11 Tren Diet 2019, Diet Militer Sampai Diet Rasulullah

Hestianingsih - wolipop Kamis, 26 Des 2019 15:25 WIB
Tren Diet 2019. Foto: iStock
Jakarta - Sepanjang 2019 banyak bermunculan tren diet yang diikuti orang, baik untuk menurunkan berat badan, maupun menjaga tubuh tetap sehat. Tren diet di 2019 ini ada yang terbilang baru dan ada pula merupakan pengulangan dari tren-tren diet sebelumnya, namun masih banyak dijalani tahun ini.

Seperti apa saja diet yang jadi tren di 2019? Beberapa di antaranya mungkin ada tren diet yang sudah kamu ikuti.

1. Plant-Based
Trend diet 2019, diet berbasis bahan-bahan nabati. Foto: Thinkstock

Tren diet 2019 kini lebih mengarah pada pola makan berbasis tumbuhan atau nabati, atau biasa disebut dengan plant-based diet. Ada dua aliran dalam tren diet ini. Pertama masih makan produk hewani seperti daging sapi, ayam, telur dan ikan, dan yang kedua sama sekali menghindari protein dari hewan. Tidak ada yang salah atau benar, karena konsep utama dari plant-based diet adalah memperbanyak dan lebih fokus pada konsumsi tumbuh-tumbuhan seperti sayur dan buah, dan stop makan junk food serta produk olahan pabrik.

"Tren yang mengarah ke plant-based diet ini semakin berkembang. Saya memperkirakan akan lebih banyak orang yang mengurangi konsumsi produk hewani di 2020, terutama dengan semakin banyaknya alternatif makanan berprotein berbahan nabati," kata pakar diet Ashley Reaver, RD, seperti dikutip dari Eat This.

2. Mediterania
Tren diet 2019, diet a la Mediterania. Foto: iStock

Diet Mediterania selalu jadi tren dan diminati dari tahun ke tahun karena efeknya yang baik bagi tubuh. Bahkan diet ini masuk dalam urutan pertama Diet Terbaik di 2019 menurut laporan US News dan World Report.

Fokus utama diet sehat ini adalah mengurangi konsumsi gula, lemak jenuh dan daging merah. Diganti dengan memperbanyak asupan nutrisi dari minyak zaitun, salmon, kacang-kacangan, buah dan sayuran segar serta gandum utuh. Semua kelompok makanan tersebut terbukti kaya akan serat, lemak sehat serta nutrisi.


3. 'Nasi' dari Kembang Kol
Tren diet 2019, kembang kol sebagai pengganti nasi. Foto: iStock

Bagi mereka yang menghindari makan nasi putih karena kandungan glukosa yang tinggi, di 2019 muncul tren diet mengganti nasi dengan kembang kol. Sayuran ini diolah sedemikian rupa hingga menyerupai nasi dan dimakan bersama lauk pauk sehat lainnya.

Seperti dilansir Best Health Mag, kembang kol hanya mengandung 25 kalori, tapi kaya akan serat, sekitar tiga gram per cangkir. Rasa kembang kol yang 'netral' membuatnya ideal diolah menjadi berbagai kuliner dengan citarasa berbeda. Dengan sedikit kreativitas, kembang kol bisa dijadikan nasi goreng, roti pizza hingga pengganti kentang tumbuk dalam hidangan steak.

4. Camilan Ketogenic
Tren diet 2019, camilan ketogenic. Foto: iStock

Seiring populernya diet keto, kini muncul juga tren diet dengan mengonsumsi camilan ketogenic. Inti dari diet keto adalah makan sedikit karbohidrat dan memperbanyak protein serta lemak. Terinspirasi dari diet keto, camilan ketogenic mulai banyak ditawarkan di supermarket organik dan toko makanan sehat, menggunakan bahan-bahan minim karbohidrat. Sebut saja brownies tanpa tepung, cookies bebas gluten, dan sebagainya.

5. Shirataki
Tren diet 2019, shirataki sebagai pengganti nasi. Foto: iStock

Bisa dibilang shirataki menjadi primadona dalam tren diet 2019 ini. Bahan makanan pengganti nasi dari umbi-umbian ini memiliki kalori sangat rendah dan kaya serat. Tidak hanya membantu turunkan berat badan tapi bisa menjaga kesehatan secara keseluruhan. Shirataki biasanya diolah menjadi nasi atau mie.

Dalam 100 gram Shirataki hanya mengandung 15 kalori saja. Kemudian lemaknya juga rendah hanya 0,02 gram, kandungan karbohidrat hampir 3-4 gram dan proteinnya 19 gram.

Manfaat tren diet sehat dengan shirataki ini mulai dari menurunkan berat badan, menurunkan kolesterol, mengontrol gula darah, melancarkan BAB hingga menurunkan risiko kanker usus besar. Dengan catatan, jika dikonsumsi secara rutin.


6. Garam Pink Himalaya
Tren diet 2019, garam pink Himalaya diklaim lebih sehat ketimbang garam meja. Foto: Istimewa

Garam pink Himalaya sempat menjadi tren diet di kalangan ibu-ibu, karena diyakini lebih sehat dari garam dapur. Namun pada kenyataannya, garam pink Himalaya sebenarnya tidak jauh berbeda dari garam pada umumnya.

