Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Puteri Indonesia 2016

Heboh Sensor Kebaya Puteri Indonesia 2016, Ini Komentar Sang Desainer

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 25 Feb 2016 16:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Jakarta - Meski telah usai, Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2016 yang digelar pada Jumat, (19/2/2016), ternyata masih menjadi topik perbincangan hangat di tengah masyarakat. Bukan pemenangnya, tapi terkait sensor busana kontestan di siaran ulangnya. Lantas, apa tanggapan Intan Avantie, sang desainer busana tersebut?

Indosiar kembali menayangkan malam Pemilihan Puteri Indonesia 2016, Minggu (21/2/2016). Tapi ada yang berbeda pada tayangan tersebut. Kebaya yang membaluti tubuh kontestan terkena sensor.

Seperti yang terlihat saat lima besar finalis Puteri Indonesia 2016 dibaluti busana karya Intan Avantie, putri dari desainer Anne Avantie. Sensor berupa pemburaman 'menghiasi' bagian dada dan belahan rok depan kebaya penuh brokat nan glamor itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyensoran itu pun menuai kritikan dari para netizen. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun menjadi bulan-bulanan masyarakat di sosial media.

"Lg booming ttg sensor berlebihan pada puteri indonesia '16 -,- KPI kmn sih? Tugasnya apa? Ga mutu!" tulis akun ‏@an_anstar di Twitter. Sementara @DitaTjantiek berkicau, "Tayangan ulang Puteri Indonesia kena sensor? Mereka pakai kebaya loh bukan bikini. Aneh." Tidak hanya di Twitter, lini masa di Instagram dan Path juga penuh oleh kritikan para netizen.

Di saat sebagian besar masyarakat mengkritik penyensoran tersebut, Intan Avantie justru tidak begitu memusingkannya. Dihubungi Wolipop, Kamis (25/2/2016), Intan mengungkapkan tidak keberatan karyanya disensor. Ia meyakini, lembaga sensor atau stasiun TV pasti punya alasan tersendiri untuk menyensornya. "Saya pribadi mencoba melihat dari sisi netral dan positif saja," ujar putri pertama Anne ini.



Ia tidak memandang penyensoran tersebut sebagai sebuah ancaman bagi kebebasan seseorang dalam berkarya. Sebagai pekerja seni, ia merasakan kepuasan tersendiri saat memberikan yang terbaik dalam sebuah karya. Jadi ketika karyanya disensor, tidak terbesit rasa kesal di benaknya.

"Yang terpenting, saya sudah memberi yang terbaik. Soal sensor kembali ke penilaian orang masing-masing," kata Intan yang sudah merancang busana untuk PPI selama tujuh tahun berturut-turut.

Di balik itu semua, lanjut Intan, masih ada hikmah yang bisa dipetik. "Semakin disensor, justru semakin banyak orang yang googling karena penasaran bentuk aslinya. Hehe," ujar Intan.

Selain Intan, Anne Avantie juga terlibat kembali dalam PPI tahun ini. Wanita yang akrab disapa Bunda Anne itu merancang gaun bergaya kebaya untuk tiga besar Puteri Indonesia 2016, Puteri Indonesia 2015, Miss International 2015, dan MC.

Ditanya tentang tanggapan sang ibu terkait sensor itu, Intan mengaku tidak tahu. "Aku belum sempat ketemu beliau," kata dia.


(dng/dng)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads