4 Makanan yang Bisa Menjaga Kesehatan Jantung
Eya Ekasari - wolipop
Selasa, 16 Okt 2012 18:00 WIB
Jakarta
-
Menjaga kesehatan jantung bisa dimulai dari menjalani gaya hidup yang sehat. Salah satu yang paling mudah adalah dengan rajin mengonsumsi makanan sehat. Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi?
Salah satu penyebab utama munculnya penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke adalah pola makan yang buruk yang memicu terjadi penumpukan lemak dan penyumbatan pembuluh darah ke seluruh tubuh. Agar kondisi ini dapat dicegah, sejumlah penelitian pun merekomendasikan agar calon penderitanya mengonsumsi makanan-makanan tertentu. Apa saja?
1. Ikan
Sebuah pedoman kesehatan yang disusun oleh European Society of Cardiology dalam konferensi Euro Prevent di Dublin, Irlandia, menjelaskan bahwa makan dua porsi dalam seminggu bisa cegah penyakit jantung. Memakan ikan jauh lebih baik ketimbang mengonsumsi suplemen ikan. Hal ini karena ikan mengandung beberapa gizi lain yang tidak bisa ditemui di dalam suplemen tersebut. Omega 3 dipercaya menjadi kandungan yang berikan manfaat baik bagi jantung, namun para ahli belum bisa membuktikannya.
"Hal ini karena ikan mengandung berbagai gizi lain seperti vitamin D, selenium dan yodium yang mungkin juga bermanfaat bagi penyakit kardiovaskular. Tapi perlu diingat, ikan bukan satu-satunya cara terhindar dari penyakit jantung. Selain mengonsumsi ikan, Anda juga perlu memakan makanan sehat, tidak merokok dan aktif secara fisik," jelas Daan, seperti yang dikutip dari Telegraph.
2. Makanan Pedas
Penelitian yang dilakukan di Chinese University of Hong Kong mengatakan bahwa senyawa yang terdapat dalam cabai cayennes, jalapenos dan jenis cabai lainnya dapat menurunkan tekanan darah serta mengurangi kolesterol. Peneliti juga menemukan bahwa cabai memiliki potensi besar untuk melindungi tubuh dari penyakit jantung.
Peneliti menjelaskan, zat pedas dalam cabai dapat menurunkan kadar kolesterol buruk dengan mengurangi akumulasi kolesterol dalam tubuh. Selain itu, Capsaicinoids juga bisa membuat otot-otot menjadi rileks sehingga melancarkan aliran darah ke jantung.
"Tapi kita tidak menyarankan orang untuk memakan cabai secara berlebihan. Diet yang baik adalah soal keseimbangan. Dan ingat, cabai bukanlah pengganti obat medis yang telah terbukti manfaatnya," ujar salah satu peneliti Dr Zhen-Yu Chen, seperti yang dikutip dari Daily Mail.
3. Kulit Kentang
Biasanya, orang hanya memakan daging kentang saja dan membuang kulitnya. Namun ternyata, kulit kentang yang dianggap sampah ini memiliki kandungan serat tinggi yang dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida serta mengurangi penimbunan lemak. Kadar kolesterol yang normal dapat mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke.
"Kulit kentang juga harus dimakan, karena kandungan seratnya yang tinggi sangat baik untuk orang yang menderita tekanan darah tinggi dan diabetes. Karena jenis serat larut dalam air ini dapat mengontrol kerja insulin," ungkap Dr. Samuel Oetoro, MS Spgk, seperti yang dikutip dari Detikfood.
4. Sayuran Hijau
Menurut penelitian di Swedia, sayuran hijau dapat mengurangi peluang serangan jantung hingga 25 persen. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati asupan antioksidan pada pola makan 30.000 wanita Swedia berusia 49-83 tahun. Nyatanya partisipan yang diketahui memiliki asupan antioksidan tertinggi peluangnya 20 persen lebih kecil untuk mengalami serangan jantung dibandingkan partisipan yang asupannya paling rendah.
(eya/eya)
Salah satu penyebab utama munculnya penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke adalah pola makan yang buruk yang memicu terjadi penumpukan lemak dan penyumbatan pembuluh darah ke seluruh tubuh. Agar kondisi ini dapat dicegah, sejumlah penelitian pun merekomendasikan agar calon penderitanya mengonsumsi makanan-makanan tertentu. Apa saja?
