Plagiarisme Desain, Marc Jacobs Digugat Nirvana

Daniel Ngantung - wolipop Sabtu, 29 Des 2018 16:09 WIB
Foto: Slaven Vlasic/Getty Images Foto: Slaven Vlasic/Getty Images

Los Angeles - Desainer Marc Jacobs lagi-lagi dituduh melakukan plagiarisme. Ia dituduh 'mencuri' desain 'wajah tersenyum' dari band Nirvana.

TMZ mengabarkan, Nirvana telah melayangkan gugatannya untuk menuntut Marc Jacobs. Dalam gugatan tersebut, Marc disebut memakai gambar yang mirip untuk beberapa fashion item dari koleksi 'Bootleg Redux Grunge'.


Gigi Hadid di peluncuran koleksi Marc Jacobs 'Bootleg Redux Grunge'. (Foto: Ben Gabbe/Getty Images for Marc Jacobs)Gigi Hadid di peluncuran koleksi Marc Jacobs 'Bootleg Redux Grunge'. (Foto: Ben Gabbe/Getty Images for Marc Jacobs)
Adapun wajah tersenyum itu hadir dengan mata yang diganti huruf 'M' dan 'J', inisial dari Marc Jacobs. Jenis huruf onxy pada tulisan 'Heaven' di kaus Marc juga disebut mirip dengan nama Nirvana. Pihak Nirvana menegaskan bahwa gambar tersebut telah menjadi hak cipta mereka sejak 1992.

Tak hanya itu, band yang dulu pernah digawangi oleh vokalis mendiang Kurt Cobain itu, turut mempermasalahkan penggunaan kata 'grunge' pada judul koleksi 'Bootleg Redux Grunge'. Disebutkan bahwa Nirvana yang menemukan istilah untuk genre musik tersebut.


Kaia Gerber dan kakaknya, Presley Gerber di peluncuran koleksi Marc Jacobs.Kaia Gerber dan kakaknya, Presley Gerber di peluncuran koleksi Marc Jacobs. Foto: Ben Gabbe/Getty Images for Marc Jacobs

Ini bukan kali pertamanya mantan direktur kreatif Louis Vuitton itu harus berurusan dengan hukum karena masalah contek-mencontek desain. Pada 2015, Adidas melayangkan gugatan terhadap Marc karena menjual jaket sporty yang memiliki empat garis di bagian lengan.

Adidas mengklaim jika aksen garis itu telah menjadi 'legenda' dan juga 'ciri khas'. Dengan kemiripan desain ini, Marc Jacobs bisa membuat pembeli salah informasi dengan berpikir busana itu datang dari label Adidas, yang bisa merusak reputasi di mata pembeli.

"Hal ini bisa merusak pandangan orang-orang yang menganggap kualitas produk Marc Jacobs berkurang," tulis Adidas.





(dtg/dtg)