7 Cedera yang Sering Dialami ketika Jogging & Cara Mencegahnya
wolipop
Selasa, 04 Des 2012 18:38 WIB
Jakarta
-
Jogging merupakan aktivitas olahraga yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Namun, jika tidak dilakukan dengan tepat akan menimbulkan cedera, dari cedera ringan hingga berat. Kenali tujuh cedera yang sering dialami saat jogging, dan cara untuk mencegahnya seperti dilansir dari All Women Stalk.
1. Sakit pada Tulang Kering karena Benturan
Terkilir dan sakit pada tulang kering sering terjadi apabila Anda terjatuh atau terbentur benda keras ketika lari atau jogging. Cedera ini umumya terjadi pada orang yang baru mulai latihan lari, terutama ketika berlari terlalu intens dan cepat. Cara untuk menghindarinya adalah dengan mengurangi kecepatan berlari. Jangan memaksakan diri untuk berlari terlalu jauh atau cepat hanya untuk membakar lebih banyak kalori. Tambah jarak lintasan lari Anda secara bertahap, minimal 5-10 meter setiap minggunya.
2. Sindrom Piriformis
Cedera ketika berlari seringkali menimbulkan sakit atau nyeri di daerah bokong. Namun kadangkala dapat juga menyebar hingga area kaki dan bawah punggung. Kunci untuk menghindari sindrom tersebut adalah dengan berlari pada permukaan tanah yang rata dan melakukan stretching atau peregangan pada paha belakang setelah berlari.
3. Tertariknya Urat Lutut
Pengencangan urat lutut sering terjadi dan mengakibatkan kencangnya otot betis. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan stretching pada bagian otot setelah berlari. Cara lain yang dianjurkan oleh kebanyakan dokter yang menangani seputar penanganan cedera olahraga adalah melakukan stretching pada bagian belakang kaki setelah berlari, sehingga menjaga kondisi ketika otot baru selesai bekerja.
4. Cedera Lutut
Sepatu yang nyaman digunakan dan permukaan lintasan lari yang baik adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya cedera di daerah ini. Wanita pada umumnya rentan mengalami cedera pada lutut. Namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, yakni; latihan kekuatan kuadrisep, menurunkan kecepatan berlari, mengurangi rute lintasan yang menanjak, serta menaikkan jarak lintasan sedikit demi sedikit.
5. Sindrom Ikatan-Iliotibal
Jika Anda sering merasakan sakit pada bagian luar lutut, dan mengira bahwa itu adalah cedera lutut, mungkin sebenarnya yang Anda alami adalah sindrom ikatan iliotibal. Sindrom ini terjadi karena ligamen yang bergeser pada kaki Anda, mulai dari area pinggul hingga tulang kering. Cedera ini dapat dicegah dengan mengurangi penekanan pada bagian pergelangan dengan menggunakan sepatu olahraga yang tepat serta mengurangi jarak berlari pada ketinggian permukaan tanah yang terlalu menanjak. Cedera ini diduga terjadi karena lebar pinggang wanita lebih besar dibandingkan dengan pria, sehingga menyebabkan posisi kaki cenderung lebih miring ketika berlari.
6. Plantar Fasciitis
Setiap injakan membuat bagian telapak kaki Anda lelah dan sakit, rasa nyeri juga seringkali amat tajam dan menyiksa tanpa henti. Cara untuk mengatasinya adalah mencari sepatu dengan lengkungan yang sesuai dengan kaki Anda, dan berjalan pada permukaan tanah yang bergelombang. Orang yang memiliki berat badan terlalu kurus ataupun gemuk juga terancaman mengalami cedera Plantar Fasciitis. Karena itu berlarilah dengan kecepatan sedang dan jangan terlalu banyak berlari.
7. Patah Tulang
Patah tulang dapat dialami pada setiap olahraga, termasuk olahraga lari. Jika Anda mengalami rasa sakit yang tak tertahankan dan pembengkakan, hubungi dokter dan lakukan rontgen. Lebih baik menanggulangi secara cepat daripada terlambat.
Semua cedera memang mengakibatkan efek yang tidak mengenakan, namun bukan berarti hal tersebut menyebabkan Anda berhenti melakukan olahraga lari yang Anda senangi. Pencegahan adalah kuncinya, dan lakukan diagnosa dan terapi fisik secara cepat dan tepat. Pastikan sepatu yang digunakan sudah tepat dan berlarilah pada permukaan tanah yang baik. Yang terakhir, jangan terlalu memaksakan tubuh Anda. Ketika tubuh sudah merasa tidak nyaman, segera berhenti, cari tempat untuk istirahat dan hirup udara segar.
(hst/rma)
1. Sakit pada Tulang Kering karena Benturan
Terkilir dan sakit pada tulang kering sering terjadi apabila Anda terjatuh atau terbentur benda keras ketika lari atau jogging. Cedera ini umumya terjadi pada orang yang baru mulai latihan lari, terutama ketika berlari terlalu intens dan cepat. Cara untuk menghindarinya adalah dengan mengurangi kecepatan berlari. Jangan memaksakan diri untuk berlari terlalu jauh atau cepat hanya untuk membakar lebih banyak kalori. Tambah jarak lintasan lari Anda secara bertahap, minimal 5-10 meter setiap minggunya.
