Top Model Coco Rocha Desain Perhiasan untuk Amal
wolipop
Selasa, 10 Jan 2012 08:08 WIB
Jakarta
-
Memiliki karir yang sukses dalam dunia mode, tampaknya tidak membuat Coco Rocha merasa puas. Ia pun dikabarkan telah melebarkan sayapnya dalam mendesain perhiasan.
Wanita 23 tahun itu telah mendesain sebuah lini perhiasan bekerja sama dengan organisasi amal Senhoa --badan amal yang menyelamatkan dan merehabilitasi wanita muda Kamboja dari perdagangan seks. Selain karena tujuannya yang mulia, desain perhiasan Coco Rocha juga menuai pujian dari beberapa situs mode.
Perhiasan berpotongan besar dengan desain berani karya Coco Rocha, bahkan disebut sebagai karya seni ketimbang hanya sebuah perhiasan oleh situs Daily Mail. Salah satu yang menarik adalah, kalung manik-manik yang menjuntai di leher dan bahu.
Untuk masalah harga, kalung, anting dan gelang yang terbuat dari kristal Swarovski itu dijual dengan harga yang cukup masuk akal. Gelang rantai dengan batu-batu berbentuk taring bisa didapat dengan harga US$ 65, sedangkan kalung yang bernama 'Rachany' dijual seharga US$ 995 atau sekitar Rp 9 jutaan.
Dalam sebuah wawancara dengan Teen Vogue, ia mengakui bahwa inspirasi membuat perhiasan datang ketika seorang teman menunjukkan padanya sebuah gelang yang dibuat oleh gadis Kamboja. Setelah kejadian itu, ia pun selalu mengenakan perhiasan dari Senhoa tersebut.
"Selama tahun berikutnya, saya memakai perhiasan Senhoa di berbagai acara karpet merah. Saya belajar banyak mengenai masalah perdagangan manusia dan mendengar cerita dari gadis Senhoa yang membuat saya ingin melakukan sesuatu yang lebih. Jadi kami memutuskan kolaborasi perhiasan adalah cara yang tepat untuk memberikan suara saya," ujar model asal Kanada tersebut.
"Saya mencoba membuat perhiasan yang melambangkan gadis Senhoa yang sedang diberi pengarahan melalui program ini. Motto kami adalah, 'accessorize your conscience'," tambah wanita yang telah melakukan banyak peragaan busana dari rumah mode mewah seperti Chanel, Christian Dior, DVF, Hermes, Jean Paul Gaultier, John Galliano, Karl Lagerfeld, Louis Vuitton dan lain-lainnya.
(eya/kik)
Wanita 23 tahun itu telah mendesain sebuah lini perhiasan bekerja sama dengan organisasi amal Senhoa --badan amal yang menyelamatkan dan merehabilitasi wanita muda Kamboja dari perdagangan seks. Selain karena tujuannya yang mulia, desain perhiasan Coco Rocha juga menuai pujian dari beberapa situs mode.
Perhiasan berpotongan besar dengan desain berani karya Coco Rocha, bahkan disebut sebagai karya seni ketimbang hanya sebuah perhiasan oleh situs Daily Mail. Salah satu yang menarik adalah, kalung manik-manik yang menjuntai di leher dan bahu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah wawancara dengan Teen Vogue, ia mengakui bahwa inspirasi membuat perhiasan datang ketika seorang teman menunjukkan padanya sebuah gelang yang dibuat oleh gadis Kamboja. Setelah kejadian itu, ia pun selalu mengenakan perhiasan dari Senhoa tersebut.
"Selama tahun berikutnya, saya memakai perhiasan Senhoa di berbagai acara karpet merah. Saya belajar banyak mengenai masalah perdagangan manusia dan mendengar cerita dari gadis Senhoa yang membuat saya ingin melakukan sesuatu yang lebih. Jadi kami memutuskan kolaborasi perhiasan adalah cara yang tepat untuk memberikan suara saya," ujar model asal Kanada tersebut.
"Saya mencoba membuat perhiasan yang melambangkan gadis Senhoa yang sedang diberi pengarahan melalui program ini. Motto kami adalah, 'accessorize your conscience'," tambah wanita yang telah melakukan banyak peragaan busana dari rumah mode mewah seperti Chanel, Christian Dior, DVF, Hermes, Jean Paul Gaultier, John Galliano, Karl Lagerfeld, Louis Vuitton dan lain-lainnya.
(eya/kik)










































