Jakarta -
Lini fashion ciptaan Iwet Ramadhan yang bernama Tik Shirt ini mengedepankan desain modern dengan aplikasi motif batik. Diterapkan ke dalam kaos, kemeja hingga kebaya kaos, akan terlihat sangat menarik. Penasaran dengan makna motif-motif tersebut? Iwet pun memaparkannya.
1. Sekar Jagad
Batik pedalaman ini berasal dari Solo & Yogya. Dengan latar putih, maknanya adalah peta dunia. 'Kar' dalam bahasa belanda berarti peta. Ia menggambarkan bentuk kebaikan dan biasa dipakai oleh orang ahli, orang pintar, dukun istana dan keraton.
2. Parang Kecil
Dulu para putri di istana dibekali keris kecil serupa parang di rambutnya untuk perlindungan. Motif ini pun kerap dikenakan oleh kaum wanita karena kesan yang lebih lembut. Terlihat di sini, motif tersebut diaplikasikan ke kebaya kaos model kutubaru.
3. Pekalongan
Terlihat di sini motif bebungaan seperti mawar dipertemukan dengan kupu-kupu. Ini adalah asimilasi budaya Cina dengan Eropa. Motif ini banyak ditemui di batik pesisiran. Kupu-kupu melambangkan umur panjang, kebahagiaan dan cinta abadi, sedangkan mawar adalah simbol cinta. Diharapkan yang memakainya akan bahagia dalam hidup.
4. Truntum
Motif ini serupa dengan visualisasi bintang. Dulu dikisahkan Pakubuwono III ingin memperistri selirnya agar memiliki keturunan sehingga membuat istrinya, Ratu Beruk sedih. Ratu Beruk pun pergi bertapa dan melihat bintang di langit. Iapun melukis motif tuntrum tersebut dengan penuh ketelatenan yang membuat raja mengurungkan niatnya menikah lagi dan mereka pun kembali hidup bahagia. Motif ini umumnya dipakai para orangtua saat ingin menikahkan anaknya.
5. Lurik
Lurik sebenarnya bukan batik melainkan tenun Jawa Tengah. Kerap dikenakan oleh raja saat meninjau rakyatnya. Jika diperhatikan, ada tiga garis kecil dan empat garis besar. Hal ini melambangkan keseimbangan antara raja dan rakyatnya. Dipercaya kain ini sebagai penangkal kesialan dan penyembuhan.
6. Parang besar
Motif ini melambangkan kewibawaan dan kebanggaan. Jika Anda diundang ke keraton jangan mengenakan motif ini karena dianggap penghinaan kepada raja. Hanya raja yang boleh memakainya, sedangkan parang kusumo boleh dipakai putri raja.
7. Truntum Modifikasi
Sama dengan penjelasan motif tuntrum sebelumnya, yang ini merupakan pengembangan dari motif aslinya. Besaran ukuran motif hingga variasi susunan bintang juga menjadi variasi keindahannya.
8. Mega mendung
Alkisah seorang Sultan hobi melihat pantulan awan di danau. Sunan Gunung Jati menaksir putri cina yang datang ke Cirebon. Sebagai bukti rasa suka, sang putri diberikan motif serupa guci cina yang kemudian dibatik. Merekapun menikah setelah sang Sultan membuktikan kreativitasnya kepada putri Cina.
9. Buketan
Kota Pekalongan dikenal sebagai penghasil batik paling halus. Sebagai kota pelabuhan, ia menjadi percampuran macam budaya; Eropa, Jepang, Cina, Arab. Khas dengan motif bunga yang disebut batik buketan. Keistimewaannya, sangat banyak ragam motif bunga buketan mengingat berapa banyak bangsa yang menginterprestasikannya.
10. Yogya
Batik Yogya yang ditampilkan ini memiliki motif pisang-pisangan. Dengan latar putih, dikedepankan motif pisang Bali yang menggambarkan penyambutan tamu dengan suguhan buah pisang. Diharapkan tamu akan selalu kembali mengunjungi tempat tersebut.