Studi: Diet Sejak Usia Muda Bisa Berakibat Gangguan Kesehatan Saat Dewasa

- wolipop Senin, 04 Agu 2014 09:49 WIB
Dok. Thinkstock
Jakarta - Banyak wanita yang melakukan diet ketat demi mendapatkan bentuk dan berat tubuh seideal mungkin. Tak hanya wanita dewasa saja, upaya penurunan berat badan juga kerap dilakukan remaja sampai anak-anak karena tergiur untuk memiliki tubuh seseksi para supermodel maupun selebriti dunia.

Namun keinginan kuat untuk berdiet rupanya menimbulkan dampak negatif jika dilakukan di usia dini. Sebuah penelitian mengungkapkan, semakin dini wanita mulai melakukan diet maka kecenderungan untuk mengalami gangguan pola makan dan kecanduan alkohol semakin tinggi.

Penelitian dilakukan oleh Florida State University, Amerika Serikat selama 10 tahun dan melibatkan 1.340 siswa. Seperti dikutip dari Daily Mail, berdasarkan hasil studi, diketahui bahwa menjadi kurus sudah menjadi semacam budaya yang harus diikuti dan itu memengaruhi para wanita dari berbagai kalangan usia.

Ironisnya, dari penelitian terungkap bahwa ada responden yang sudah mulai berdiet sejak usia kanak-kanak, sementara responden lain mengaku mengikuti program pengontrolan kalori di usia 26 tahun. Penelitian tersebut juga menyebutkan, semakin muda seorang wanita mulai berdiet maka risiko mengalami gangguan kesehatan juga lebih tinggi, sedikitnya 10 tahun kemudian.

Studi yang dipimpin profesor Pamela Keel itu belum menemukan penyebab kenapa diet dari usia muda bisa berpengaruh terhadap kesehatan saat dewasa nanti. Namun satu yang menjadi kemungkinannya, karena pola hidup dan pola makan yang dijalani sudah berbeda dari yang seharusnya, sehingga akibatnya baru bisa dirasakan beberapa tahun kemudian.

Gangguan pola makan seringkali didorong oleh kondisi sosial, psikologis dan faktor biologis. Faktor lingkungan dan budaya cukup berperan mendorong para wanita melakukan diet sejak usia muda, karena anggapan bahwa 'cantik itu harus kurus', atau 'cantik itu harus langsing'.

Demi Lovato, Lady Gaga dan kembar Mary-Kate-Ashley Olsen merupakan beberapa selebriti yang pernah mengalami gangguan pola makan akibat menjalani diet di usia muda. Demi, yang kini berusia 21 tahun secara terbuka mengungkapkan kalau dirinya sempat menderita bulimia di usia 8 atau 9 tahun.

"Aku mulai makan berlebihan, tidak terkontrol. Aku membuat cookies dan memakannya habis dalam satu loyang dan itu aku lakukan ketika aku merasa tidak senang dengan keadaan tubuhku. Setelah itu aku akan membuat diriku kelaparan dan akhirnya memuntahkan semua," tutur Demi dalam wawancara dengan sebuah majalah gaya hidup.

Gangguan pola makan yang dialami juri ajang bakat 'X Factor' ini memicunya ke dalam kondisi yang lebih parah lagi, kecanduan kokain. Namun akhirnya Demi sadar kalau semua itu harus berhenti dan usaha kerasnya keluar dari jeratan narkoba dan bulimia pun berhasil. Kini ia menjalani pola makan yang lebih sehat dan kariernya pun sukses.

Seperti Demi, Lady Gaga pun pernah mengalami bulimia di masa awal kariernya. Kepada majalah Vanity Fair, penyanyi berpenampilan eksentrik itu mengungkapkan bahwa dirinya mengidap bulimia pada 2005, yaitu saat ia berusia 19 tahun. Kasus obsesi diet yang berujung pada gangguan pola makan paling parah terjadi pada Isabelle Caro. Model dan aktris asal Prancis itu telah mengalami anoreksia sejak usia 13 tahun. Ia menjadi aktivis 'No Anorexia' pada 2006 untuk menyadarkan bahaya akan anoreksia. Pada 2010, Isabelle meninggal dunia karena anoreksia yang menyebabkan dirinya mengalami malnutrisi.

Penelitian tersebut diharapkan bisa menjadi pengingat para kaum muda untuk lebih mencintai tubuhnya sendiri. Para ilmuwan juga menghimbau masyarakat untuk lebih menekankan akan pentingnya hidup sehat ketimbang menjadi langsing bak model. 

(hst/hst)