Banyak orang mengira selama Bulan Ramadhan asupan nutrisi otomatis berkurang karena harus menahan lapar dan haus. Tak heran jika keluhan seperti sulit konsentrasi hingga tubuh terasa lemas kerap muncul saat beraktivitas.
Padahal, dengan perencanaan makan yang tepat, puasa justru bisa menjadi momen untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat.
"Meski puasa bisa menjadi tantangan, terutama karena perubahan pola dan tradisi makan selama Ramadhan, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan agar tubuh tetap berenergi sepanjang hari," ujar Nazima Qureshi, ahli gizi sekaligus penulis buku The Healthy Ramadhan Guide.
Menurut ahli gizi berbasis di Kanada tersebut, salah satu penyebab utama tubuh mudah kehilangan energi saat berpuasa adalah kebiasaan memilih makanan tinggi kalori tetapi rendah nutrisi. Jenis makanan ini memang membuat kenyang dengan cepat, namun juga membuat rasa lapar datang lebih cepat.
Sahur Jadi Kunci Energi Seharian
Nazima menyarankan agar menu sahur difokuskan pada makanan rendah kalori namun kaya nutrisi, terutama serat dan protein. Kombinasi ini membantu menjaga rasa kenyang lebih lama serta menjaga kadar energi tetap stabil.
"Setidaknya, sahur ideal harus mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta cairan yang cukup," jelasnya.
Ia juga mengingatkan untuk menghindari makanan manis saat sahur. Konsumsi gula berlebih dapat memicu lonjakan gula darah yang kemudian turun drastis, sehingga tubuh terasa lebih cepat lemas.
Simak Video "Video: Urutan Pemakaian Skincare Selama Puasa"
(eny/eny)