Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Studi: Dihormati Lebih Membahagiakan Daripada Punya Harta Banyak

Eya Ekasari - wolipop
Rabu, 27 Jun 2012 07:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Harta melimpah tidak selamanya bisa membuat orang bahagia. Menurut penelitian terbaru, perasaan dihormati dan dihargai justru buat orang lebih bahagia ketimbang memiliki status sosial dan ekonomi tinggi (mencakup pendidikan tinggi dan kekayaan).

"Salah satu alasan mengapa uang tidak bisa membeli kebahagian adalah karena orang cepat beradaptasi dengan tingkat pendapatan baru atau kekayaan. Pemenang lotere, misalnya, awalnya senang namun kembali pada tingkat kebahagiaan awal dengan cepat," jelas peneliti Cameron Anderson, seorang ilmuwan psikologi di Haas School of Business yang ada di University of California, Amerika.

"Ada kemungkinan bahwa dihormati, memberikan pengaruh dan diterima secara sosial selalu bisa membahagiakan seseorang," tambah Anderson yang penelitiannya dipublikasikan dalam jurnal 'Psychological Science'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian Anderson dibagi menjadi empat studi terpisah. Dalam salah studi, peneliti menghitung 'status sociometric' dari 80 mahasiswa yang memiliki kegiatan sosial. Dalam penelitiannya, status mereka dipertimbangkan mulai dari bagaimana rekan-rekan mereka menilai secara sosial, posisi kepemimpinan hingga kesejahteraan faktor sosial.

Hasilnya, para peserta penelitian lebih merasa bahagia bila dihubungkan dengan 'sociometric status' ketimbang kekayaan atau faktor sosial ekonomi. Dan dalam studi lain yang dilakukan kepada mahasiswa MBA (Master of Business Administration) ketika mereka masih sekolah dan setelah lulus.

Peneliti menemukan mahasiswa yang baru lulus dan dihormati, dihargai dan diterima dengan baik secara sosial lebih merasa bahagia dibandingkan mereka yang mempunyai pendidikan tinggi. Hasil tersebut dinilai cukup mengejutkan oleh para peneliti.

"Saya merasa terkejut melihat betapa berpengaruhnya hal itu --jika seseorang berada di posisi sosial yang tinggi atau rendah, mempengaruhi kebahagiaannya," jelas Anderson.

Walaupun penelitian ini menunjukkan bahwa menjadi individu yang dihormati bisa membuat orang merasa bahagia, maka penelitian baru mengatakan hal yang tak jauh berbeda. Orang yang terbiasa berperilaku positif, seperti menghargai orang lain, juga merasakan kebahagiaan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam 'Journal of Happiness Studies', menunjukkan ketika Anda melatih diri untuk bersikap positif, berkaitan dengan kesejahteraan seseorang yang lebih besar. Hal tersebut dikarenakan suasana hati yang baik buat orang menjadi lebih ceria.

(eya/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads