Ini Berat Badan yang Seharusnya Turun Secara Normal dengan Diet Sehat

Hestianingsih - wolipop Minggu, 17 Jul 2016 16:25 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Tidak sedikit orang melakukan diet ekstrem untuk menurunkan berat badan agar menjadi langsing. Berbagai tipe diet diciptakan dengan menjanjikan hasil instan; turun beberapa kilogram hanya dalam waktu singkat.

Sebagian orang yang menjalani diet ekstrem --memangkas asupan kalori secara drastis-- memang berhasil menurunkan berat badannya secara drastis. Tapi kebanyakan diet jenis ini tidak bisa dilakukan jangka panjang karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh. Alih-alih tetap langsing, banyak yang akhirnya kembali ke pola makan awal dan menambah lebih banyak bobot tubuh dari sebelumnya.

Belum lagi berat badan yang berubah terlalu drastis bisa membuat seseorang jadi malnutrisi bahkan berpotensi mengidap anoreksia. Secara ilmiah, penurunan berat badan yang sehat dan normal ternyata ada 'hitung-hitungannya'. Ingin berat badan ideal bertahan selama mungkin? Kuncinya adalah diet sehat dan penurunan berat badan yang perlahan. Berapa kilogram berat badan yang turun secara normal hanya dengan diet sehat?

"Berusahalah menghilangkan 0,5 sampai 0,9 kg dalam seminggu untuk penurunan berat badan jangka panjang," ujar Marissa Lippert, R.D., penulis 'The Cheater's Diet' seperti dikutip dari Women's Health.

Jika penurunan berat badan konsisten dilakukan setiap minggu, maka bobot Anda bisa turun maksimal 1,8 kg hingga 3,6 kg dalam sebulan. Pengurangan itu sudah cukup untuk membuat ukuran baju Anda turun hingga setengah ukuran biasanya.

Pemilik Nourish Kitchen + Table di New York City, Amerika Serikat ini juga menyatakan bahwa diet ekstrem yang menjanjikan turun berat badan hingga 13 kg dalam 30 hari, sebenarnya tidak terlalu efektif. Mengubah pola makan dan mengurangi kalori secara drastis hanya akan membuat Anda tidak bersemangat diet dan akhirnya membuat Anda turun berat badan lebih lama.

"Metabolisme Anda akan melambat karena tidak mendapatkan cukup energi yang dibutuhkan untuk membakar kalori dengan efisien," jelas Marissa.

Sejumlah penelitian pun menunjukkan bahwa program pengurangan kalori secara drastis sering kali berakhir gagal dalam penurunan berat badan. sebanyak 33 persen hingga 60 persen pediet yang melakukan diet ekstrem justru bertambah beratnya lebih banyak ketimbang bobot yang hilang ketika diet.

Idealnya, wanita tidak boleh mengonsumsi kurang dari 1.200 kalori per hari. Makanan yang dikonsumsi pun haruslah sehat dan tinggi nilai gizinya. Marissa juga menyarankan untuk tidak terlalu memikirkan jumlah kalori yang harus diasup setiap harinya. Menghitung kalori, hanya akan mengendurkan semangat Anda untuk mendapatkan berat badan yang ideal.

"Kalau Anda terlalu terpaku pada angka (kalori), sangat sulit untuk mempertahankan perubahan (berat badan) yang tahan lama. Fokuslah pada konsumsi makanan utuh (tidak terlalu banyak mengalami proses di pabrik -red) dan kalori akan turun dengan sendirinya," saran Marissa.

Anda bisa memulainya dari perubahan-perubahan kecil. Misalnya mengurangi olesan mentega pada roti panggang dari dua sendok makan menjadi hanya satu sendok makan. Pilih salad sayuran sebagai menu pembuka ketimbang chicken wings atau bruschetta dengan saus keju. Anda juga bisa menurunkan kalori dengan mengurangi dressing Thousand Islands pada salad, atau menggantinya dengan minyak zaitun.

"Kalau melakukan sesuatu yang ekstrem, akan sulit untuk membuat Anda termotivasi untuk konsisten melakukannya," pungkasnya.

Perubahan kecil dalam diet, akan membuat Anda lebih banyak menurunkan berat badan --dengan cara yang sehat-- ketimbang perubahan besar tapi tidak ada efeknya untuk jangka panjang. (hst/hst)