Bisnis Baju Lebaran

Koleksi Baju Lebaran Tawaran Purana dan Berkah di Tengah Pandemi

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 09 Mei 2020 19:41 WIB
Koleksi Resort 2020 Purana Koleksi Resort 2020 Purana yang juga diluncurkan sebagai baju Lebaran 2020. (Foto: Dok. Purana)
Jakarta -

'Badai' pandemi COVID-19 memang belum mereda, tapi itu tak memadamkan semangat pelaku industri fashion untuk tetap berkarya. Apalagi perayaan Idul Fitri sudah di depan mata. Sejumlah label fashion lokal pun tetap menghadirkan tawaran baju Lebaran untuk 2020.

Purana, label besutan desainer Nonita Respati, misalnya, yang merilis koleksi Resort 2020 buah kolaborasinya dengan seniman sekaligus desainer grafis Taja Sukarya.

Koleksi resort atau cruise biasanya dirilis sebelum kalender mode dunia memasuki spring-summer untuk mengakomodasi kebutuhan pasar akan busana liburan.

Koleksi Resort 2020 PuranaKoleksi Resort 2020 Purana (Foto: Dok. Purana)



Melihat waktu yang berbarengan dengan momen Ramadhan, Nonita lantas menyesuaikan koleksi resort tersebut sehingga bisa dipakai pula sebagai baju Lebaran.

"Tapi di sisi lain, kami mau ketika orang melihat koleksi ini, mereka kepikiran nggak akan memakainya untuk Lebaran saja karena sangat wearable juga untuk momen lainnya. Itu mengapa, konsep durability koleksi ini sengaja dibuat jauh lebih tinggi dari koleksi sebelumnya," ungkap Nonita kepada Wolipop detikcom baru-baru ini.

Nonita dan tim mematangkan konsep daya pakai yang tinggi itu dengan menghadirkan siluet yang lebih versatile. Muncul beragam pilihan outerwear, dari yang berpotongan long vest, kimono hingga cape pendek, sehingga mudah dipadu-padankan untuk memaksimalkan gaya.

Koleksi Resort 2020 PuranaKoleksi Resort 2020 Purana (Foto: Dok. Purana)



Luaran kimono sendiri mengusung konsep two-way sehingga memungkinkannya dipakai dalam dua gaya berbeda. Di samping itu, semua outer tersebut hadir dalam siluet yang longgar sehingga ramah bagi pengguna hijab.

Melengkapi varian outerwear, Purana juga menyertakan basic item seperti blus, celana panjang dan jumpsuit. Di jajaran aksesori, tak ketinggalan scarf dan tote bag. Total 15 fashion item yang Purana tawarkan di koleksi Resort 2020.

Koleksi juga terasa mewah dengan pemakaian material yang silk-ish. Kali ini, Nonita melakukan pendekatan yang sedikit berbeda karena bahan tersebut terbuat dari campuran polyester yang kurang ramah lingkungan. Tentunya, ini agak bertentangan dengan filosofi Purana yang menjunjung sustainability.

"Kalau memakai sutra asli yang sangat eco-friendly, pasti harga akan jadi sangat mahal. Sangat tidak realistis dengan kondisi seperti saat ini di mana nature orang lebih ingin saving money untuk beberapa bulan ke depan," terang Nonita yang merampungkan koleksi ini sebelum krisis COVID-19 di Indonesia.

Daya tarik lain dari koleksi ini tentu permainan motif hasil kolaborasi Purana bersama seniman lokal seperti yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir. Kali ini, Nonita menggandeng Taja yang pernah membuat novel grafis untuk anak-anak.

Mereka memodifikasi salah satu karya Taja sehingga melahirkan motif baru bercorak etnik, seolah terinspirasi dari peradaban Aztec di Meksiko. Motif yang disebut Purana abstrak, tapi sarat dengan estetika grafis yang simbolis.

Koleksi Resort 2020 PuranaKoleksi Resort 2020 Purana (Foto: Dok. Purana)

Selain bentuknya yang atraktif, motif tersebut juga dipilih atas alasan selera pasar. Selain dalam negeri, Purana juga sudah mulai menggarap pasar internasional khususnya di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, Nonita merasa motif bernuansa geometris seperti di koleksi resort ini akan lebih bersahabat ketimbang motif bergambar binatang atau wajah manusia.

"Menurutku, motif ini cocok buat pasar lokal dan punya potensi menjaring pasar global, terutama buat buyers Purana di Kuwait dan sekitarnya," jelas Nonita yang mendirikan Purana pada 2009 itu.

Bicara soal bisnis, Nonita tak memungkiri bahwa Purana ikut terdampak oleh pandemi COVID-19. Proses produksi untuk koleksi berikutnya pun terganggu karena pemberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Rencana Purana untuk tampil di Paris, Prancis, pada September juga kena imbas. Kemungkinan, acaranya diundur sampai Februari 2021.

Namun, situasi tersebut justru membuka mata Nonita dan timnya untuk mengadaptasi tren bisnis baru. Mereka gencar melakukan penjualan secara daring dengan memanfaatkan media sosial sebagai wadah promosi.

"Online sangat membantu, malah penjualan purana kali ini dirasa cukup tinggi, lebih banyak daripada average income. Mungkin ini juga karena kami meningkatkan aktivitas di Instagram, dan meng-cater langsung penjualan, nggak lewat market place. Lumayan membantu," ungkap Nonita.



Simak Video "Tips Memadu Padankan Batik untuk Hari Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)