Didi Budiardjo 'Angkat' Kain Tenun Sambas
wolipop
Selasa, 24 Mei 2011 09:03 WIB
Jakarta
-
Mungkin banyak orang yang belum mengetahui tentang kain khas Sambas, Kalimantan Barat. Dalam pagelaran busana tunggalnya di ajang tahunan Jakarta Fashion and Food Festival Senin lalu (23/05/2011), Didi Budiardjo mengangkat pamor songket Sambas agar lebih dikenal luas.
Hadir dalam tema 'Juxtapose', Didi mengusung gaya Jepang kontemporer yang dipadankan dalam kain tenun Sambas dalam 27 koleksi yang dipamerkannya.
"Kain tenun Sambas memang masih belum banyak dikenal orang. Keistimewaan kain tenun Sambas ini karena memiliki 2 unsur motif yang berbeda seperti unsur china pada motif mawar dan unsur islam pada motif geometrik. Hal ini memiliki nilai yang istimewa di mata saya," kata Didi ketika dijumpai dalam konferensi pers yang berlangsung di Hotel Harris, Kelapa Gading.
Sebenarnya dalam pagelaran busananya, tidak hanya ditampilkan kain sambas. Tetapi kain tenun padang, kain tenun palembang, kain tenun lombok juga turut dieksplorasinya walau tidak dominan. Kain tradisional tersebut lalu dikolaborasikan dengan material modern seperti organza, sutra, taffeta, katun, sutra clogne, brocade, zibeline, satin duchesse, katun pique dan lame matelasse.
Berkat kepiawaiannya, material tersebut tampil begitu indah dalam potongan busana berkesan elegan dan romantis. Kimono modern berbahan motif tenun dengan atasan penuh manik dapat ditemui dalam beberapa koleksinya. Untuk pemilihan warna, desainer yang masuk dalam rekor MURI dalam desain bustier terbesar ini menggunakan warna-warna yang lebih atraktif.
"Warna yang sedang tren saat dalam fashion saat ini cenderung lebih berani dan mencolok," ungkap desainer berusia 41 tahun ini.
(rsk/kik)
Hadir dalam tema 'Juxtapose', Didi mengusung gaya Jepang kontemporer yang dipadankan dalam kain tenun Sambas dalam 27 koleksi yang dipamerkannya.
"Kain tenun Sambas memang masih belum banyak dikenal orang. Keistimewaan kain tenun Sambas ini karena memiliki 2 unsur motif yang berbeda seperti unsur china pada motif mawar dan unsur islam pada motif geometrik. Hal ini memiliki nilai yang istimewa di mata saya," kata Didi ketika dijumpai dalam konferensi pers yang berlangsung di Hotel Harris, Kelapa Gading.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkat kepiawaiannya, material tersebut tampil begitu indah dalam potongan busana berkesan elegan dan romantis. Kimono modern berbahan motif tenun dengan atasan penuh manik dapat ditemui dalam beberapa koleksinya. Untuk pemilihan warna, desainer yang masuk dalam rekor MURI dalam desain bustier terbesar ini menggunakan warna-warna yang lebih atraktif.
"Warna yang sedang tren saat dalam fashion saat ini cenderung lebih berani dan mencolok," ungkap desainer berusia 41 tahun ini.
(rsk/kik)
Makanan & Minuman
Cari Minyak Goreng Jernih & Tidak Cepat Keruh? Ini Rekomendasinya
Kesehatan
Si Kecil Malas Sikat Gigi? Coba Cara Ini Biar Lebih Semangat
Home & Living
AC Ini Berteknologi Turbo Cool, Bisa Bikin Ruang Dingin Lebih Cepat!
Olahraga
Tecnifibre TFIGHT 285: Raket Tenis Versatile untuk Main Lebih Agresif
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Debut Bersejarah, Maison Margiela Gelar Show Perdana di Luar Paris
Dari Paris ke Jakarta, Melihat Lebih Dekat Koleksi Dior Spring-Summer 2026
Dari Tenun Sisa Jadi Koleksi Bermakna Demi Dukung Pendidikan Anak Indonesia
Tren Fashion Baru Favorit Gen Z: Buku Mini Jadi Bag Charm
Kritikan Stella McCartney untuk 'High Fashion' yang Merusak Alam
Most Popular
1
Beda Banget! Transformasi Shindy Samuel Usai Turun BB 104 Kg, Banjir Pujian
2
Most Pop: Momen Terakhir Noelia Castillo, Korban Pemerkosaan Pilih Eutanasia
3
Sinopsis Veil of Shadows, Drama China Terbaru Netflix dengan Cerita Misterius
4
Ramalan Zodiak 5 April: Aries Kurang Agresif, Taurus Jangan Menyerah
5
Ramalan Zodiak Cinta 5 April: Capricorn Bersabar, Leo Jangan Banyak Komentar
MOST COMMENTED











































