Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

800 Tas dan Dompet Chanel Nyaris Dicuri, Awalnya akan Dimusnahkan

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Selasa, 11 Agu 2026 08:00 WIB
...
Tas Chanel
Tas Chanel. Foto: Getty Images
Jakarta -

Ratusan produk Chanel senilai sedikitnya HK$8,7 juta atau sekitar Rp 19,6 miliar nyaris jadi sasaran pencurian dari sebuah gudang di Hong Kong. Aksi tersebut melibatkan empat mantan pekerja gudang.

Barang yang hendak digasak adalah 691 tas tangan dan 123 dompet dari koleksi Chanel 2014/2015. Produk-produk tersebut sebenarnya sudah tidak lagi dijual dan telah dipisahkan untuk dimusnahkan sebagai bagian dari kebijakan Chanel untuk menjaga eksklusivitas produknya.

Empat mantan staf gudang tersebut kemudian dijatuhi hukuman oleh Pengadilan Tinggi Hong Kong pada Senin. Mereka terbukti terlibat dalam dua upaya pencurian dari area penyimpanan Chanel di fasilitas logistik Goodman Interlink, Tsing Yi, antara Juni 2016 hingga Februari 2017, menurut laporan South China Morning Post.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu terdakwa, Ng Yiu-lun, yang sebelumnya bekerja sebagai supervisor gudang, memberikan kode akses lift kepada terdakwa lainnya. Lift tersebut digunakan oleh staf Chanel untuk memindahkan barang di dalam fasilitas penyimpanan.

Upaya pertama terjadi pada 2016 ketika Happy Ho Tung-shan dan Ho Tsz-yin menyisihkan 90 tas dari koleksi lama dan menyembunyikannya di salah satu bagian gudang. Barang-barang tersebut seharusnya dikirim untuk dimusnahkan sesuai prosedur Chanel.

ADVERTISEMENT

Percobaan kedua berlangsung pada 2 Februari 2017. Happy Ho dan Ho Tsz-yin bekerja sama dengan mantan pekerja lainnya, Gary Cheung Ka-wai, untuk mengambil 33 kardus berisi ratusan tas tangan dan dompet.

Rencana tersebut berhasil digagalkan setelah pihak perusahaan segera menghubungi polisi sehingga seluruh barang tidak sempat dikeluarkan dari gudang. Hakim Douglas Yau Tak-hong mengatakan seluruh barang berhasil ditemukan kembali pada hari yang sama dan kemudian dimusnahkan sesuai rencana awal.

Dengan demikian, Chanel pada akhirnya tidak mengalami kerugian finansial akibat usaha pencurian itu. Butuh waktu hampir 10 tahun untuk memfinalisasi proses tersebut dan menjatuhi hukuman bagi para terdakwa.

Ng Yiu-lun menerima hukuman paling berat, yakni tujuh tahun penjara. Cheung dijatuhi hukuman lima tahun tiga bulan, sementara Happy Ho dan Ho Tsz-yin masing-masing harus menjalani hukuman empat tahun penjara.

(hst/hst)
...
Hide Ads