Mengenang Ramli & Dedikasinya Pada Budaya Indonesia
Desainer Ramli meninggal dunia dalam usia 58 tahun, Rabu (23/1/2013). Sepanjang karirnya dia dikenal sebagai desainer yang tak pernah melupakan budaya Indonesia dalam setiap karyanya.
Seperti pada peragaan besar terakhir yang dibuatnya pada November 2012 bertajuk 37 Tahun Ramli Berkarya. Dalam fashion show tersebut, Ramli menampilkan 100-an set karya terbarunya yang banyak menggunakan kain dari berbagai daerah di Indonesia.
Pagelaran yang diadakan di Hotel Kempinski, Jakarta itu merupakan refleksi perjalanan karir Ramli yang telah ia mulai sejak tahun 1975. Salah satu kain Indonesia yang menjadi fokus dalam pagelaran ini adalah kain Cual Tarempa dari Anambas, kepulauan Riau. Bahan lain yang menginspirasi sang desainer adalah batik Sampang dari Madura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecintaan Ramli pada Indonesia terus membuahkan penghargaan. Pada Oktober 2012 lalu, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas)menganugerahkan penghargaan untuknya atas dedikasi selama puluhan tahun berkecimpung di bidang mode dan selalu menjadikan bordir sebagai kekhasannya.
Pada 2009, Ramli didiagnosa dokter menderita kanker usus stadium empat. Serangkaian kemoterapi pun dijalani desainer yang kini berkepala plontos itu. Kemoterapi tersebut rupanya tak menghentikan sel-sel kanker dalam tubuhnya. Meskipun menderita kanker, penyakit tersebut tidak menghalanginya untuk berkarya. Dia berusaha sekuat tenaga agar bisa menggelar fashion show 37 Tahun Ramli Berkarya pada 2012 lalu.
Bukan hanya fashion show 37 Tahun Berkarya saja yang sempat dijalani Ramli. Desainer yang bersahabat dengan Mien Uno itu juga sempat menggelar pagelaran busana di Den Haag, Belanda dan Hamburg, Jerman, Juni 2011. Pada September 2011, dia pun memeragakan karyanya di Spanyol.
Fashion show di Spanyol bertema La Esplendida Elegancia de Indonesia disaksikan sekitar 500 orang dari berbagai kalangan di negeri matador tersebut. Ramli pun menyampaikan kebanggaannya karena promosi Indonesia melalui pagelaran busana diapresiasi di Spanyol.
Pastinya Indonesia juga bangga punya desainer seperti Ramli yang rela mendedikasikan hidupnya untuk mengangkat keanekaragaman budaya tanah air. Selamat jalan Ramli.
(eny/eny)











































