Kedubes AS Selamatkan Batik Iwan Tirta
Belum banyak yang mengenal istilah konservasi seni di Indonesia. Akibatnya, banyak pula karya yang rusak dan sulit diperbaiki karena termakan oleh waktu, seperti kain-kain warisan Nusantara.
Isu ini pun telah menjadi fokus bagi seorang wanita keturunan Amerika Serikat bernama Julia Brennan. Julia telah berkecimpung dalam bidang perawatan tekstil ini selama 30 tahun dan telah menjadi fasilitator di sejumlah negara seperti Bhutan, Madagaskar dan Aljazair. Julia juga telah menuntaskan masa kontrak tujuh tahun untuk mendidik ahli perawatan tekstil di Thailand dan membantu pendirian museum tekstil Ratu Sirikit di Bangkok.
Kini giliran wanita kelahiran Surabaya itu untuk kembali ke tempat masa kecilnya dan melakukan konservasi kepada kain khas Indonesia, batik. Saat ini, Julia tengah berada di Indonesia untuk menyelesaikan sebuah program konservasi batik dan juga memberi pelatihan kepada masyarakat permuseuman di wilayah Indonesia untuk merawat kain Nusantara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: 50 Momen Menghebohkan dari Pekan Mode Dunia
"Bagi saya Iwan Tirta menggambarkan dua hal. Pertama, ia mengingatkan Anda bangsa Indonesia akan warisan budaya yang telah kalian miliki. Kedua, ia mengenalkan pada dunia keindahan dan kelembutan yang dibawa batik," tutur Julia di Museum Tekstil, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).
Julia menambahkan, bahwa baginya Iwan Tirta telah menjadi stimulus bagi para konservator untuk merawat kain-kain batik. Inilah yang menjadi salah satu alasannya untuk mau berperan dalam pelestarian kain batik rancangan sang maestro di Museum Tekstil Jakarta.
Ahli tekstil yang juga pendiri Caring for Textile di Washington D.C. itu juga sedikit menyinggung tentang keadaan kain tradisi di berbagai negara yang pernah didatanginya. Menurutnya, keadaan museum tempat penyimpanan tekstil akan menentukan kondisi kain.
Namun Julia senang melihat Museum Tekstil di Jakarta. Menurutnya, museum ini menjadi contoh yang baik untuk merawat kain tradisi. Hal ini dikarenakan Museum Tekstil memiliki langit-langit yang tinggi, pendingin ruangan dan ventilasi yang cukup. Dengan begitu kain bisa terhindar dari masalah jamur, hewan kecil ataupun kusam karena terpapar cahaya terlalu banyak.
"Saya di sini merasa ingin memenuhi takdir saya. Saya ingin ikut menjaga warisan budaya Indonesia," tuturnya. (asf/eny)
Home & Living
3 Tumblr LocknLock x Disney Lucu yang Praktis, Siap Bantu Jaga Tubuh Terhidrasi Seharian
Makanan & Minuman
Cari Snack Buat Temani Kerja & Santai? Coba Kacang Macadamia Creamy Ini
Kesehatan
Biar Imun Tetap Kuat! Ini 2 Produk Simpel yang Wajib Kamu Bawa Setiap Hari
Makanan & Minuman
Cuma Tinggal Panasin! Lauk Instan Ini Bikin Nasi Habis Sekejap
Margot Robbie 'Remake' Video Klip Ikonis Kylie Minogue untuk Iklan Tas Chanel
Kontroversi Batik Aime Leon Dore dan 'Dosa' Brand Internasional yang Berulang
Aksi Dua Model Seksi Beda Generasi di Iklan Tas Terbaru Gucci Era Demna
Kaia Gerber Les Balet Berbulan-bulan Demi Jadi Bintang Iklan Sepatu
Gaya Recycling Putri Anne, Pakai Lagi Busana Puluhan Tahun di Acara Resmi
Gaya Androgini Bae Suzy Bikin Terpukau, Cantik Sekaligus Tampan
Terbukti Bikin Awet Muda, Ini 3 Kebiasaan yang Wajib Kamu Coba!
Margot Robbie 'Remake' Video Klip Ikonis Kylie Minogue untuk Iklan Tas Chanel
Gaya Nikita Willy Olahraga Hyrox, Tampil Santun Dengan Hijab











































