Mengenal Batik Tulis Lasem yang Berharga Jutaan Rupiah

Arif Syaefudin - wolipop Rabu, 02 Okt 2019 17:00 WIB
Batik tulis lasem motif tiga negeri. Foto: bagus/detikcom Batik tulis lasem motif tiga negeri. Foto: bagus/detikcom

Jakarta - Batik tulis Lasem memilik banyak varian motif yang menjadi primadona bagi para pemakainya. Salah satunya adalah motif tiga negeri yang moncer di kalangan para penikmat karya batik tulis.

Batik tulis Lasem tiga negeri, dikenal memiliki daya tarik tersendiri. Perpaduan warna yang beragam membuat motif batik ini menjadi produk unggulan jika dibanding dengan motif batik tulis Lasem lainnya. Harganya pun terpaut jauh dari sejumlah produk motif batik tulis Lasem lainnya.

Satu lembar kain batik tulis Lasem motif tiga negeri sepanjang 2,4 meter berharga mulai Rp 3 juta sampai puluhan juta rupiah. Ini juga tergantung komposisi warna dan kerumitan motif batik di dalamnya.



Mengenal Batik Tulis Lasem yang Berharga Jutaan RupiahFoto: bagus/detikcom


Salah seorang pembatik di Desa Jeruk Kecamatan Pancur, Rembang, Ramini mengaku kerumitan dalam proses membatik tiga negeri menjadi faktor utama mahalnya harga. Butuh waktu pengerjaan selama lima bulan untuk merampungkan selembar kain batik tulis Lasem tiga negeri.

"Ini kisaran lima bulan dengan tema gunung ringgit. Ada lima warna di dalam batik tiga negeri ini. Itu yang membuat prosesnya cukup lama. Mulai dari menggambar motifnya yang rumit, sampai proses pewarnaan yang dilakukan berulang-ulang sehingga waktunya lama," kata Ramini.

Mengenal Batik Tulis Lasem yang Berharga Jutaan RupiahFoto: bagus/detikcom


Pembatik lainnya, Sulasmi menyebut meski harganya cukup mahal peminat dari motif batik ini selalu meningkat. Sebab menurutnya para pembeli bukan semata membeli karena keindahannya, tapi juga unsur cerita yang tertuang di dalam batik tiga negeri itu.

"Batik tiga negeri itu semula tercipta karena diproduksi di tiga tempat, Lasem, Pekalongan dan Solo akhirnya jadi tiga negeri. Tapi kemudian saat ini sudah full diproduksi di Lasem karena metode pewarnaannya di sini sudah bisa semua," jelasnya.

"Masing-masing kain pasti ada cerita di baliknya. Rata-rata pakai motif sekar jagat, tapi ini saya sedang membuat gunungan ringgit. Jadi mengisahkan kekayaan yang melimpah berupa uang itu dalam bahasa jawa ringgit, yang besarannya segunung. Dipercaya orang yang pakai batik ini akan dapat rezeki yang melimpah," lanjutnya.




Simak Video "Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Asyik Membatik di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)