1. Ikan
Sebuah pedoman kesehatan yang disusun oleh European Society of Cardiology dalam konferensi Euro Prevent di Dublin, Irlandia, menjelaskan bahwa makan dua porsi dalam seminggu bisa cegah penyakit jantung. Memakan ikan jauh lebih baik ketimbang mengonsumsi suplemen ikan. Hal ini karena ikan mengandung beberapa gizi lain yang tidak bisa ditemui di dalam suplemen tersebut. Omega 3 dipercaya menjadi kandungan yang berikan manfaat baik bagi jantung, namun para ahli belum bisa membuktikannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Makanan Pedas
Penelitian yang dilakukan di Chinese University of Hong Kong mengatakan bahwa senyawa yang terdapat dalam cabai cayennes, jalapenos dan jenis cabai lainnya dapat menurunkan tekanan darah serta mengurangi kolesterol. Peneliti juga menemukan bahwa cabai memiliki potensi besar untuk melindungi tubuh dari penyakit jantung.
Peneliti menjelaskan, zat pedas dalam cabai dapat menurunkan kadar kolesterol buruk dengan mengurangi akumulasi kolesterol dalam tubuh. Selain itu, Capsaicinoids juga bisa membuat otot-otot menjadi rileks sehingga melancarkan aliran darah ke jantung.
"Tapi kita tidak menyarankan orang untuk memakan cabai secara berlebihan. Diet yang baik adalah soal keseimbangan. Dan ingat, cabai bukanlah pengganti obat medis yang telah terbukti manfaatnya," ujar salah satu peneliti Dr Zhen-Yu Chen, seperti yang dikutip dari Daily Mail.
3. Kulit Kentang
Biasanya, orang hanya memakan daging kentang saja dan membuang kulitnya. Namun ternyata, kulit kentang yang dianggap sampah ini memiliki kandungan serat tinggi yang dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida serta mengurangi penimbunan lemak. Kadar kolesterol yang normal dapat mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke.
"Kulit kentang juga harus dimakan, karena kandungan seratnya yang tinggi sangat baik untuk orang yang menderita tekanan darah tinggi dan diabetes. Karena jenis serat larut dalam air ini dapat mengontrol kerja insulin," ungkap Dr. Samuel Oetoro, MS Spgk, seperti yang dikutip dari Detikfood.
4. Sayuran Hijau
Menurut penelitian di Swedia, sayuran hijau dapat mengurangi peluang serangan jantung hingga 25 persen. Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mengamati asupan antioksidan pada pola makan 30.000 wanita Swedia berusia 49-83 tahun. Nyatanya partisipan yang diketahui memiliki asupan antioksidan tertinggi peluangnya 20 persen lebih kecil untuk mengalami serangan jantung dibandingkan partisipan yang asupannya paling rendah.
(eya/eya)
Hobi dan Mainan
Main Sambil Belajar, 2 Mainan Kayu Ini Bantu Asah Kemampuan Kognitif Anak Sejak Dini
Hobi dan Mainan
Hobi yang Bikin Fokus Tanpa Layar, 2 Mainan Brick Ini Cocok Buat Ngisi Waktu Luang
Pakaian Pria
Weekend Mau Santai atau Hiking Sekalian? 2 Sepatu Outdoor Ini Siap Dipakai ke Dua Gaya Aktivitas
Pakaian Pria
Tas Harian yang Nggak Ribet, 2 Backpack Ini Cocok Buat Kerja, Kuliah, sampai Aktivitas Sehari-hari
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Tips Makan Sehat Saat Lebaran agar Berat Badan Tetap Terjaga
Tren Tubuh Sangat Kurus di Oscars Bikin Khawatir, Efek Ozempic Disorot
Jangan Salah Bawa Bekal! 4 Camilan Sehat yang Cocok untuk Perjalanan Mudik
Vagina Gatal Padahal Sudah Bersih? Ini Penyebab yang Sering Tak Disadari
9 Buah yang Bagus untuk Mengatasi Jerawat Agar Wajah Mulus Saat Lebaran
Most Popular
1
Kontroversi Batik Aime Leon Dore dan 'Dosa' Brand Internasional yang Berulang
2
17 Tahun di Running Man, Song Ji Hyo Picu Perdebatan Semakin Jarang Muncul
3
Charlie Puth Resmi Jadi Ayah, Nama Anak Terinspirasi Lagu The Beatles
4
Gen Z Lebih Percaya Review 'Orang Biasa' daripada Influencer saat Beli Produk
5
Transformasi Drastis Song Hye Kyo dengan Rambut Super Panjang, Bikin Pangling
MOST COMMENTED











































