IPMI Trend Show 2014 Ingin Ciptakan Pakem Mode yang Lebih Berbobot
Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) akan kembali menggelar ajang fashion show tahunannya, IPMI Trend Show 2014. Kata kunci untuk tema tren kali ini adalah perubahan. Berubah untuk perkembangan mode, menciptakan pakem mode yang lebih baik.
Sebagai sebuah organisasi yang mewadahi banyak desainer kenamaan Indonesia, IPMI merasa sudah saatnya mengambil tindakan konkret untuk berubah jadi lebih baik lagi. IPMI ingin memberi statement trend dengan konsep yang kuat, lebih berbobot dan dikenal secara luas.
"IPMI Trend Show sudah tahun ke-28. Harus berubah karena banyak dan cepat sekali pergerakan fashion Indonesia. Tahun ini kami berusaha memperkuat infrastruktur, menggandeng stakeholder, rekanan kerjanya lebih besar," ujar Desainer Era Soekamto sebagai perwakilan IPMI dalam konferensi pers di Capocaccia, Pacific Place, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (20/05/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggota IPMI sekarang ada yang ingin mulai berbisnis, partnership, ada yang mau go international. Maka dari itu penggarapannya juga harus lebih serius dan fully concept. Itu yang ingin kami perlihatkan di trend show nanti," tambah Era, yang kini menjabat sebaga creative director rumah mode Iwan Tirta.
Untuk menangkap atensi yang lebih luas, IPMI pun tidak bisa lagi berjalan sendiri seperti tahun-tahun sebelumnya. Maka tahun ini IPMI menggandeng majalah Harper's Bazaar Indonesia dan menjadi bagian dari Bazaar Fashion Festival yang akan diadakan pada September 2013 mendatang.
Akan ada 16 desainer yang akan menampilkan fashion statement mereka. Beberapa di antaranya Tri Handoko, Liliana Lim, Era Soekamto, Syahreza Muslim, Yongki Budisutisna, Tuty Cholid, Rusli Tjohnardi, Ari Seputra dan Denny Wirawan. Acara akan diselenggarakan selama tiga hari di Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta.
(hst/eny)










































