Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Busana 2 in 1 yang Unik dari Albert Yanuar di Final LPM 2014

Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 29 Jan 2014 19:58 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: M. Abduh/Wolipop
Jakarta -

Tiga desainer berbakat Indonesia, Itang yunasz, Jeffry Tan dan Albert Yanuar menampilkan koleksinya dalam satu panggung di hadapan pecinta mode di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Rabu (29/01/2014). Ada benang merah dari penampilan para desainer tersebut dalam satu panggung, yaitu ketiganya merupakan alumni dari Lomba Perancang Mode (LPM).

LPM sendiri adalah ajang perlombaan untuk mencari bibit desainer berbakat Indonesia agar dapat berkontribusi maksimal di industri mode tanah air. Selain ketiga nama desainer tadi, lomba yang digagas Femina Group sejak 1979 itu telah menelurkan nama desainer lainnya. Sebut saja Priyo Oktaviano, Andreas Odang, Tex Saverio, Carmanita, Chossy Latu, Stephanus Hammy dan masih banyak lagi.

Dalam shownya kali ini, Itang Yunasz menampilkan koleksi bertajuk 'The Mosque' yang menampilkan tren digital printing. Itang tetap setia dengan pakem-pakem busana muslim, dan mengaplikasikan printing ke dalam gamis. Warna yang ditawarkan juga cerah, seperti hijau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian ada koleksi Jeffry Tan yang lebih edgy. Potongannya juga modern dan banyak menampilkan garis asimetris. Misalnya saja paduan atasan sleeveless merah yang dipadu bersama rok hitam dengan belahan tinggi di sisi kiri dan kanan.

Terakhir, koleksi Albert Yanuar yang berkreasi menciptakan busana 2 in 1 dua gaya dalam satu busana yang dipresentasikan secara dramatis. Albert menampilkan palet warna monokrom dan potongan tegas dalam 8 koleksinya. Misalnya saja gaun putih polos yang berubah menjadi penuh motif kaligrafi Korea dalam sekejap, hanya dengan melepaskan kaitan kain di beberapa bagian gaun. Ada pula rok flare ala tahun 50-an yang berubah menjadi outer yang dipadukan dengan gaun bordir.

Penampilan ketiga desainer tadi adalah bagian dari acara final LPM, lomba bagi desainer muda yang telah dimulai sejak Oktober 2013 lalu. Di LPM kali ini, ada 10 peserta yang berkompetisi dengan menampilkan koleksi ready-to-wear.

"Tahun ini LPM mengambil tema '24 Hour Style' karena biasanya LPM mengangkat kekayaan Indonesia. Tapi sekarang kita mengambil tema itu karena perkembangan zaman dan mengikuti gaya hidup urban. Karena melihat dari wanita masa kini yang sibuk dan memiliki multiperan, yang menuntut gaya prima, fleksibel untuk berbagi acara sepanjang hari," ujar Zornia Harisantoso, editor in chief Grazia Indonesia.

Untuk LPM 2013/2014 ini, nama Yelly Lumentu menjadi pemenang pertama. Yelly menampilkan enam set koleksi dengan dominasi palet putih yang minimalis dan bergaya urban. Misalnya saja sweatshirt oversized yang dipadu bersama rok skater pendek yang juga berpalet putih. Adapun rok pensil dan atasan sleveless dengan detail kotak yang terdiri dari panel transparan.

Kemudian ada nama Christian Wohangara di tempat kedua, dan Shahnaz Soraya yang menempati posisi ketiga. Sedangkan untuk juara LPM favorit adalah Naomi Anastasia.



(asf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads