Liputan Khusus
Denim & Jeans, Serupa Tapi Tak Sama
wolipop
Selasa, 20 Nov 2012 07:45 WIB
Jakarta
-
Penyebutan denim dan jeans seringkali menimbulkan kerancuan. Ada beberapa orang yang menyebut celana jeans, ada pula yang mengatakan celana denim, jaket denim atau rok jeans. Apakah denim bisa disebut jeans, atau sebaliknya?
Menurut Respati Hafidz, pendiri situs komunitas jeans darahkubiru, denim dan jeans bisa dikatakan berbeda. Denim adalah jenis bahan, sementara jeans adalah produk (celana) yang terbuat dari denim.
"Denim itu bahannya, jeans itu produk dari denim karena (sejarah) denim sendiri lebih lama lagi," jelas pria yang akrab disapa Direz ini, saat diwawancara wolipop di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.
Bahan denim berasal dari sebuah kota di Prancis, bernama Nimes. Awalnya bahan ini disebut Serge de Nimes, lalu kemudian dipersingkat menjadi denim (de Nims). Denim merupakan material kain yang kokoh terbuat dari katun twill. Teksturnya mirip karpet namun lebih tipis dan halus. Pertama kali diciptakan, denim hanya memiliki satu warna yaitu indigo. Tapi seiring berkembangnya zaman, dibuatlah warna-warna lain seperti hitam, abu-abu, putih khaki, dan warna-warna terang di antaranya pink, hijau dan biru terang.
"Begitu dipakai sama Levis jadi celana, barulah namanya jeans," tutur Direz.
Jeans sendiri merupakan sebutan khusus untuk celana denim. Pertama kali diciptakan oleh Jacob Davis dan Levi Strauss pada 1873. Awalnya jeans didesain untuk para koboi dan pekerja kasar pada era 50-an. Tapi semakin populer tahun 80an hingga sekarang dan dikenakan mulai dari anak-anak, kalangan remaja hingga orang dewasa. Dari masyarakat umum, selebriti hingga pejabat kala ingin tampil casual.
Sementara itu denim di masa sekarang, lebih sering digunakan untuk menyebut rangkaian busana yang terbuat dari bahan tersebut. Misalnya rok denim, jaket denim, gaun denim, rok denim, sepatu atau tas denim.
Namun dari pengamatan Direz, sekarang ini pengertian denim dan jeans sudah mulai membaur. Orang kini bisa menyebut denim dengan jeans, meskipun secara harfiah artinya berbeda.
"Orang kalau ngomong, 'denim kamu apa?' sama seperti 'jeans kamu apa'. Sudah mirip, kata-kata itu sudah sama aja artinya. Nggak (terlalu beda)," ujarnya.
Jadi, denim atau jeans, meskipun memiliki arti yang berbeda namun sudah menjadi semacam 'bahasa' yang universal di kalangan pemakai dan pencintanya. Tidak ada yang perlu dipusingkan atau dirumitkan dengan penggunaan dua kata tersebut.
"Itu interpretasi dari masing-masing orang saja," tutup pria berusia 27 tahun ini.
(hst/eya)
Menurut Respati Hafidz, pendiri situs komunitas jeans darahkubiru, denim dan jeans bisa dikatakan berbeda. Denim adalah jenis bahan, sementara jeans adalah produk (celana) yang terbuat dari denim.
"Denim itu bahannya, jeans itu produk dari denim karena (sejarah) denim sendiri lebih lama lagi," jelas pria yang akrab disapa Direz ini, saat diwawancara wolipop di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu dipakai sama Levis jadi celana, barulah namanya jeans," tutur Direz.
Jeans sendiri merupakan sebutan khusus untuk celana denim. Pertama kali diciptakan oleh Jacob Davis dan Levi Strauss pada 1873. Awalnya jeans didesain untuk para koboi dan pekerja kasar pada era 50-an. Tapi semakin populer tahun 80an hingga sekarang dan dikenakan mulai dari anak-anak, kalangan remaja hingga orang dewasa. Dari masyarakat umum, selebriti hingga pejabat kala ingin tampil casual.
Sementara itu denim di masa sekarang, lebih sering digunakan untuk menyebut rangkaian busana yang terbuat dari bahan tersebut. Misalnya rok denim, jaket denim, gaun denim, rok denim, sepatu atau tas denim.
Namun dari pengamatan Direz, sekarang ini pengertian denim dan jeans sudah mulai membaur. Orang kini bisa menyebut denim dengan jeans, meskipun secara harfiah artinya berbeda.
"Orang kalau ngomong, 'denim kamu apa?' sama seperti 'jeans kamu apa'. Sudah mirip, kata-kata itu sudah sama aja artinya. Nggak (terlalu beda)," ujarnya.
Jadi, denim atau jeans, meskipun memiliki arti yang berbeda namun sudah menjadi semacam 'bahasa' yang universal di kalangan pemakai dan pencintanya. Tidak ada yang perlu dipusingkan atau dirumitkan dengan penggunaan dua kata tersebut.
"Itu interpretasi dari masing-masing orang saja," tutup pria berusia 27 tahun ini.
(hst/eya)
Pakaian Wanita
Kaos Kaki Ankle Tidak Mudah Melar, THE MUDS Tutty Fruity yang Awet Dipakai Rutin
Pakaian Pria
Inspirasi Outift Pria untuk Bukber di Bulan Ramadhan, Rapi, Stylish, dan Tetap Nyaman Dipakai!
Pakaian Pria
Merayakan Lebaran dengan Tas Baru, BANGE BG7566 Tas Selempang Pria Waist Bag Favorit yang Wajib Kamu Punya!
Hobi dan Mainan
Fantech Gamepad HALL EFFECT Wireless WGP13S, Kontrol Presisi Tanpa Drama untuk Gamer Serius!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Koleksi Terbaru Sneakers Lokal Unerd, Hadir dalam Warna Garuda Indonesia
Gelar Fashion Show Bertajuk 'SWARNA', MUDA Pamerkan Koleksi Raya 2026
Raja Charles III Hadiri London Fashion Week pada Hari Penangkapan Andrew
Vetements Jual Kemeja Putih Bekas Setrika Gosong, Harganya Nyaris Rp 20 Juta
Frank & Co. Gandeng Desainer Monica Ivena Rilis Cincin Terinspirasi Puisi Cinta
Most Popular
1
Viral Pernikahan Crazy Rich India, Wedding Cake-nya Berbentuk Chandelier
2
Tren Sleepy Girl Makeup, Look Ngantuk yang Lagi Hits
3
Momen Raja Charles Hadiri London Fashion Week Setelah Andrew Ditangkap
4
Ramalan Zodiak 21 Februari: Libra Banyak Godaan, Sagitarius Raih Peluang
5
TikTok Viral Verificator
Tak Disangka, Viral Wanita Ini Hamil Bareng Ibu dan Kini Urus 4 Adik Sendiri
MOST COMMENTED











































