Queensland - Pasangan ini mengumpulkan uang untuk biaya pernikahan dengan cara tak biasa, mengais sampah. Dalam tujuh bulan, mereka berhasil mendapatkan Rp 86 juta!
Leonie Starr dan Matthew Porter adalah pasangan pencinta lingkungan yang ingin berkontribusi menyelamatkan bumi sekaligus mencari uang untuk biaya pernikahan mereka. Foto: Facebook/A Recycled Wedding
Pasangan asal Australia ini kemudian menemukan cara yang unik tapi juga patut dicontoh. Mereka mengumpulkan botol dan kaleng bekas ke pengepul untuk dijual lagi. Foto: Facebook/A Recycled Wedding
Pemerintah daerah Queensland, Australia, mengadakan 'container refund program' yang bertujuan mendorong masyarakat untuk mengumpulkan botol atau kaleng ke tempat-tempat yang telah disediakan. Satu botol atau kaleng dihargai 10 sen. Foto: Facebook/A Recycled Wedding
Leonie dan Matthew ikut ambil bagian dalam program ini. Mereka mulai mengumpulkan sampah botol dan kaleng pada November 2018. Uang hasil 'memulung' nantinya akan dipakai untuk membiayai pesta pernikahan mereka. Foto: Facebook/A Recycled Wedding
Lewat akun Facebook A Recycyled Wedding, Leonie dan Matthew membagikan perjalanan mereka mencari sampah untuk membiayai pesta pernikahan. Biaya pernikahannya sendiri diperkirakan mencapai USD 81 ribu, jadi target mereka adalah mengumpulkan 810 ribu botol dan kaleng. Foto: Facebook/A Recycled Wedding
Pernikahan impian Leonie dan Matthew akan berlangsung di pantai sebuah pulau di Republic of Vanuatu selama satu minggu. Ada 35 orang yang akan mereka undang dan untuk itu, fasilitas penginapan dan makan juga harus disiapkan. Foto: Facebook/A Recycled Wedding
Setelah hampir tujuh bulan mengumpulkan sampah, mereka berhasil membawa 60 ribu botol dan kaleng ke pusat daur ulang. Ini berarti mereka telah mendapatkan kompensasi sebesar USD 6,000 atau Rp 86 jutaan. Foto: Facebook/A Recycled Wedding
Perjalanan Leonie dan Matthew mengumpulkan sampah masih panjang. Sebab, mereka masih harus mencari 750 ribu botol dan kaleng lagi. Pernikahan rencananya akan berlangsung Maret 2020 mendatang. Foto: Facebook/A Recycled Wedding
Aksi Leonie dan Matthew bukan sekadar untuk mencari keuntungan. Tapi juga mendorong orang agar mau menjalani gaya hidup ramah lingkungan. Foto: Facebook/A Recycled Wedding
(Hestianingsih)