Immersion, Jadi Tema IPMI Trend Show 2015
Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 24 Sep 2014 19:31 WIB
Jakarta
-
Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) akan kembali menawarkan tren fashion terbaru kepada para penikmat mode tanah air. Dalam program IPMI Trend Show yang telah berlangsung ke-30 kalinya di tahun ini, para desainer akan mengangkat tema besar 'Immersion' sebagai inspirasi.
"IPMI Trend Show bukan untuk menyaingi fashion week lain tapi kita sudah melakukan ini selama 30 tahun dan kita inginnya kan yang sustainable atau terus berlanjut. Untuk tema Immersion itu artinya pencampuran. Jadi campuran sesuatu yang paradoks, misalnya alam dan futuristik. Atau religi dan sains. Dan formula ini kita kemas menjadi formula yang mantap," jelas Era Soekamto bicara tentang tren IPMI tahun mendatang, di Plataran Darmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (24/09/2014).
Kepada Wolipop, Era memberi sedikit bocoran tentang koleksi yang akan ditampilkan di IPMI Trend Show nanti. Desainer yang sudah berkecimpung sebagai anggota sejak tahun 1999 itu akan mengangkat pencampuran antara spiritual dengan tren masa kini dengan tajuk '11:11'.
Desainer IPMI lainnya, Barli Asmara juga akan menggambarkan tema Immersion secara berbeda. Desainer yang memulai karier tahun 2000 itu akan mempresentasikan show dengan campuran antara nuansa tradisional dari Tanah Jawa dan juga potongan ala Barat dalam koleksi 'Royal Javanesse'.
"Ada sesuatu yang harus kita lihat dari historical value-nya, bisa dari musiknya kah atau tahunnya atau culture. Dan semakin kesini kita nggak boleh melupakan apa yang sudah terlewat di belakang. Maka dari itu saya ambil Royal Javanesse yang inspirasinya dari siluet penari Kraton tapi tetap dengan night dress," jelas Barli saat ditemui di acara yang sama.
Barli mendapat inspirasi dari siluet para penari Kraton untuk 48 set busana yang akan ditampilkan nanti. Akan ada kain tradisi batik, namun dikemas lebih modern dengan siluet gaun malam yang diberi ornamen lace dan bulu. Di show IPMI, Barli akan menampilkan batik dengan teknik digital printing yang terinspirasi dari motif truntung, nitik dan kawung.
Koleksi para desainer IPMI dalam IPMI Trend show kali ini akan ditampilkan secara sepekan. Acara gabungan antara Pasar Indonesia, Bazaar Fashion Festival dan IPMI Trend Show ke-30 itu berlangsung mulai 22-26 Oktober 2014 di Jakarta Convention Center.
(asf/kik)
"IPMI Trend Show bukan untuk menyaingi fashion week lain tapi kita sudah melakukan ini selama 30 tahun dan kita inginnya kan yang sustainable atau terus berlanjut. Untuk tema Immersion itu artinya pencampuran. Jadi campuran sesuatu yang paradoks, misalnya alam dan futuristik. Atau religi dan sains. Dan formula ini kita kemas menjadi formula yang mantap," jelas Era Soekamto bicara tentang tren IPMI tahun mendatang, di Plataran Darmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (24/09/2014).
Kepada Wolipop, Era memberi sedikit bocoran tentang koleksi yang akan ditampilkan di IPMI Trend Show nanti. Desainer yang sudah berkecimpung sebagai anggota sejak tahun 1999 itu akan mengangkat pencampuran antara spiritual dengan tren masa kini dengan tajuk '11:11'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sesuatu yang harus kita lihat dari historical value-nya, bisa dari musiknya kah atau tahunnya atau culture. Dan semakin kesini kita nggak boleh melupakan apa yang sudah terlewat di belakang. Maka dari itu saya ambil Royal Javanesse yang inspirasinya dari siluet penari Kraton tapi tetap dengan night dress," jelas Barli saat ditemui di acara yang sama.
Barli mendapat inspirasi dari siluet para penari Kraton untuk 48 set busana yang akan ditampilkan nanti. Akan ada kain tradisi batik, namun dikemas lebih modern dengan siluet gaun malam yang diberi ornamen lace dan bulu. Di show IPMI, Barli akan menampilkan batik dengan teknik digital printing yang terinspirasi dari motif truntung, nitik dan kawung.
Koleksi para desainer IPMI dalam IPMI Trend show kali ini akan ditampilkan secara sepekan. Acara gabungan antara Pasar Indonesia, Bazaar Fashion Festival dan IPMI Trend Show ke-30 itu berlangsung mulai 22-26 Oktober 2014 di Jakarta Convention Center.
(asf/kik)
Perawatan dan Kecantikan
Stop Galau! Ini Bedanya Skin Tint, Foundation, dan Cushion, Mana yang Cocok untuk Bukber?
Kesehatan
Jangan Sampai Drop di Tengah Puasa! Ini Rahasia Energi Stabil dari Madu Murni
Perawatan dan Kecantikan
Stop Takut Make Up Crack Saat Lebaran! Ini Solusi Complexion Tahan Lama
Perawatan dan Kecantikan
Stop Makeup Geser Saat Bukber! Ini Foundation Tahan Lama yang Wajib Dicoba
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Belajar Motif Bordir Ala Jepang yang Filosofis di Workshop Japanese Sashiko
Intip Gaya Perdana Rama Duwaji di NYFW Sebagai First Lady New York City
Wilsen Willim Hadirkan Koleksi Imlek 2026, Terinspirasi Tren Neo-Chinese
Mengenal Tiffany & co, Brand Perhiasan yang Tokonya di Indonesia Disegel Bea Cukai
Tobatenun Gaet Itang Yunasz, Ubah Tenun Batak Jadi Raya Modest Wear Mewah
Most Popular
1
Istri Pengusaha Malaysia Ini Viral Usai Mendadak Tampil Tanpa Hijab
2
Fan Bingbing Ungkap Rangkaian Skincare 40 Menit yang Dilakukan Setiap Hari
3
Pesona Aurel Hermansyah di Tedak Siten Baby Arash, Makin Langsing & Cantik
4
Sempat Dicap 'Mean Girl', Anak Gwyneth Paltrow Kini Disebut Tukang Bully
5
Ramalan Zodiak 18 Februari: Cancer Perlu Mengalah, Virgo Jangan Tegang
MOST COMMENTED











































