Makan Sahur Lebih Penting dari Buka Puasa Saat Ramadhan, Ini Alasannya

Hestianingsih - wolipop Senin, 06 Mei 2019 03:03 WIB
Ilustrasi tips sahur yang berkualitas. Foto: Dok. istock Ilustrasi tips sahur yang berkualitas. Foto: Dok. istock

Jakarta -

Hari ini puasa pertama dimulai. Sebaiknya jangan sampai melewatkan menu sahur yang berkualitas. Karena menurut pakar makan sahur lebih penting dari buka puasa di mana sebagian besar orang justru makan serba berlebihan.

Pakar gizi Emilia Achmadi, MS.,RD., mengatakan kebiasaan yang sering terjadi di Indonesia, orang cenderung makan sahur dengan menu yang apa adanya dengan alasan ngantuk atau lelah. Bahkan ada yang rela tidak sahur demi bisa tidur lebih lama, atau hanya minum segelas air ketika terlambat bangun sahur.

"Tidak bisa seperti itu. Antara sahur sampai buka puasa kita tidak makan 12 jam lebih. Belum lagi ketika tidur dari malam sampai sahur. Tidak makan selama belasan jam itu dampaknya sangat negatif. Buat saya sahur is everything," kata nutritionist klinis dan olahraga itu beberapa waktu lalu.

Selain lemas, tubuh juga tidak bisa menjalankan aktivitasnya secara optimal sepanjang hari. Belum lagi risiko gangguan pencernaan yang mungkin terjadi dan kemungkinan paling parahnya, malnutrisi.

Ilustrasi menu sahur.Ilustrasi menu sahur. Foto: Instagram



Wanita yang akrab disapa Emil ini menekankan, menu sahur haruslah lengkap. Terdiri dari karbohidrat, serat, protein dan cairan. Jumlahnya tidak perlu banyak, tapi cukup untuk menyediakan energi untuk puasa sekaligus beraktivitas seharian.

"Karbohidrat harus ada bahkan jika itu hanya nasi putih. Kalau bisa option yang lain tapi jika cuma ada nasi putih tidak apa-apa asal balance dengan sayuran. Roti, sereal, buah juga boleh karena memiliki serat. Lalu protein, pilih salah satu mau makan telur atau segelas susu. Idealnya dua-duanya. Minum susu 200 cc (satu gelas) lalu air putih. Sudah cukup," jelas pakar nutrisi lulusan Oklahoma State University ini.

Begitu tiba buka puasa, Emil menyarankan untuk tidak kalap dengan segala makanan lezat yang terpampang di meja makan. Kebiasaan keliru yang paling sering dilakukan orang Indonesia adalah cenderung melahap semua makanan sekaligus. Padahal setelah kosong lebih dari 12 jam, perut perlu bekerja secara perlahan dan bertahap.

"Buka puasa biasanya kolak, es buah, gorengan, bahkan ada yang langsung makan besar. Itu salah. Berbukalah dengan yang manis dan hangat tapi jumlahnya sedikit sekali. Gunanya untuk starter engine tubuh. Setelah makan yang manis hangat, biarkan mulut aktif olah makanan, diamkan dulu, baru makan besar," pungkasnya.



(eny/eny)