Cahaya mengatakan, kostum tersebut dibuat oleh sanggar yang menaunginya, bernama Abang-Kakak dari Tebing Tinggi.Tari angola, kata Cahaya, adalah tarian untuk menyambut tamu. Saat menari, ia membawa wadah berisikan salak. Sebelum mengakhiri tariannya, ia memberikan salak tersebut untuk juri. "Salak adalah komoditas Tebing Tinggi," ujar dia. Foto: Daniel Ngantung/Wolipop