Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Mengenal Perbedaan Antara Abaya dan Kaftan

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 25 Jun 2015 14:46 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Jakarta -

Kaftan tak kehilangan pamor untuk menjadi busana andalan saat Lebaran sejak menjadi tren di 2012. Namun kini modelnya lebih terlihat variatif dengan aplikasi detail dan penggunaan bahan yang unik. Misalnya dalam koleksi Happa Mel Ahyar dengan Andien yang menyiasati kaftan dengan bahan neoprene.

Kaftan juga tak hanya tren di kalangan pecinta mode Indonesia, namun juga dunia. Hanya saja dikenakan dalam gaya yang lebih bohemian dengan potongan yang cocok dikenakan untuk musim panas. Salah satu selebriti yang kerap tampil dengan tren dari Persia ini adalah Rachel Zoe, Angelina Jolie sampai Kim Kardashian.

Setelah kaftan, kemudian muncul tren lainnya yaitu abaya. Dari pandangan desainer lokal seperti Mel Ahyar, ia melihat pasar Indonesia kini lebih tertarik dengan siluet abaya dibandingkan kaftan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini untuk kaftan menurun. Interest mulai berkurang. Jadi makanya bikin siluet abaya, jubah. Dress juga bisa jadi opsi," ujar Mel, saat ditemui di Galleries Lafayette, Pacific Place, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2016).

Baca Juga: 50 Inspirasi Baju Lebaran 2015

Sama-sama berbentuk gaun panjang, namun apa yang menjadi perbedaannya?

Abaya erat kaitannya dengan busana umat muslim. Itulah alasan mengapa abaya tradisional dibuat dalam warna hitam, tanpa payet, tanpa bordir, tanpa motif dan juga warna mencolok. Abaya umumnya bersiluet lurus, biasanya berpotongan pada pinggang, dan mirip seperti gamis.

Palet hitam abaya yang minimalis ibarat kanvas putih bagi para desainer di masa kini yang mulai bermain dengan siluetnya. Itulah mengapa abaya kini tampil lebih cantik berhias tatanan payet dan bordir. Namun tetap dengan cirinya berpotongan lurus, melebar, longgar dan modelnya lebih sederhana. Beberapa desainer juga menambahkan hoodie atau penutup kepala dan juga aplikasi cape sebagai aksen.

Berbeda dengan kaftan yang merupakan variasi dari jenis tunik. Busana bergaya timur tengah ini umumnya tampil lebih berwarna dan glamour lewat payet atau bordir di bagian dada atau pinggang dan juga garis tangan. Potongan kaftan pada dasarnya berbentuk kotak, namun kini semakin banyak variasinya.

Selain berbentuk kotak, ada pula yang tampil dengan efek kerut atau draperi dan memberi siluet pada pinggang sebagai opsi masa kini. Biasanya dibuat dengan bahan ringan seperti silk, sifon atau katun, dan bagian lengan melebar.

(asf/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads