Medan - Selain bakat, busana peserta juga mencuri perhatian di audisi Sunsilk Hijab Hunt 2018 Medan. Salah satunya kostum karnaval bergaya baju adat Mandailing ini.
Cahaya Ningrum namanya. Di ajang pencarian bakat hijabers yang digelar oleh detikcom dan Sunsilk ini, ia mememerkan bakat menari. Tari angkola dari Mandailing, Tapanuli Selatan, jadi pilihannya.Β Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Melengkapi aksi panggunnya, siswi kelas dua SMA yang datang dari Tebing Tinggi, sekitar dua jam dari Medan, ini memakai kostum nan megah dengan gaun bersiluet duyung dalam nuansa merah khas Mandailing. Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Tidak ketinggalan mahkotanya. Masyarakat asli menyebutnya bulang. Meski tak terbuat dari emas seperti aslinya, bulang tiruan yang terbuat dari styrofoam itu tetap mencuri perhatian berkat aksen bebatuan yang berjuntai-juntai.Β Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Tak kalah mencuri perhatian, dekorasi bahu yang bentuknya menyerupai sayap serta kuku-kuku panjangnya.Β Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Cahaya mengatakan, kostum tersebut dibuat oleh sanggar yang menaunginya, bernama Abang-Kakak dari Tebing Tinggi.Tari angola, kata Cahaya, adalah tarian untuk menyambut tamu. Saat menari, ia membawa wadah berisikan salak. Sebelum mengakhiri tariannya, ia memberikan salak tersebut untuk juri. "Salak adalah komoditas Tebing Tinggi," ujar dia. Foto: Daniel Ngantung/Wolipop