Mencuci Batik dengan Cara Tradisional, Seperti Apa?

Intan Kemala Sari - wolipop Kamis, 01 Okt 2015 06:57 WIB
Foto: M. Abduh/Wolipop Foto: M. Abduh/Wolipop

Jakarta - Sebagai salah satu warisan kebudayaan Indonesia, batik harus tetap dirawat dan dilestarikan. Maka dari itu, cara dan teknik pencuciannya juga harus diperhatikan. Salah-salah, warnanya bisa pudar atau kainnya mudah sobek. Lantas, seperti apa cara mencucinya?

Indra Tjahjani selaku pakar batik mengatakan, ada cara tradisional yang bisa digunakan untuk mencuci batik. Salah satunya adalah dengan menggunakan buah lerak. Buah berbentuk bulat seperti bola pingpong dan memiliki kulit keras tersebut dipercaya bisa membersihkan kain batik tanpa harus mencucinya dengan detergen.

"Buah lerak itu dimasukkan ke dalam wadah berisi batik yang sudah direndam di dalam air. Didiamkan saja nanti timbul busanya," ujar penggagas komunitas Mbatik Yuk ini di acara Attack Batik Sekarang Juga di Cafe Retro, Menara Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2015).

Setelah direndam dan didiamkan beberapa saat, ambil kain batik dan peras perlahan dari atas hingga ke bawah. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kain batik agar tidak mudah sobek atau bolong di beberapa bagiannya.

Untuk mengeringkannya, kain batik bisa dijemur di batang bambu agar kedua sisi kain tidak saling bersentuhan. Cara ini biasa dipakai oleh para pengrajin batik di daerah-daerah agar kainnya mengering maksimal.

"Tapi untuk proses pengeringannnya jangan terlalu kena sinar matahari penuh. Cukup diangin-anginkan saja di suhu ruangan yang masih dapat sinar matahari," ujar wanita yang menjadi penggagas batik sejak 1998 itu.

Indra memaparkan, ada satu cara tradisional lagi dalam mengeringkan batik, yakni dengan menggunakan ratus. Caranya, bakar ratus dan tutupi dengan kurungan ayam yang terbuat dari rotan, kemudian dalam keadaan setengah kering, letakkan batik di atas kurungan tersebut. Cara ini dilakukan untuk mempertahankan warna batik agar tidak cepat pudar.

Namun di zaman sekarang, cara tradisional tersebut dinilai Indra agak sulit untuk dilakukan. Terlebih lagi kehadiran buah lerak yang kini sudah mulai jarang ditemui, khususnya di Ibu Kota.

Maka dari itu, wanita yang juga menjadi dosen arsitektur di Universitas Bina Nusantara ini menyarankan untuk menggunakan sabun cair khusus mencuci batik. Pilihlah yang berbahan alami dengan kandungan dasar dari tumbuhan sehingga warna batik tidak mudah pudar.

(itn/eny)