Dikutip dari MedicalNewsToday, sejatinya garam pink yang berbentuk kristal tersebut mempunyai kandungan sodium yang hampir sama dengan garam meja biasa, yakni sekitar 98 persen sodium klorida. Jadi baik itu garam pink Himalaya ataupun garam meja, sebaiknya tidak mengonsumsi garam berlebihan karena bisa meningkatkan risiko hipertensi.

7. Golden Milk
Tren diet 2019, Golden Milk, susu dicampur rempah-rempah. Foto: iStock

Minuman berwarna kuning cantik yang disebut Golden Milk sempat menjadi tren diet di pertengahan 2019, tepatnya September lalu. Sebenarnya minuman khas India ini sudah lama dikenal. Orang India menikmatinya sebagai minuman penjaga stamina. Namun baru menjadi tren setelah banyak postingan di media sosial tentang Golden Milk.

Minuman ini disebut Golden Milk karena berwarna kuning keemasan. Umumnya dibuat dari campuran susu dan rempah-rempah seperti kunyit, jahe dan kayu manis.

Minum Golden Milk tiap pagi diklaim bisa memberi tambahan asupan energi serta melancarkan BAB. Selain itu juga dieprcaya memperbaiki mood dan antiperadangan.

8. Jus Seledri
Tren diet 2019, jus seledri dipercaya sebagai minuman super untuk kesehatan. Foto: iStock

Jus seledri sempat jadi tren diet 2019 dan mulai marak pada awal tahun ini. Orang biasa hingga selebriti ramai-ramai minum jus seledri karena dipercaya kaya nutrisi, rendah kalori, memperbaiki sistem pencernaan hingga antipenuaan.

Popularitas jus seledri makin dikuatkan oleh situs kesehatan Goop milik Gwyneth Paltrow yang menyebut bahwa jus seledri bakal jadi tren gaya hidup sehat terbaru. Banyak klaim mengenai manfaat seledri yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari eksim, rheumatoid arthritis, Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), hingga penyakit kulit. Namun sejumlah pakar mengingatkan agar pelaku diet tak menjadikan jus seledri sebagai 'minuman dewa' yang dapat mengatasi semua masalah kesehatan.

"Meskipun mengonsumsi jus seledri tidak ada banyak efek negatifnya, namun belum ada studi yang mendukung klaim dan manfaatnya. Ada beberapa orang yang merasa mengonsumsi jus seledri bisa membuat mereka rileks atau membantu mengatasi mabuk. Tapi jus seledri tak lebih dari sekadar minuman yang sangat menyegarkan tanpa menambahkan terlalu banyak kalori," jelas pakar diet Kerry Clifford, dilansir She Knows.


9. Planetarian
Tren diet 2019, diet ramah lingkungan yang disebut Planetarian. Foto: NASA via Getty Images

Seperti namanya, tren diet ini dilakukan dengan fokus pada pemeliharaan lingkungan. Artinya, planetarian berarti hanya mengonsumsi makanan yang ramah lingkungan atau metode produksinya rendah emisi karbon. Tujuannya adalah makan untuk mengurangi masalah lingkungan dan pemanasan global.

Anda diperbolehkan makan daging dalam jumlah sedang. Tapi panduan Planetary Health Diet menyatakan bahwa diet ini harus lebih difokuskan pada buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan protein nabati.

Penting untuk mengurangi konsumsi daging secara keseluruhan karena produksi daging berkontribusi dalam meningkatnya biaya sosial dan ekonomi dari kesehatan masyarakat yang buruk. Selain itu produksi daging juga menyebabkan bencana iklim dan degradasi lingkungan.

10. Diet Militer
Tren diet 2019. Salah satu menu makanan dalam diet militer. Foto: Daily Mail/Instagram

Tren diet ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan makan a la tentara, namun karena sulit diterapkan dan perlu kedisplinan tinggi maka dijuluki diet militer. Pelaku diet harus berkomitmen dan menjaga pola makan ketat jika ingin berat badannya turun sesuai target.

"Selama 3 hari, ada makanan yang ditentukan untuk dimakan. Selanjutnya selama 4 hari bebas makan apapun selama kalori makanan tak lebih dari 1500 kalori per hari," jelas ahli gizi Sophie Medin, seperti dikutip dari detikhealth.

11. Diet Rasulullah
Konsumsi habbatussauda atau jinten hitam disarankan dalam diet Rasulullah. Foto: Thinkstock

Rasulullah dikenal sebagai pribadi yang memiliki penerapan pola hidup sehat. Tidak makan berlebihan dan rutin mengonsumsi herbal untuk menjaga kesehatan tubuh menjadi salah satu tips sehat ala Rasulullah.

Pola hidup sehat ala Rasulullah pun terbilang mudah dan bisa digunakan sebagai tips diet seperti yang dipopulerkan oleh dr Zaidul Akbar, pelopor Jurus Sehat Rasulullah.

Ada empat pilar dalam diet Rasulullah. Di antaranya mengendalikan nafsu makan yakni 'makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang'. Kedua adalah rutin puasa sunnah, ketiga makan sayur dan buah dan keempat konsumsi habbatussauda atau jinten hitam.

Simak Video "Kaleidoskop Lifestyle 2019: Livi Zheng hingga Trio iPhone"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)