Kontroversi Jubah Alicia Keys di MET Gala, Jiplak Karya Desainer Malaysia?

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 12 Mei 2022 19:30 WIB
Alicia Keys attends The Metropolitan Museum of Arts Costume Institute benefit gala celebrating the opening of the Alicia Keys dalam balutan kreasi Ralph Lauren di MET Gala 2022. (Foto: Evan Agostini/Invision/AP)
New York City -

Gaya busana Alicia Keys di MET Gala 2022 pekan lalu ternyata meninggalkan kontroversi. Jubah yang menemani penampilannya saat itu dituding hasil jiplakan dari karya seorang desainer Malaysia.

Berpose di karpet merah, Alicia Keys menebar pesonanya dalam balutan kreasi Ralph Lauren yang terdiri dari gaun hitam bertabur kristal berikut sebuah jubah yang menjuntai panjang hingga menyapu lantai.

Jubah tersebut dihiasi gambar deretan pencakar langit New York City (NYC) yang terbuat dari rajutan 200.000 kristal berkilauan. Menurut WWD, Ralph Lauren juga pernah menampilkan karya serupa di fashion show koleksi Fall 2022 pada Maret lalu.

Alicia Keys attends The Metropolitan Museum of Art's Costume Institute benefit gala celebrating the opening of the Alicia Keys dalam balutan kreasi Ralph Lauren di MET Gala 2022. (Foto: Evan Agostini/Invision/AP)

"Inspirasinya dari kota kami. New York City selamanya. Kami ingin membawa New York ke acara ini," ujar Alicia Keys di karpet merah MET Gala 2022 kepada Vogue. Kebetulan, pelantun 'Empire State of Mind' itu dan Ralph Lauren sama-sama berasal dari NYC.

Namun, kreasi tersebut malah menjadi perbincangan di media sosial bukan karena desainnya yang memukau melainkan tudinngan plagiarisme. Ralph Lauren dituding menjiplak karya Datuk Zang Toi, perancang asal Malaysia yang kini berbasis di NYC.

"Karya Zang Toi ditiru karena mereka tahu dia adalah sosok kreatif yang tertandingi," tulis seorang netizen di Instagram seperti dikutip New York Post.

Jubah Alicia Keys disebut-sebut mirip dengan rancangan Zang Toi dari koleksi Spring 2009. Ia mendesain sebuah jubah berwarna putih yang dihiasi siluet bangunan ikonis NYC. Model Malaysia Ling Tan lalu memakai karyanya saat menghadiri CFDA Awards 2010.

"Jubah saya terinspirasi dari kecintaan saya akan kota yang telah menjadi rumah kedua saya, New York City," kata Zang Toi kepada NY Post. Soal kreasinya yang diduga dijiplak itu, ia baru mengetahuinya setelah kotak surelnya dibanjiri pesan dari fansnya.

Zang Toi mengatakan, hijrah ke NYC 41 tahun lalu dengan hanya bermodalkan uang US$ 300 demi bisa belajar di Parsons School of Design. "Saya ingin menunjukkan cinta dan apresiasi saya kepada kota yang telah memberikan kesempatan untuk mewujudkan American Dream saya," tambahnya.

[Gambas:Instagram]



Dilansir dari The Star Malaysia, pria yang lahir di Kelantan ini pindah ke NYC saat masih berusia 20 tahun. Setahun setelah mendirikan label House of Toi pada 1989, namanya mulai menarik perhatian insan mode AS termasuk Anna Wintour.

Deretan pesohor pernah menjadi kliennya, seperti mantan istri Bill Gates, Melinda Gates, aktris Kirstie Alley dan Eva Longoria, penyanyi Fergie, dan para putri Arab Saudi.

Terlepas dari latar belakangnya sebagai desainer, Ia juga vokal menyuarakan pandangan politiknya. Beberapa unggahan Instagram memperlihatkan Zang Toi ikut dalam kegiatan kampanye Donald Trump saat pemilu presiden AS pada 2020 lalu.



Simak Video "Ralph Lauren Bikin Jaket Anti Panas untuk Atlet Amerika di Olimpiade"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)