Keputihan Campur Darah Bisa Jadi Tanda Kanker Serviks
Bercinta menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi pasangan suami istri. Namun, Anda perlu waspada ketika kegiatan seksual tersebut mengalami rasa sakit bahkan sampai mengeluarkan darah. Bercinta lalu mengeluarkan darah bisa menjadi indikasi kanker serviks.
Menurut spesialis kebidanan dan penyakit kandungan, Dr. M. Rezha Faisal, SpOG, keluarnya darah dari vagina saat berhubungan intim bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya luka pada dinding vagina atau mulut rahim. Luka ini terjadi karena gesekan yang terlalu kuat sehingga menyebabkan iritasi dinding vagina. Apabila hal ini yang menjadi penyebabnya, bisa disiasati dengan penggunaan pelumas agar vagina lebih licin untuk menghindari iritasi.
Nah, kondisi yang perlu diwaspadai adalah ketika darah yang dikeluarkan berkaitan dengan keputihan dan berbau busuk. Jika sudah begitu, bisa dipastikan terdapat masalah pada organ intim kewanitaan yang menjadi tanda tanda kanker leher rahim atau kanker serviks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sudah timbul keputihan, bau busuk dan pendarahan pasca berhubungan, yang harus diwaspadai adalah kanker serviks stadium lanjut," ujarnya ketika diwawancarai Wolipop pada hari Rabu (27/08/2014) lalu di rumahnya di daerah Bekasi.
Dr. Rezha menyarankan kepada wanita, baik yang sudah menikah atau yang pernah melakukan kontak seksual untuk rutin melakukan pemeriksaan untuk deteksi dini sehingga bisa dilakukan penanganan sejak dini. "Kalau sudah stadium lanjut ya sudah susah diobati, paling hanya memperlambat penyebarannya," tambahnya lagi.
Pengobatan kanker serviks bisa dilkukan dengan proses radiasi dan kemoterapi. Kemoterapi adalah penggunaan zat kimia yang dilakukan untuk menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker pada tubuh pasien. Proses ini menggunakan obat yang bermacam-macam tergantung dengan jenis kankernya. Sedangkan pengobatan kanker dengan proses radiasi dapat dilakukan dengan menggunakan sinar radiasi luar dan dalam.
"Sebetulnya untuk kanker serviks tidak ada obat yang efektif untuk menyembuhkannya. Obat yang diberikan hanya untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker tetapi tidak bisa membunuh atau menghancurkan sel-sel ini," jelas dokter yang berusia 36 tahun ini.
Jangan khawatir, karena kanker serviks bisa dicegah dengan melakukan vaksin. Menurut Dr. Rezha, vaksin kanker serviks yang dilakukan sejauh ini mempunyai tingkat keefektifan yang tinggi. Penemuan vaksin kanker serviks ini masih baru dilakukan dan sampai saat ini sedang dalam penelitian.
"Sebaiknya sebelum menikah atau menjelang pernikahan, wanita bisa melakukan vaksin kanker serviks. Dari kuliah pun juga boleh, karena efektivitas vaksin ini bisa untuk seumur hidup," jelasnya kemudian. Vaksin kanker serviks biasanya dilakukan selama tiga kali dan dilaksanakan secara berkala.
(kik/kik)
Elektronik & Gadget
Upgrade Kontenmu dengan TNW A36 / A37 Wireless Microphone yang Bikin Suara Makin Jernih!
Elektronik & Gadget
Rekomendasi Powerbank Mini, Solusi Maksimal. Pilihan Praktis Agar Gadget Selalu Siap Tempur!
Perawatan dan Kecantikan
Tampil Fresh Seharian dengan 3 Bonavie Extrait Parfum Balm yang Wangi Elegan!
Perawatan dan Kecantikan
Sunscreen Anti Ribet untuk Outdoor, NIVEA vs SKINTIFIC, Mana Favoritmu?
Terbukti Bikin Awet Muda, Ini 3 Kebiasaan yang Wajib Kamu Coba!
7 Tips Makan Sehat Saat Lebaran agar Berat Badan Tetap Terjaga
Tren Tubuh Sangat Kurus di Oscars Bikin Khawatir, Efek Ozempic Disorot
Jangan Salah Bawa Bekal! 4 Camilan Sehat yang Cocok untuk Perjalanan Mudik
Vagina Gatal Padahal Sudah Bersih? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
Ramalan Zodiak 26 Maret: Libra Banyak Masalah, Sagitarius Tetap Tenang
Foto: Erdem Fall 2026, Saat Muse Ikonis 'Berbicara' Lewat Busana
Viral Gaya Seksi Jennie BLACKPINK Pamer Perut Ramping di ComplexCon Hong Kong
Potret Lucinta Luna Manglingi Dengan Gaya Rambut Baru, Jadi Bak Oppa Korea











































