Cara Mengatasi Kegemukan: Berjalan 10.000 Langkah Setiap Hari
Hestianingsih - wolipop
Selasa, 23 Agu 2016 16:37 WIB
Jakarta
-
Obesitas bukan sekadar masalah berat badan yang terjadi pada sebagian orang. Kelebihan berat badan, telah dinyatakan World Health Organization sebagai penyakit epidemik global. Bagaimana caranya mengatasi kegemukan ini?
Di Indonesia sendiri, obesitas cenderung meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan, 15 persen kaum wanita di Indonesia tercatat menderita obesitas pada 2007. Sembilan tahun kemudian, jumlahnya meningkat hingga 35 persen.
Data WHO pun mencatat Indonesia masuk dalam lima negara teratas di Asia Tenggara dengan populasi obesitas terbanyak. "Tak kurang dari 21 persen orang Indonesia yang kelebihan berat badan atau obesitas," ujar peneliti dan ahli nutrisi asal Amerika Serikat Jina Hong, PhD, saat Media Workshop "Bye Bye Lemak" di Amway Flagship Store, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2016).
Obesitas atau kelebihan berat badan tak hanya mengurangi kepercayaan diri, tapi juga berdampak negatif yang lebih besar bagi kesehatan secara keseluruhan. Berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi hingga gangguan jantung lebih rentan terjadi pada penderita obesitas.
Kelebihan lemak tidak sehat, menjadi salah satu penyebab utama terjadinya obesitas. Jina mengatakan untuk melawan kegemukan atau obesitas diperlukan pengelolaan berat badan dengan baik. Cara paling awal bisa dimulai dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan menambah protein,
"Orang Asia cenderung makan banyak karbohidrat dari nasi dan mie. Karbohidrat yang dikonsumsi terlalu banyak akan menjadi energi yang sia-sia dan diubah tubuh menjadi lemak," kata pakar nutrisi berdarah Korea Selatan yang bekerja sebagai peneliti klinis di Amway selama empat tahun ini.
Jina menyarankan untuk mencukupi kebutuhan kalori yan lebih banyak di pagi hari, yakni saat sarapan. Sedangkan di malam hari sebaiknya konsumsi kalori lebih sedikit.
"Karena tubuh tidak semputna mencerna makanan di malam hari," ucapnya.
Selain itu lulusan Princeton University ini juga menyarankan untuk membuat tubuh lebih aktif bergerak. Memperbanyak langkah setiap harinya, bisa membantu Anda lebih mudah turunkan berat badan berlebih.
Jina mengatakan untuk memulainya dengan 10.000 langkah setiap hari. Aktivitas fisik akan meningkatkan pengeluaran energi, membantu tubuh memanfaatkan insulin dengan lebih efektif sehingga mencegah risiko diabetes.
Saat beraktivitas, karbohidrat yang tersimpan dalam otot akan digunakan sebagai energi. Proses itu menyebabkan produksi lemak lebih rendah.
Merasa berjalan 10.000 langkah terlalu berat? Jina memberikan trik agar Anda bisa lebih banyak melangkah. Gunakan anak tangga ketimbang naik lift, membiasakan berkendaraan umum atau mengambil tempat parkir mobil yang lebih jauh dari kantor.
Pelari Indonesia sekaligus personil band, Fajar 'Alexa' juga memberi tips sederhana untuk mencapai target 10.000 langkah sehari.
"Jalan kaki 30 menit itu sudah 5.000 langkah. Jadi tinggal utang 5.000 lagi. Aku sendiri kalau sedang tidak banyak latihan tapi perlu pergerakan banyak, mulai membiasakan naik transportasi umum," ujar Fajar.
Menurutnya untuk mencapai keberhasilan dalam mendapatkan berat badan ideal, kuncinya adalah konsistensi meskipun dimulai secara perlahan.
"Kalau untuk menguatkan jantung diperlukan gerakan yang agak lebih banyak," sarannya. (hst/eny)
Di Indonesia sendiri, obesitas cenderung meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan, 15 persen kaum wanita di Indonesia tercatat menderita obesitas pada 2007. Sembilan tahun kemudian, jumlahnya meningkat hingga 35 persen.
