Butik Makin Penuh, Chanel Bikin Toko Pribadi Buat Pelanggan Loyal di Asia

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 23 Jun 2022 14:30 WIB
TOKYO, JAPAN - NOVEMBER 08: People queue in front of CHANEL shop on November 08, 2020 in Tokyo, Japan. Japans July-September GDP growth rate has been estimated at 18.4 percent as the country continues to rebound from the Covid-19 coronavirus pandemic that saw its economy contract by 28 percent between April and June.  (Photo by Yuichi Yamazaki/Getty Images) Antrean di salah satu butik Chanel di Hong Kong pada Agustus 2021. (Foto: SOPA Images/LightRocket via Gett/SOPA Images)
Paris -

Chanel akan membuka sebuah butik yang khusus didedikasikan bagi para klien loyalnya. Butik tersebut bakal hadir untuk pertama kali di Asia tahun depan.

Business of Fashion mengabarkan, ini merupakan langkah Chanel untuk memberikan pengalaman yang lebih eksklusif bagi pembeli terbesarnya mengingat tingkat pengunjung di butik yang sudah ada semakin meningkat.

TOKYO, JAPAN - NOVEMBER 08: People queue in front of CHANEL shop on November 08, 2020 in Tokyo, Japan. Japan's July-September GDP growth rate has been estimated at 18.4 percent as the country continues to rebound from the Covid-19 coronavirus pandemic that saw its economy contract by 28 percent between April and June.  (Photo by Yuichi Yamazaki/Getty Images)Butik Chanel di Tokyo, Jepang, pada November 2020. (Foto: Getty Images/Yuichi Yamazaki)

Jadi, para pelanggan yang diundang secara khusus ini tak perlu lagi mengantre panjang seperti pembeli biasanya. Di butik pribadi ini, mereka akan lebih leluasa membeli produk yang mereka mau tanpa harus berebut dengan orang lain.

Berbelanja di butik memang menjadi satu-satunya akses bagi pembeli yang ingin mendapatkan produk Chanel. Jenama yang didirikan Coco Chanel pada 1910 itu memang tidak pernah menjual produknya dalam platform e-commerce karena ingin lebih mementingkan pengalaman belanja di butik. Tak heran bila Chanel menginvestasikan US$ 758 juta untuk toko fisik.

Strategi Chanel untuk membuka toko pribadi ini menunjukkan bahwa minat pembeli terhadap barang-barang mewah tak surut meski ekonomi bergejolak karena pandemi COVID-19. Tahun lalu, pendapatan Chanel meningkat 50 persen menjadi US$ 15 miliar atau lebih besar 22,9 persen bila dibandingkan dengan 2019.

Keuntungan tersebut juga tak lepas dari kenaikan harga tas Chanel. Selama pandemi, Chanel menaikkan harga tas klasik flap ikonisnya sebanyak tiga kali. Sekarang harga tas tersebut mencapai US$ 10.000 atau sekitar Rp 148 juta untuk ukuran medium.

MONTE-CARLO, MONACO - MAY 05: A model walks the runway during the Chanel Cruise 2023 Collection on May 05, 2022 in Monte-Carlo, Monaco. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)Koleksi Chanel Cruise 2023. (Foto: Getty Images/Pascal Le Segretain)

CFO Chanel Phillipe Blondiaux tetap optimis dengan penjualan dan pertumbuhan pendapatan Chanel terlepas dari dinamika situasi dunia saat ini, mulai dari lockdown di China, ancaman inflasi, dan invasi Rusia ke Ukraina. Saat ini, Chanel memiliki 250 butik yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Butik pribadi Chanel ini akan hadir di Asia dan Eropa pada 2023. Namun, negara-negara di Asia menjadi prioritas Chanel. Keputusan tersebut sekali lagi membuktikan pentingnya pasar Asia bagi bisnis barang mewah.

"Orang Eropa menginginkan kualitas produk dengan saran perawatan yang baik, sementara mereka di Asia lebih tertarik dengan pengalaman saat membeli. Mungkin ini alasan mengapa banyak butik luxury brand di Dubai atau Shanghai, bukan di London atau Milan," demikian laporan lembaga finansial internasional Julius Baer seperti dikutip Fortune.



Simak Video "Toko Chanel di Paris Dirampok Sekelompok Orang Bersenjata"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)