Aku rasa hijab pashmina ini cocok buat aku karena versatile banget buat aku. Istilahnya buat formal bisa, santai juga bisa, dan yang paling penting itu sebenarnya memang karena nyaman sekali, terutama di bagian leher," kata Ayudia saat di acara Uniqlo Hijab di Kaum Jakarta, Jakarta Pusat.

Ayu mengaku sudah lama menggemari model pashmina dan warna polos untuk kesehariannya, meski tetap menyesuaikan material lain untuk acara tertentu.

ADVERTISEMENT

"Aku tim hijab polos dan pashmina, aku lumayan lama era pashmina. Kalau ada acara resmi aku juga masih pakai hijab bahan satin. Yang jelas kita harus cari hijab yang cocok dengan bentuk wajah kita, dari dimana kita memaknainya. Intinya bagaimana menyesuaikan diri kita yang terbaik dan yang jelas harus nyaman," ucapnya.

Ide padu padan hijab dan outfit ala Sivia Azizah, Tantri Namirah dan Ayudia Bing Slamet.Ide padu padan hijab dan outfit ala Sivia Azizah, Tantri Namirah dan Ayudia Bing Slamet. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

Berbeda dengan Ayu, sebagai penyanyi dan penulis lagu, Sivia langsung merasa bahwa hijab bahan satin 'klik' dengannya. Menurutnya hijab satin menunjang penampilannya saat beraksi di atas panggung.

"Bahan satin itu kalau terkena lampu di stage itu terlihat shiny dan cantik banget. Dan yang paling bikin aku happy adalah hijab ini 'nyetay', alias stay di kepalaku. Hijab Satin ini ajaibnya nggak geser ke mana-mana, meskipun peralatan yang aku pakai waktu manggung banyak banget. Aku yang biasanya perlu pakai fashion tape ataupun banyak jarum pentul. Seperti sekarang aja, styling hijabku ini pakai dua hijab satin sekaligus, tapi tetap aman banget, lho," ujar Sivia.

Sivia juga mengungkapkan bagaimana ia kerap memadukan busana yang longgar dengan hijab yang tetap praktis namun stylish.

"Aku biasanya pakai atasan yang overall, aku suka celana yang loose dan longgar. Styling hijab kalau manggung itu biasanya banyak peralatan yang aku pakai kayak monitor dan segala macem. Biasanya aku pakai fashion tape dan pentulnya sana-sini. Kita harus tahu skin tone kita, warna hijab yang tepat untuk wajah kita, bentuk wajah dan style. Misalnya inner benar-benar juga harus tepat bahannya," jelasnya.

Sementara itu, Tantri Namirah melihat kenyamanan merupakan salah satu faktor penting dalam memilih hijab. Bagi Tantri, hijab perlu mendukung beragam aktivitas dan kesempatan, praktis, namun tetap bisa di-styling dengan tampilan yang rapi.

"Aku adalah salah satu pecinta hijab instan garis keras. Jadi waktu itu pagi-pagi aku langsung pakai untuk main tenis, eh ternyata kok tetap adem dan stay di kepalaku. Lalu karena ini instan, aku berpikir untuk pakai lagi aja untuk jemput Khawla, anakku, di sekolah. Jadi aku cuma keringin rambut, eh masa hijab aku udah kering duluan. Lalu karena penasaran, besoknya aku coba pakai ikutan kelas hot mat pilates. Aku keringetan banget, tapi hijabku tetap aman," ujar Tantri.

Meski masing-masing mengenakan material dan gaya yang berbeda, ketiganya juga melihat bahwa pilihan hijab tidak harus terbatas pada satu karakter saja. Satu material dapat terasa lebih sesuai untuk aktivitas tertentu, sementara pilihan lainnya dapat menjadi alternatif ketika ingin mengeksplorasi gaya, menyesuaikan occasion, atau sekadar mencoba tampilan yang berbeda.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads