Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

'Flame On The Iceberg', Debut Mode Rendy Hapsanto

wolipop
Rabu, 16 Mar 2011 11:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Solo - Ingin menyatakan eksistensinya dalam dunia mode, Rendy Hapsanto gelar fashion show tunggalnya. Pagelaran mewah tersebut menampilkan hasil dari pencarian jati diri sang desainer.

Bertempat di Hotel Paragon, Solo, Rendy Hapsanto menggelar pagelaran busana tunggalnya yang bertajuk 'Flame On The Iceberg'. Desainer yang baru saja bergabung dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) pada awal Maret 2011 itu, menghadirkan 65 busana yang penuh akan detail.

Tema 'Flame On The Iceberg' dipilih untuk menjelaskan fase jutaan tahun yang lalu saat iklim bumi selang-seling berganti. Tema tersebut terdiri dari dua unsur utama yaitu, 'Flame' yang menggambarkan kehangatan, keanekaragaman warna api mulai dari biru, merah, oranye dan kuning. Lalu unsur kedua adalah 'Iceberg' yang mengacu pada tekstur unik dan dingin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pagelaran busana yang diadakan pada Selasa (15/03/2011) malam, Rendy banyak menggunakan bahan berupa batik dalam warna 'white on white', serta bahan songket, sifon, bulu domba serta plastik. Selain bahan-bahan tersebut, desainer yang berusia 30 tahun itu juga membuat beberapa gaun yang terbuat dari kulit kayu.

Untuk desain, Rendy Hapsanto mengklaim bahwa gaya rancangannya mengacu kepada feminitas, sensualitas dan memiliki garis tegas. Oleh karena itu ia banyak menampilkan gaun berpotongan mini, leotard, gaun panjang yang mengeksplorasi lekuk tubuh wanita dan terlihat tangguh juga glamour dengan permainan detail ramai dalam setiap busananya.

Desainer yang juga pengusaha plastik itu menutup fashion shownya dengan menyajikan rangkaian gaun pengatin yang terbuat dari bahan satin duchess dengan aplikasi lukis tangan pada permukaannya. Rendy menjelaskan bahwa rangkaian busana couture yang ditampilkan pada kemarin malam tersebut mencerminkan dirinya yang sebenarnya.

"Selama ini saya buat baju berdasarkan permintaan klien, jadi tidak bisa mengeluarkan keinginan saya. Jadi saya ingin coba menunjukkan jati diri saya dari busana dengan garis tegas seperti ini," ujar Rendy Hapsanto saat wawancara dengan wolipop, kemarin.

(eya/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads