Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Trauma Masa Kecil Jadi Penyebab Timbulnya Selulit pada Wanita?

Hestianingsih - wolipop
Selasa, 30 Jul 2013 13:14 WIB
...
Dok. Thinkstock
Jakarta - Selulit merupakan masalah kulit yang dialami hampir semua wanita. Menurut penelitian, 80 persen wanita memiliki penampakan 'kulit jeruk' ini, tak terkecuali selebriti seperti Kim Kardashian dan Sienna Miller.

Berbagai produk pun diluncurkan dan cara-cara ekstrim dilakukan untuk mengatasi selulit. Mulai dari olahraga, diet detoks, koyo green tea, lotion, gel hingga pakaian yang diklaim bisa menghilangkan selulit. Tapi menurut seorang psikolog, selulit bisa dihilangkan tanpa semua produk yang disebutkan tadi.

Psikolog asal Venezuela, Martha Sanchez Navarro mengklaim, masalah kulit yang umumnya dialami wanita usia 30an ke atas ini bisa diatasi dengan terapi konsultasi. Ia yakin selulit lebih banyak disebabkan oleh trauma masa kecil, bukan karena latihan yang tidak tepat atau sirkulasi darah tidak lancar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Martha mengatakan bahwa emosi yang datangnya dari dalam bisa keluar lewat gejala fisik yang bisa terlihat secara kasat mata. Stres yang dialami seseorang di masa kanak-kanak, misalnya terlalu banyak aturan dari orangtua yang harus dituruti, bisa menumpulkan kreativitas dan menyebabkan timbulnya selulit ketika dewasa nanti.

Pendapat Martha mungkin terdengar tidak masuk akal, namun ia bukan satu-satunya kalangan profesional yang percaya bahwa emosi bisa meninggalkan 'jejak terlihat' di tubuh. Alexander Barani yang seorang ahli kecantikan pun sependapat.

"Kondisi emosional kita jelas memainkan peran besar dalam penampilan fisik dari luar. Rasa tertekan juga bisa memunculkan lebih banyak keriput. Saya menghimbau semua orang agar mau lebih terbuka dengan perasaan Anda untuk mencegah gejala fisik ini timbul keluar," ujar Alexander, seperti dikutip dari Daily Mail.

Sayangnya, teori Sanchez dan Alexander belum disertai dengan bukti ilmiah atau penelitian. Meskipun emosi negatif seperti stres, kesal, marah atau merasa tertekan memang tidak dipungkiri bisa jadi salah satu faktor yang membuat penampilan luar seseorang jadi kurang menarik. Namun tidak bisa disebut sebagai penyebab utama.

Di sisi lain, banyak juga pendapat yang menyatakan bahwa selulit timbul akibat gaya hidup tidak sehat. Misalnya terlalu banyak konsumsi lemak, garam, karbohidrat dan kurang makan serat sehingga terjadi gumpalan dan tumpukan lemak di bawah kulit. Pendapat lain juga menyebutkan beberapa hormon layak 'disalahkan' atas timbulnya selulit. Seperti estrogen, insulin, tiroid dan prolactin yang kerap dianggap sebagai pemicu selulit.

"Ada banyak faktor yang menyebabkan terbentuknya selulit. Termasuk kenaikan berat badan dan obesitas tapi kita tidak bisa langsung bilang kalau semua wanita yang kelebihan berat badan pasti akan memikiki selulit," jelas Dr Wolf, Joint Medical Director di The Private Clinic of Harley Street, Bristol, London.

Dr Wolf juga menambahkan faktor hormonal, genetik, lingkungan dan gaya hidup juga bisa memengaruhi pembentukan selulit. Jadi bukan karena satu atau dua faktor saja. Kekurangan nutrisi atau diet ekstrem bisa menimbulkan selulit pada paha, bokong dan perut. Merokok, kurang minum air putih dan konsumsi garam terlalu banyak juga jadi 'penyumbang' terbentuknya jaringan lemak bawah kulit yang terlihat bergelombang ini.

Bagaimana pendapatnya tentang stres bisa jadi pemicu munculnya selulit? "Stres (jika dibarengi dengan diet tidak sehat dan jarang olahraga) memang bisa mengakibatkan selulit, tapi belum ada penelitian lebih lanjut yang mendukung teori bahwa daya kreativitas yang rendah, atau segala macam tekanan emosional bisa memicu timbulnya selulit," terangnya.

Maka dari itu Dr Wolf menyarankan, sebelum riset lain dilakukan untuk membuktikan teori tersebut, wanita sebaiknya tetap fokus menjalani diet sehat. Jaga selalu berat badan ideal, rutin olahraga dan pola makan bernutrisi serta rendah kalori.

(hst/hst)
...
Hide Ads