Barli Asmara Tutup IPMI Trend Show 2012
wolipop
Jumat, 14 Okt 2011 13:14 WIB
Jakarta
-
Kamis (13/10/2012), IPMI trend show 2012 memasuki hari kedua sekaligus menutup acara yang berlangsung selama dua hari tersebut. Di hari kedua ini, IPMI kembali menampilkan tiga desainernya, yakni Era Soekamto, Tuty Cholid dan Barli Asmara.
Acara dibuka oleh Era Soekamto yang menampilkan tarian tradisional, dilanjutkan dengan peragaan bertemakan 'Swargaloka'. Makna dari tema ini adalah hasrat untuk menemukan surga dalam diri wanita Indonesia. Dalam mewujudkannya, Era memadukan budaya Bugis yang terkenal dengan baju Bodo dengan budaya Jawa yang khas akan kebayanya.
Alhasil, busana khas kerajaan mengalami peremajaan siluet dan tampil lebih modern. Era mengakui banyak menggunakan materi ATBM dan sifon dalam koleksi kali ini. Variasi motif tradisional dari kain tenun Sulawesi Selatan juga banyak terlihat dalam koleksinya.
Memasuki peragaan kedua, Tuty Cholid menampilkan banyak variasi warna, mulai dari teknik color-block maupun penyatuan materi multi warna menjadi sebuah item fashion. 'Baine Gammara' yang dalam bahasa Sulawesi Selatan berarti wanita cantik, menjadi tema keseluruhan koleksi.
Variasi model baju mulai dari coat, bolero, gaun mini, gaun panjang, celana pantalon, blouse hingga jaket memberikan kesegaran dari kesan etnik yang ditampilkan. Masih dengan budaya Sulawesi Selatan, keragaman tenun sungkit, ikat hingga ATBM dipercantik dengan detail A-line, draperi, kerut, volue, hingga layering.
Menutup acara, 40 tampilan busana dari Barli Asmara yang bertemakan 'Macrame' siap mengusung kembali tren warna nude di tahun 2012. Macrame merupakan teknik pembuatan busana paling kuno di dunia. Ia dibuat dengan cara mengikat, menyimpulkan dan menyusun tali-temali menjadi sebuah lembaran.
Hasilnyapun terkesan seperti busana dengan detail fringe/rumbai. Variasi gaya celana pipa hingga gaun malam yang bernuansa natural seakan menunjukkan bahwa dengan satu warna, seseorang bisa tampil dalam variasi gaya yang tidak ada habisnya.
(fer/eny)
Acara dibuka oleh Era Soekamto yang menampilkan tarian tradisional, dilanjutkan dengan peragaan bertemakan 'Swargaloka'. Makna dari tema ini adalah hasrat untuk menemukan surga dalam diri wanita Indonesia. Dalam mewujudkannya, Era memadukan budaya Bugis yang terkenal dengan baju Bodo dengan budaya Jawa yang khas akan kebayanya.
Alhasil, busana khas kerajaan mengalami peremajaan siluet dan tampil lebih modern. Era mengakui banyak menggunakan materi ATBM dan sifon dalam koleksi kali ini. Variasi motif tradisional dari kain tenun Sulawesi Selatan juga banyak terlihat dalam koleksinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Variasi model baju mulai dari coat, bolero, gaun mini, gaun panjang, celana pantalon, blouse hingga jaket memberikan kesegaran dari kesan etnik yang ditampilkan. Masih dengan budaya Sulawesi Selatan, keragaman tenun sungkit, ikat hingga ATBM dipercantik dengan detail A-line, draperi, kerut, volue, hingga layering.
Menutup acara, 40 tampilan busana dari Barli Asmara yang bertemakan 'Macrame' siap mengusung kembali tren warna nude di tahun 2012. Macrame merupakan teknik pembuatan busana paling kuno di dunia. Ia dibuat dengan cara mengikat, menyimpulkan dan menyusun tali-temali menjadi sebuah lembaran.
Hasilnyapun terkesan seperti busana dengan detail fringe/rumbai. Variasi gaya celana pipa hingga gaun malam yang bernuansa natural seakan menunjukkan bahwa dengan satu warna, seseorang bisa tampil dalam variasi gaya yang tidak ada habisnya.
(fer/eny)
Makanan & Minuman
Cari Minyak Goreng Jernih & Tidak Cepat Keruh? Ini Rekomendasinya
Kesehatan
Si Kecil Malas Sikat Gigi? Coba Cara Ini Biar Lebih Semangat
Home & Living
AC Ini Berteknologi Turbo Cool, Bisa Bikin Ruang Dingin Lebih Cepat!
Olahraga
Tecnifibre TFIGHT 285: Raket Tenis Versatile untuk Main Lebih Agresif
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Debut Bersejarah, Maison Margiela Gelar Show Perdana di Luar Paris
Dari Paris ke Jakarta, Melihat Lebih Dekat Koleksi Dior Spring-Summer 2026
Dari Tenun Sisa Jadi Koleksi Bermakna Demi Dukung Pendidikan Anak Indonesia
Tren Fashion Baru Favorit Gen Z: Buku Mini Jadi Bag Charm
Kritikan Stella McCartney untuk 'High Fashion' yang Merusak Alam
Most Popular
1
Beda Banget! Transformasi Shindy Samuel Usai Turun BB 104 Kg, Banjir Pujian
2
Ramalan Zodiak Cinta 5 April: Capricorn Bersabar, Leo Jangan Banyak Komentar
3
Ramalan Zodiak 5 April: Aries Kurang Agresif, Taurus Jangan Menyerah
4
Viral Tren Makeup Blush Putih yang Bikin Wajah Glowing, Begini Cara Pakainya
5
Gaya Pacar Cristiano Ronaldo Pakai Tas Langka, Koleksinya Senilai Rumah Mewah
MOST COMMENTED











































