Liputan Khusus
Gel & Krim Pelangsing Bisa Bantu Bakar Lemak, Tapi...
wolipop
Jumat, 14 Des 2012 17:56 WIB
Jakarta
-
Banyak produk-produk yang diklaim bisa menghancurkan lemak di area tertentu seperti perut, lengan dan paha. Seperti krim atau gel pelangsing misalnya, cukup dengan mengoleskannya di area yang bermasalah dan memijatnya secara memutar, lemak pun luruh dan tubuh jadi lebih ramping.
Sekadar janji manis untuk promosi, atau benar efektif? Ahli gizi Prof. Dr. Hardinsyah, MS mengatakan, krim atau gel pelangsing kemungkinan bisa membantu proses penghancuran lemak di tiga area tersebut. Karena mungkin terkandung zat-zat yang bisa menaikkan suhu tubuh sehingga mampu membakar lemak.
Begitu juga dengan korset pelangsing yang memancarkan panas dengan partikel-partikel elektronik. Uap panas yang dikeluarkan bisa memecah butiran lemak di bagian tubuh yang dipasangi korset.
"Bisa juga karena meningkatkan suhu kulit, sehingga lemak secara perlahan luluh. Proses pemanasan memang merangsang metabolisme," terang pria berusia 53 tahun ini ketika berbincang dengan wolipop di Indofood Tower, Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2012).
Namun jika ditanya efektif atau tidak, Hardin, begitu sapaan akrabnya, menjawab belum tentu. Menurutnya, usaha apapun yang dilakukan dengan paksaan sebenarnya kurang efektif. Artinya, ketika tubuh dipaksa untuk mencapai bentuk idealnya dengan penggunaan benda-benda asing maka hasilnya tidak bisa optimal jika dibandingkan dengan cara alami (diet sehat, olahraga teratur).
"Tidak efektif dalam arti untuk yang berkelanjutan karena sesuatu yang dadakan akan gampang kembali lagi. Karena mindset nggak diubah, hanya fisik yang berubah," ungkap Hardin, yang sehari-harinya mengajar di Departemen Gizi Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB).
Penggunaan krim, gel atau korset pelangsing mungkin bisa lebih efektif untuk jangka pendek. Misalnya, ketika Anda akan menikah satu bulan lagi dan tiba-tiba badan menjadi gemuk sehingga baju pengantin jadi sedikit kesempitan. Maka metode pelangsingan dengan gel atau korset elektrik sebagai alat penunjang bisa membantu prosesnya jadi lebih cepat.
Namun Hardin tak menyarankan cara ini untuk jangka panjang atau ketika Anda mengharapkan hasil yang permanen. Akan lebih efektif melakukan pembakaran lemak dengan olahraga, fitnes atau aktivitas fisik berintensitas tinggi secara rutin.
"Olahraga tingkatkan pembakaran. Apa yang dibakar? Lemak, glukosa, sehingga dia terbuang menjadi tenaga," tutur lulusan S1 Pertanian dan S2 Gizi Masyarakat IPB ini.
(hst/eya)
Sekadar janji manis untuk promosi, atau benar efektif? Ahli gizi Prof. Dr. Hardinsyah, MS mengatakan, krim atau gel pelangsing kemungkinan bisa membantu proses penghancuran lemak di tiga area tersebut. Karena mungkin terkandung zat-zat yang bisa menaikkan suhu tubuh sehingga mampu membakar lemak.
Begitu juga dengan korset pelangsing yang memancarkan panas dengan partikel-partikel elektronik. Uap panas yang dikeluarkan bisa memecah butiran lemak di bagian tubuh yang dipasangi korset.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jika ditanya efektif atau tidak, Hardin, begitu sapaan akrabnya, menjawab belum tentu. Menurutnya, usaha apapun yang dilakukan dengan paksaan sebenarnya kurang efektif. Artinya, ketika tubuh dipaksa untuk mencapai bentuk idealnya dengan penggunaan benda-benda asing maka hasilnya tidak bisa optimal jika dibandingkan dengan cara alami (diet sehat, olahraga teratur).
"Tidak efektif dalam arti untuk yang berkelanjutan karena sesuatu yang dadakan akan gampang kembali lagi. Karena mindset nggak diubah, hanya fisik yang berubah," ungkap Hardin, yang sehari-harinya mengajar di Departemen Gizi Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB).
Penggunaan krim, gel atau korset pelangsing mungkin bisa lebih efektif untuk jangka pendek. Misalnya, ketika Anda akan menikah satu bulan lagi dan tiba-tiba badan menjadi gemuk sehingga baju pengantin jadi sedikit kesempitan. Maka metode pelangsingan dengan gel atau korset elektrik sebagai alat penunjang bisa membantu prosesnya jadi lebih cepat.
Namun Hardin tak menyarankan cara ini untuk jangka panjang atau ketika Anda mengharapkan hasil yang permanen. Akan lebih efektif melakukan pembakaran lemak dengan olahraga, fitnes atau aktivitas fisik berintensitas tinggi secara rutin.
"Olahraga tingkatkan pembakaran. Apa yang dibakar? Lemak, glukosa, sehingga dia terbuang menjadi tenaga," tutur lulusan S1 Pertanian dan S2 Gizi Masyarakat IPB ini.
(hst/eya)
Fashion
Converse Chuck 70 Purple/Blue, Sepatu Stylish untuk Gaya Kasual
Olahraga
Tecnifibre WALL MASTER 365, Raket Padel Stabil untuk Rally Cepat
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Lembut Berkilau Saat Mudik Lebaran dengan MO.RA Keratin Intensive Hair Repair Mask!
Elektronik & Gadget
Ide Hadiah Lebaran untuk yang Aktif, Xiaomi Smart Band 10, Stylish, dan Siap Temani Olahraga!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
9 Buah yang Bagus untuk Mengatasi Jerawat Agar Wajah Mulus Saat Lebaran
Tren Unik di Dubai, Orang Datang ke Gym untuk Latihan Tidur Siang
Diet Hormon Viral di TikTok, Benarkah Bisa Atasi Jerawat hingga Mood Swing?
6 Manfaat Tak Terduga Nanas untuk Kesehatan, Cocok Jadi Menu Buka Puasa
Kisah Wanita Hampir Kehilangan Nyawa Karena Manikur Gel
Most Popular
1
Pertama Kali, Leonardo DiCaprio Ajak Vittoria Ceretti ke Oscars
2
5 Pasangan Drama China Paling Populer, Chemistry-nya Bikin Baper
3
Cinlok Hingga Menikah, Tiffany SNSD Ungkap Cara Byun Yo Han PDKT
4
Kylie Jenner Tampil Seksi Ala Jessica Rabbit di Oscar, Pakai Berlian 200 Karat
5
Kisah Viral Pria Nikahi Wanita 23 Tahun Lebih Tua, Istri Sering Dikira Ibunya
MOST COMMENTED











