Data WHO pun mencatat Indonesia masuk dalam lima negara teratas di Asia Tenggara dengan populasi obesitas terbanyak. "Tak kurang dari 21 persen orang Indonesia yang kelebihan berat badan atau obesitas," ujar peneliti dan ahli nutrisi asal Amerika Serikat Jina Hong, PhD, saat Media Workshop "Bye Bye Lemak" di Amway Flagship Store, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (23/8/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelebihan lemak tidak sehat, menjadi salah satu penyebab utama terjadinya obesitas. Jina mengatakan untuk melawan kegemukan atau obesitas diperlukan pengelolaan berat badan dengan baik. Cara paling awal bisa dimulai dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan menambah protein,
"Orang Asia cenderung makan banyak karbohidrat dari nasi dan mie. Karbohidrat yang dikonsumsi terlalu banyak akan menjadi energi yang sia-sia dan diubah tubuh menjadi lemak," kata pakar nutrisi berdarah Korea Selatan yang bekerja sebagai peneliti klinis di Amway selama empat tahun ini.
Jina menyarankan untuk mencukupi kebutuhan kalori yan lebih banyak di pagi hari, yakni saat sarapan. Sedangkan di malam hari sebaiknya konsumsi kalori lebih sedikit.
"Karena tubuh tidak semputna mencerna makanan di malam hari," ucapnya.
Selain itu lulusan Princeton University ini juga menyarankan untuk membuat tubuh lebih aktif bergerak. Memperbanyak langkah setiap harinya, bisa membantu Anda lebih mudah turunkan berat badan berlebih.
Jina mengatakan untuk memulainya dengan 10.000 langkah setiap hari. Aktivitas fisik akan meningkatkan pengeluaran energi, membantu tubuh memanfaatkan insulin dengan lebih efektif sehingga mencegah risiko diabetes.
Saat beraktivitas, karbohidrat yang tersimpan dalam otot akan digunakan sebagai energi. Proses itu menyebabkan produksi lemak lebih rendah.
Merasa berjalan 10.000 langkah terlalu berat? Jina memberikan trik agar Anda bisa lebih banyak melangkah. Gunakan anak tangga ketimbang naik lift, membiasakan berkendaraan umum atau mengambil tempat parkir mobil yang lebih jauh dari kantor.
Pelari Indonesia sekaligus personil band, Fajar 'Alexa' juga memberi tips sederhana untuk mencapai target 10.000 langkah sehari.
"Jalan kaki 30 menit itu sudah 5.000 langkah. Jadi tinggal utang 5.000 lagi. Aku sendiri kalau sedang tidak banyak latihan tapi perlu pergerakan banyak, mulai membiasakan naik transportasi umum," ujar Fajar.
Menurutnya untuk mencapai keberhasilan dalam mendapatkan berat badan ideal, kuncinya adalah konsistensi meskipun dimulai secara perlahan.
"Kalau untuk menguatkan jantung diperlukan gerakan yang agak lebih banyak," sarannya. (hst/eny)
Elektronik & Gadget
Bikin Sejuk Dimanapun Kamu! Intip 3 Rekomendasi Kipas Mini Portable Di Bawah 200 Ribu
Hobbies & Activities
4 Novel Ini Menggugah Rasa dan Pikiran, Layak Dibaca Sekali Seumur Hidup
Elektronik & Gadget
Vivo iQOO 15: Flagship Baru Super Kencang dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 & Layar 144Hz
Elektronik & Gadget
KiiP Wireless EW56: Power Bank Magnetik yang Bikin Hidup Lebih Praktis
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Nggak Cuma Enak Jadi Camilan, Dark Chocolate Juga Bisa Memperlambat Penuaan
Studi Ungkap Bawang Putih Ternyata Bisa Jadi Mouthwash Alami Lawan Bakteri
Tipe Orang Saat Olahraga Berdasarkan Zodiaknya: Mana yang Kamu Banget?
Bukan karena Pewarnaan, 80% Rambut Wanita Indonesia Rusak karena Ini
Fakta! Kentut Wanita Lebih Bau Dibanding Pria, Ada Penjelasan Ilimiahnya
Most Popular
1
Potret Chloe Anak Melaney Ricardo Ikut Sekolah Model, Curi Atensi
2
Emas Batangan Vs Perhiasan Emas, Mana yang Lebih Cuan Jadi Investasi?
3
8 Gaya Hijab Miss International 2017 Kevin Liliana Jadi Juri di Miss Charm
4
Kate Cassidy Beri Utimatum untuk Calon Pacar: Akan Selalu Cinta Liam Payne
5
Ramalan Zodiak Cinta 16 Desember: Scorpio Percaya Si Dia, Pisces Jangan Curiga
MOST COMMENTED











































