Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Jerawat di Selangkangan Jangan Diabaikan, Kenali Jenis dan Cara Mengatasinya

Arina Yulistara - wolipop
Rabu, 01 Apr 2026 13:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi selangkangan wanita
Foto: Getty Images/SIphotography
Jakarta -

Jerawat di area selangkangan sering dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman hingga memicu komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Baik pada pria maupun wanita, kemunculan jerawat di area genital dapat menjadi tanda gangguan kulit ringan hingga penyakit yang lebih serius, termasuk infeksi menular seksual.

Para ahli kesehatan menekankan pentingnya tidak mengabaikan gejala tersebut. Saat jerawat muncul di area sensitif seperti selangkangan, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti sekaligus mencegah kondisi memburuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Vinmec, mari bahas mengenai serba-serbi jerawat di selangkangan wanita dan pria.

Jenis Jerawat di Selangkangan pada Wanita

Jerawat di area genital wanita memiliki beberapa jenis dengan penyebab yang berbeda-beda. Berikut beberapa, di antaranya:

ADVERTISEMENT

1. Folikulitis

Folikulitis merupakan salah satu penyebab paling umum jerawat di selangkangan. Kondisi ini terjadi akibat peradangan pada folikel rambut, ditandai dengan munculnya benjolan berisi nanah di pangkal rambut. Gejalanya meliputi kemerahan, pembengkakan, dan rasa nyeri.

Penyebab folikulitis:

- Kebersihan area genital yang kurang terjaga.
- Penggunaan produk pembersih yang terlalu keras.
- Memakai pakaian dalam terlalu ketat dalam waktu lama.
- Teknik mencukur atau menghilangkan rambut yang tidak tepat.

Jika digaruk atau tergesek, jerawat bisa pecah dan meningkatkan risiko infeksi.

2. Herpes genital

Herpes genital ditandai dengan bintik merah kecil yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan. Seiring bergulirnya waktu, lepuhan ini bisa berkumpul menyerupai gugusan anggur. Kondisi tersebut bisa menimbulkan rasa nyeri, gatal, dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Kutil kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi virus HPV. Gejalanya biasanya muncul beberapa bulan setelah terpapar, dimulai dari benjolan kecil yang kemudian membesar dan membentuk struktur menyerupai kembang kol.

Jika tidak ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan infeksi serius hingga kanker serviks. Vaksinasi HPV menjadi langkah pencegahan yang efektif.

4. Alergi kimia

Reaksi alergi terhadap bahan kimia juga bisa memicu jerawat di selangkangan. Produk seperti sabun, cairan pembersih kewanitaan, pelembut pakaian, atau pembalut dapat mengiritasi kulit sensitif. Gejalanya meliputi bintik merah, jerawat kecil, dan rasa gatal.

5. Perubahan hormon

Fluktuasi hormon, misalnya saat menstruasi atau kehamilan, dapat meningkatkan produksi minyak pada kulit sehingga memicu pori-pori tersumbat dan menimbulkan jerawat.

Jenis Jerawat di Selangkangan pada Pria

Pain in prostate, man suffering from prostatitis or from a venereal disease, studio shot on gray background

Foto: Getty Images/Staras

Pada pria, jerawat dapat muncul di kepala penis, batang, skrotum, maupun kulup. Berikut beberapa jenis yang umum terjadi:

1. Kutil kelamin

Sama seperti pada wanita, kutil kelamin pada pria juga disebabkan oleh virus HPV. Benjolan yang muncul biasanya lunak, berwarna putih, dan bisa menyebar dengan cepat. Jika tidak diobati, kondisi ini berpotensi menyebabkan kanker penis atau kanker anus.

2. Balanitis (Radang kulup)

Balanitis adalah peradangan pada kulup penis yang dapat memicu munculnya jerawat kecil. Gejalanya meliputi gatal, nyeri, dan iritasi. Penyebabnya antara lain:

- Kebersihan yang kurang
- Kulup terlalu panjang atau sempit
- Paparan zat iritan

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah serius, termasuk gangguan kesuburan.

3. Herpes genital

Herpes pada pria diawali dengan munculnya jerawat kecil yang kemudian berubah menjadi lepuhan. Lepuhan ini mudah pecah dan dapat menimbulkan luka, nyeri, bahkan keluarnya cairan berbau tidak sedap pada kasus berat.

4. Penyebab Lainnya

Selain itu, jerawat di selangkangan pria juga bisa disebabkan oleh:

- Infeksi saluran kemih atau uretritis.
- Infeksi jamur atau eksim skrotum.
- Kebersihan yang kurang baik.
- Papula penis mutiara (pearly penile papules), yaitu benjolan kecil yang tidak berbahaya dan umum terjadi pada pria usia 20 sampai 30 tahun.

Risiko dan Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Young woman with cream for feet sitting on bed

Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio

Banyak orang merasa malu untuk memeriksakan diri saat mengalami jerawat di area genital sehingga memilih mengobati sendiri. Padahal langkah ini bisa berisiko memperparah kondisi.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

1. Gangguan kehidupan seksual akibat rasa tidak percaya diri dan nyeri.

2. Meningkatnya risiko infeksi dan penyakit menular seksual.

3. Dampak pada kesehatan reproduksi, termasuk risiko infertilitas.

4. Dalam kasus tertentu, ada kemungkinan dapat berkembang menjadi kanker.

Cara Mengatasi Jerawat di Selangkangan

ilustrasi vagina

Foto: ilustrasi/thinkstock

Penanganan jerawat di selangkangan harus disesuaikan dengan penyebabnya. Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter spesialis sangat diperlukan. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan, meliputi:

1. Penggunaan Obat-obatan

Kasus ringan biasanya ditangani dengan obat antiinflamasi atau krim topikal untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan. Penting untuk memberi tahu dokter jika memiliki riwayat alergi obat.

2. Terapi ALA-PDT

Terapi fotodinamik ini menggunakan cahaya berfrekuensi tinggi untuk mengatasi kutil kelamin akibat HPV. Metode ini efektif dalam menghentikan perkembangan virus dan mengurangi lesi.

3. Terapi Oksigen

Digunakan pada kasus yang berat atau berulang, terapi ini membantu membunuh bakteri dan jamur penyebab infeksi serta mempercepat pemulihan jaringan.

Jerawat di selangkangan tidak selalu merupakan masalah ringan. Dalam banyak kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda awal penyakit serius, termasuk infeksi menular seksual atau kanker.

Untuk itu, jika muncul gejala seperti nyeri, gatal, lepuhan, atau benjolan yang tidak kunjung sembuh, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan reproduksi secara keseluruhan.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads