Liputan Khusus Deddy Corbuzier
Orang yang Tidak Disarankan Melakukan Diet OCD
Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Jumat, 30 Agu 2013 18:05 WIB
Jakarta
-
Belakangan ini marak diet dengan metode berpuasa yang dikenal dengan OCD (Obsessive Corbuzier's Diet) atau Diet Corbuzier. Sudah barang tentu, orang yang mempopulerkannya tidak lain adalah Deddy Corbuzier, mentalist ternama yang kini aktif sebagai presenter dan juri ajang pencarian bakat.
Diet ini diklaim cocok untuk pria dan wanita, baik yang bertubuh gemuk atau kurus. Deddy menuturkan, bagi pelaku OCD yang memiliki lemak tinggi atau obesitas, maka berat badan akan cepat turun. Dalam seminggu, bobot bisa turun hingga 4 kg.
Sementara bagi orang bertubuh kurus yang juga menjalani diet ini, Deddy mengklaim berat badan tidak akan berkurang, hanya lemaknya saja yang hilang. "Jadi ketika manusia sudah kurus dia tidak akan bertambah kurus lagi," jelasnya, saat ditemui wolipop di Hanggar Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (27/08/2013).
Bagaimana menurut pendapat ahli? Pakar gizi dan nutrisi Prof. Dr. Ir Hardinsyah, MS berpendapat lain. Menurutnya OCD baik diterapkan pada orang gemuk atau kelebihan lemak dan ingin membentuk otot, juga memiliki bentuk tubuh apel. Namun untuk bentuk tubuh selain itu (bentuk tubuh pisang dan pir), Diet Corbuzier tidak disarankan.
"Kalau bentuk pisang, dia sudah kurus dan sulit gemuk. Ngapain lagi dia (OCD)? Bisa bahaya. Karena orang kurus butuh banyak energi," ujar pria yang biasa disapa Hardin ini, ketika berbincang dengan wolipop pada Rabu (27/08/2013) di Puri Denpasar Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan.
Orang bertubuh kurus cenderung memiliki lemak yang sedikit atau kurang dari yang dibutuhkan. Apabila lemak dipangkas lagi dengan OCD, maka kemungkinan mengalami gangguan kesehatan lebih besar.
"Kalau lemak tubuh sedikit, mens bisa terganggu. Saat masih remaja misalnya, mensnya bisa tertunda. Lalu menjelang menopause hormonnya bisa terganggu dan bisa juga sulit hamil," terangnya.
Namun itu Deddy tetap berpendapat bahwa OCD aman untuk dijalani orang bertubuh kurus. Asalkan melakukan pola makan yang benar. "Kalau Anda mulainya sudah kurus dengan pola ini jelas asupan makanan harus benar ya. Misalnya habis puasa makannya lontong doang satu ya tambah kurus," kata Deddy.
Sementara bagi wanita hamil yang ingin menerapkan Diet Corbuzier, baik Deddy maupun Hardin sepakat tidak menganjurkan. "Tidak cocok untuk lansia, ibu hamil dan anak kecil karena nutrisinya harus kontinu dan nggak bisa ditunda," ucap Hardin. Deddy juga menambahkan, "Kalau lagi hamil mah jangan."
(hst/fer)
Diet ini diklaim cocok untuk pria dan wanita, baik yang bertubuh gemuk atau kurus. Deddy menuturkan, bagi pelaku OCD yang memiliki lemak tinggi atau obesitas, maka berat badan akan cepat turun. Dalam seminggu, bobot bisa turun hingga 4 kg.
Sementara bagi orang bertubuh kurus yang juga menjalani diet ini, Deddy mengklaim berat badan tidak akan berkurang, hanya lemaknya saja yang hilang. "Jadi ketika manusia sudah kurus dia tidak akan bertambah kurus lagi," jelasnya, saat ditemui wolipop di Hanggar Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (27/08/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bentuk pisang, dia sudah kurus dan sulit gemuk. Ngapain lagi dia (OCD)? Bisa bahaya. Karena orang kurus butuh banyak energi," ujar pria yang biasa disapa Hardin ini, ketika berbincang dengan wolipop pada Rabu (27/08/2013) di Puri Denpasar Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan.
Orang bertubuh kurus cenderung memiliki lemak yang sedikit atau kurang dari yang dibutuhkan. Apabila lemak dipangkas lagi dengan OCD, maka kemungkinan mengalami gangguan kesehatan lebih besar.
"Kalau lemak tubuh sedikit, mens bisa terganggu. Saat masih remaja misalnya, mensnya bisa tertunda. Lalu menjelang menopause hormonnya bisa terganggu dan bisa juga sulit hamil," terangnya.
Namun itu Deddy tetap berpendapat bahwa OCD aman untuk dijalani orang bertubuh kurus. Asalkan melakukan pola makan yang benar. "Kalau Anda mulainya sudah kurus dengan pola ini jelas asupan makanan harus benar ya. Misalnya habis puasa makannya lontong doang satu ya tambah kurus," kata Deddy.
Sementara bagi wanita hamil yang ingin menerapkan Diet Corbuzier, baik Deddy maupun Hardin sepakat tidak menganjurkan. "Tidak cocok untuk lansia, ibu hamil dan anak kecil karena nutrisinya harus kontinu dan nggak bisa ditunda," ucap Hardin. Deddy juga menambahkan, "Kalau lagi hamil mah jangan."
(hst/fer)
Perawatan dan Kecantikan
Angkat Makeup dan Kotoran dengan Sekali Bilas, BEPLAIN Mung Bean Cleansing Oil, Solusi Deep Cleansing yang Lembut di Kulit!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Lebih Tenang dan Bersih dengan Mediheal Madecassoside Blemish Pad, Solusi Praktis untuk Skincare Harian!
Elektronik & Gadget
Anti Kehabisan Baterai di Jalan, Rekomendasi Powerbank Praktis yang Wajib Dibawa Saat Mudik!
Elektronik & Gadget
Baterai Aman Sepanjang Perjalanan, Ini Perlengkapan Charger yang Wajib Dibawa Saat Mudik!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Vagina Gatal Padahal Sudah Bersih? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
9 Buah yang Bagus untuk Mengatasi Jerawat Agar Wajah Mulus Saat Lebaran
Tren Unik di Dubai, Orang Datang ke Gym untuk Latihan Tidur Siang
Diet Hormon Viral di TikTok, Benarkah Bisa Atasi Jerawat hingga Mood Swing?
6 Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Kesehatan, Cocok Jadi Menu Buka Puasa
Most Popular
1
Foto: Adu Gaya Seksi Para Bintang di Karpet Merah Oscars After Party 2026
2
Makin Panas, Keluarga Kim Sae Ron Diduga Alami Tekanan Akibat Kim Soo Hyun
3
Pesona Son Ye Jin dengan Otot Perut Kencang, Tak Disangka Sudah Jadi Ibu
4
Vagina Gatal Padahal Sudah Bersih? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
5
Terungkap Ucapan Timothee Chalamet ke Kylie Jenner Sebelum Kalah di Oscar 2026
MOST COMMENTED











































