Penjualan Barang Palsu Meningkat 200% di Korsel Selama Pandemi Corona

Hestianingsih - wolipop Jumat, 23 Okt 2020 09:19 WIB
PARIS, FRANCE - JANUARY 16: A model,bag detail, walks the runway during the Louis Vuitton Menswear Fall/Winter 2020-2021 show as part of Paris Fashion Week on January 16, 2020 in Paris, France. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images) Tas branded palsu jadi produk yang paling laris terjual selama pandemi virus Corona. Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images
Jakarta -

Badan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Korea Selatan (KIPO) mencatat ada peningkatan drastis terhadap penjualan produk-produk palsu selama pandemi COVID-19. Setelah dilakukan pelacakan, tercatat angka transaksi barang palsu naik hingga 204 persen dibandingkan Januari - Agustus 2019.

Direktur divisi investigasi hak kekayaan intelektual Chung Kee-Hyun mengatakan meningkatnya permintaan barang palsu berbanding lurus dengan naiknya transaksi belanja online sejak virus Corona merebak di seluruh dunia pada awal tahun ini. Berdasarkan data statistik dari Statistics Korea, seperti dilansir Hypebeast, ada beberapa kategori barang palsu yang terhitung sangat laku di pasaran.

Tas branded palsu menjadi produk yang paling banyak terjual dengan 31,7 persen. Diikuti dengan pakaian di angka 26 persen, sepatu 18 persen, dompet 6 persen dan jam tangan lima persen. Dari sekian banyak barang palsu yang beredar di pasaran, Statistics Korea mencatat hanya kurang dari tiga persen laporang yang ditindaklanjuti.

Maraknya pemalsuan produk yang diikuti juga dengan tingginya permintaan membuat KIPO mengambil langkah lebih serius untuk menangani pelanggaran hak cipta ini. Beberapa di antaranya dengan menguatkan investigasi bersama tim forensik digital dan meningkatkan kemampuan investigatf para personelnya.

Selain ini KIPO juga akan membantu konsumen yang jadi korban penipuan barang palsu. Organisasi ini bekerjasama dengan para pemegang hak cipta untuk membuat sistem kompensasi.

Sistem tersebut memungkinkan konsumen yang telah ditipu membeli produk palsu mendapatkan uangnya kembali. Dengan kata lain bisa mengajukan reimburse.

(hst/hst)