Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kedubes AS Selamatkan Batik Iwan Tirta

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 09 Apr 2015 15:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Alissa/ Wolipop
Jakarta -

Belum banyak yang mengenal istilah konservasi seni di Indonesia. Akibatnya, banyak pula karya yang rusak dan sulit diperbaiki karena termakan oleh waktu, seperti kain-kain warisan Nusantara.

Isu ini pun telah menjadi fokus bagi seorang wanita keturunan Amerika Serikat bernama Julia Brennan. Julia telah berkecimpung dalam bidang perawatan tekstil ini selama 30 tahun dan telah menjadi fasilitator di sejumlah negara seperti Bhutan, Madagaskar dan Aljazair. Julia juga telah menuntaskan masa kontrak tujuh tahun untuk mendidik ahli perawatan tekstil di Thailand dan membantu pendirian museum tekstil Ratu Sirikit di Bangkok.

Kini giliran wanita kelahiran Surabaya itu untuk kembali ke tempat masa kecilnya dan melakukan konservasi kepada kain khas Indonesia, batik. Saat ini, Julia tengah berada di Indonesia untuk menyelesaikan sebuah program konservasi batik dan juga memberi pelatihan kepada masyarakat permuseuman di wilayah Indonesia untuk merawat kain Nusantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita yang mulai fokus pada konservasi tekstil sejak 1985 itu pun ikut mengagumi sosok maestro batik ternama asal Indonesia, Iwan Tirta. Karya-karyanya sudah dikenal Julia sejak tahun '70-an silam, saat ia tinggal di Indonesia.

Baca Juga: 50 Momen Menghebohkan dari Pekan Mode Dunia

"Bagi saya Iwan Tirta menggambarkan dua hal. Pertama, ia mengingatkan Anda bangsa Indonesia akan warisan budaya yang telah kalian miliki. Kedua, ia mengenalkan pada dunia keindahan dan kelembutan yang dibawa batik," tutur Julia di Museum Tekstil, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).

Julia menambahkan, bahwa baginya Iwan Tirta telah menjadi stimulus bagi para konservator untuk merawat kain-kain batik. Inilah yang menjadi salah satu alasannya untuk mau berperan dalam pelestarian kain batik rancangan sang maestro di Museum Tekstil Jakarta.

Ahli tekstil yang juga pendiri Caring for Textile di Washington D.C. itu juga sedikit menyinggung tentang keadaan kain tradisi di berbagai negara yang pernah didatanginya. Menurutnya, keadaan museum tempat penyimpanan tekstil akan menentukan kondisi kain.

Namun Julia senang melihat Museum Tekstil di Jakarta. Menurutnya, museum ini menjadi contoh yang baik untuk merawat kain tradisi. Hal ini dikarenakan Museum Tekstil memiliki langit-langit yang tinggi, pendingin ruangan dan ventilasi yang cukup. Dengan begitu kain bisa terhindar dari masalah jamur, hewan kecil ataupun kusam karena terpapar cahaya terlalu banyak.

"Saya di sini merasa ingin memenuhi takdir saya. Saya ingin ikut menjaga warisan budaya Indonesia," tuturnya.

(asf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads