Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

8 Desainer Indonesia Akan Pamer Karya di Paris, Prancis

Arina Yulistara - wolipop
Senin, 31 Agu 2015 17:13 WIB
...
Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta - Para desainer Indonesia berusaha untuk terus meningkatkan eksistensi mereka di industri fashion. Salah satu caranya dengan mengikuti pameran di luar negeri. Dengan mengepakkan sayap ke ranah internasional otomatis rancangan mereka akan lebih dikenal bahkan tak menutup kemungkinan bisa mendapatkan investor dari luar negeri.

Jelang akhir tahun, para pelaku fashion dari Indonesia Fashio Week (IFW) pun akan terbang ke Paris untuk mengikuti pameran dagang bergengsi international 'Who's Next'. Pameran ini sebelumnya dikenal dengan nama 'Pret a Porter' di Paris, Prancis. Pameran tersebut melibatkan banyak brand dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Terdapat delapan desainer Indonesia berbakat yang akan pamer karya di Paris, Prancis. Delapan desainer yang dimaksud adalah Ali Charisma, D'Tale, Flobamore, Lenny Agustun, Ming, Oka Diputra, Sav Lavin, dan Sofie. Kedelapan desainer ini akan memamerkan koleksi mereka yang beberapa di antaranya memiliki sentuhan Indonesia mulai dari batik hingga kain tradisional khas daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti Ali Charisma misalnya yang juga merupakan Presiden Direktur Indonesia Fashion Week akan membawakan potongan busana dari percampuran batik cap dan print. Potongan yang elegan layaknya terusan panjang tanpa lengan dilengkapi detail di bagian dada dan tambahan material kulit cocok untuk wanita dewasa yang suka tampilan elegan. Ali mengatakan dengan mengikuti pameran ini diharapkan karya yang dirancang olehnya serta teman-teman desainer lain bisa menarik pembeli mancanegara. Hal ini tentu bagus untuk meningkatkan ekspor dari Indonesia.

"Kita ingin belajar seberapa jauh diterimanya produk kita di sana. Saya berharap bisa mendatangkan buyer ke Indonesia. Makanya kita pergi ke Paris untuk mensejajarkan level Indonesia dan bisa bertahan saat bersaing dengan pasar asing yang masuk ke Indonesia. Saya harap suatu saat kita bisa jadi tuan rumahnya," tutur Ali saat berbincang di Conclave, Jl. Wijaya 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2015).

Menambahkan pernyataan Ali, Dirjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian, Euis Saedah, mengatakan bahwa karya-karya desainer Tanah Air memiliki nilai kerajinan tangan yang tinggi dan berbeda dari negara lainnya. Desain yang dimiliki perancang lokal juga mempunyai daya jual tinggi sehingga diharapkan bisa menarik perhatian masyarakat dunia.

"Kita mengarah pada produk yang punya nilai craft tinggi supaya berbeda dengan mass product dari negara lain. Kita juga melakukan pendekatan melalui penyediaan jasa desain, jadi kita coba tawarkan dua hal ke pasar global melalui jasa dan produk," tambah Euis.

Dalam pameran dagang kali ini, setiap perancang membawakan sekitar 20 hingga 25 desain yang sesuai dengan DNA masing-masing. Kedelapan desainer tersebut membawakan koleksi ready-to-wear deluxe untuk dipamerkan dalam pameran 'Who's Next' yang berlangsung pada 4 sampai 7 September 2015 di Porte de Versailles, Paris, Prancis.

Di akhir perbincangan, Ali mengatakan tak hanya berharap bisa mendatangkan buyer ke dalam negeri tapi juga memicu desainer lainnya agar lebih kreatif lagi dalam menginovasi karyanya juga mempromosikan rancangan masing-masing. Ia pun menilai bahwa kini busana ready-to-wear memiliki daya tarik yang tinggi dalam industri fashion.

"Saya juga berharap nantinya kita bisa menggugah atau menjadi triger desainer lain yang belum tertarik dengan busana ready-to-wear, karena baju ready-to-wear itu adalah bisnis yang menjanjikan," tambah Ali.



(aln/ami)
...
Hide Ads