2. Sindrom Piriformis
Cedera ketika berlari seringkali menimbulkan sakit atau nyeri di daerah bokong. Namun kadangkala dapat juga menyebar hingga area kaki dan bawah punggung. Kunci untuk menghindari sindrom tersebut adalah dengan berlari pada permukaan tanah yang rata dan melakukan stretching atau peregangan pada paha belakang setelah berlari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengencangan urat lutut sering terjadi dan mengakibatkan kencangnya otot betis. Hal ini dapat dicegah dengan melakukan stretching pada bagian otot setelah berlari. Cara lain yang dianjurkan oleh kebanyakan dokter yang menangani seputar penanganan cedera olahraga adalah melakukan stretching pada bagian belakang kaki setelah berlari, sehingga menjaga kondisi ketika otot baru selesai bekerja.
4. Cedera Lutut
Sepatu yang nyaman digunakan dan permukaan lintasan lari yang baik adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya cedera di daerah ini. Wanita pada umumnya rentan mengalami cedera pada lutut. Namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya, yakni; latihan kekuatan kuadrisep, menurunkan kecepatan berlari, mengurangi rute lintasan yang menanjak, serta menaikkan jarak lintasan sedikit demi sedikit.
5. Sindrom Ikatan-Iliotibal
Jika Anda sering merasakan sakit pada bagian luar lutut, dan mengira bahwa itu adalah cedera lutut, mungkin sebenarnya yang Anda alami adalah sindrom ikatan iliotibal. Sindrom ini terjadi karena ligamen yang bergeser pada kaki Anda, mulai dari area pinggul hingga tulang kering. Cedera ini dapat dicegah dengan mengurangi penekanan pada bagian pergelangan dengan menggunakan sepatu olahraga yang tepat serta mengurangi jarak berlari pada ketinggian permukaan tanah yang terlalu menanjak. Cedera ini diduga terjadi karena lebar pinggang wanita lebih besar dibandingkan dengan pria, sehingga menyebabkan posisi kaki cenderung lebih miring ketika berlari.
6. Plantar Fasciitis
Setiap injakan membuat bagian telapak kaki Anda lelah dan sakit, rasa nyeri juga seringkali amat tajam dan menyiksa tanpa henti. Cara untuk mengatasinya adalah mencari sepatu dengan lengkungan yang sesuai dengan kaki Anda, dan berjalan pada permukaan tanah yang bergelombang. Orang yang memiliki berat badan terlalu kurus ataupun gemuk juga terancaman mengalami cedera Plantar Fasciitis. Karena itu berlarilah dengan kecepatan sedang dan jangan terlalu banyak berlari.
7. Patah Tulang
Patah tulang dapat dialami pada setiap olahraga, termasuk olahraga lari. Jika Anda mengalami rasa sakit yang tak tertahankan dan pembengkakan, hubungi dokter dan lakukan rontgen. Lebih baik menanggulangi secara cepat daripada terlambat.
Semua cedera memang mengakibatkan efek yang tidak mengenakan, namun bukan berarti hal tersebut menyebabkan Anda berhenti melakukan olahraga lari yang Anda senangi. Pencegahan adalah kuncinya, dan lakukan diagnosa dan terapi fisik secara cepat dan tepat. Pastikan sepatu yang digunakan sudah tepat dan berlarilah pada permukaan tanah yang baik. Yang terakhir, jangan terlalu memaksakan tubuh Anda. Ketika tubuh sudah merasa tidak nyaman, segera berhenti, cari tempat untuk istirahat dan hirup udara segar.
(hst/rma)
Pakaian Wanita
Yumna by Ammarkids Setelan Anak Perempuan yang Modest dan Praktis untuk Berbagai Aktivitas
Kesehatan
Jangan Tunggu Sakit! Sekarang Cek Gula Darah & Kolesterol Bisa dari Rumah dengan Cara Praktis Ini
Kesehatan
Ternyata Ini Rahasia Recovery Otot Setelah Workout! Whey Protein Jadi Solusinya
Kesehatan
Jalani Puasa Tetap Kuat Meski Aktivitas Padat! Ini Rahasia Jaga Imun Selama Ramadan
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Begadang dan Telat Makan, Ini Dampaknya ke Jam Biologis Hati Kamu!
5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Perempuan, Panjang Umur hingga BB Turun
Puasa Tanpa Bau Mulut! Ini Cara Tepat Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut
5 Makanan Buka Puasa Selain Gorengan, Lebih Sehat dan Bikin Kenyang
7 Cara Ampuh Cegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan
Most Popular
1
Most Pop Sepekan: Permintaan Gubernur Terkaya di Indonesia Saat Pesan Kebaya
2
Kisah Ayah Dituntut Anak Sendiri karena Pakai Angpao Imlek untuk Menikah Lagi
3
5 Gaya Nyentrik Priyanka Chopra Pakai Mantel Bulu saat Promosi Film 'The Bluff'
4
Viral YouTuber Merasa Dirinya Jelek, Kini Kisah Cintanya Bikin Iri Netizen
5
Maddox Kini Tinggalkan Nama Belakang Brad Pitt, Ikut Jejak Adik-adik
MOST COMMENTED











































