Debut Desainer Baru Hermes Kurang Memuaskan
wolipop
Selasa, 08 Mar 2011 13:06 WIB
Jakarta
-
Ditariknya desainer Lacoste, Christophe Lemaire ke rumah mode Hermes banyak mengundang tanda tanya. Sanggupkan desainer yang hanya berkutat di desain kaos 'berkerah' itu mampu menghasilkan karya kulit mewah untuk disandingkan dengan tas legendaris, Birkin dan Kelly bag.
Koleksi pertamanya diperagakan kemarin (06/03/11) di Paris. Ia merefleksikan karya bernuansa oriental dengan sentuhan gaya para nomaden yang sedang bepergian. Jubah berkerah cheongsam, siluet celana longgar, hingga sederetan kimono dikemas dalam palet warna lembut nan membumi. Sayangnya, koleksi pertamanya kekurangan satu hal, seperti yang dikatakan oleh kritikus mode dunia, Tim Blanks seperti yang dikutip dari style.com
Warna segar seperti merah menyala, oranye dan hijau batu giok cukup memberikan nuansa hidup dalam koleksi serba pucat. Lemaire yang kerap mendesain busana bernuansa olahraga ini juga memasukkan esensi olahraga memanah dan seni menerbangkan elang dalam debutnya untuk Hermes Fall/Winter 2011, yang mana hal ini merupakan salah satu pondasi gaya tradisonal rumah mode tersebut. Akan tetapi bahan kulit terkesan dipaksakan ke hampir semua potongan busana sehingga terlihat berat, terlebih ketika dilapisi dengan ragam fur dan kulit lainnya.
Ia pun memasukkan unsur gaya berbusana pria ke dalam koleksinya, seperti setelan jas kancing depan ganda, dan kemeja pria yang cenderung kebesaran. Menurut Tim Blanks, penulis yang kerap menulis review untuk style.com hanya melihat sebuah hal yang dilewatkan oleh desainer baru Hermes. Hal tersebut adalah 'sense of effortless' atau kesan santai yang mewah seperti yang ditampilkan desainer busana pria Hermes, Veronique Nichanian, namun hal seperti itu akan berkembang seiring dengan waktu.
(fer/fer)
Koleksi pertamanya diperagakan kemarin (06/03/11) di Paris. Ia merefleksikan karya bernuansa oriental dengan sentuhan gaya para nomaden yang sedang bepergian. Jubah berkerah cheongsam, siluet celana longgar, hingga sederetan kimono dikemas dalam palet warna lembut nan membumi. Sayangnya, koleksi pertamanya kekurangan satu hal, seperti yang dikatakan oleh kritikus mode dunia, Tim Blanks seperti yang dikutip dari style.com
Warna segar seperti merah menyala, oranye dan hijau batu giok cukup memberikan nuansa hidup dalam koleksi serba pucat. Lemaire yang kerap mendesain busana bernuansa olahraga ini juga memasukkan esensi olahraga memanah dan seni menerbangkan elang dalam debutnya untuk Hermes Fall/Winter 2011, yang mana hal ini merupakan salah satu pondasi gaya tradisonal rumah mode tersebut. Akan tetapi bahan kulit terkesan dipaksakan ke hampir semua potongan busana sehingga terlihat berat, terlebih ketika dilapisi dengan ragam fur dan kulit lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(fer/fer)
Hobbies & Activities
Desain Ringkas dan Simpel, Fujifilm X Half Cocok untuk Konten Vertikal
Makanan & Minuman
Enfagrow A+ 3, Solusi Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Si Kecil
Kesehatan
Cussons Baby Telon Oil, Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
Hobbies & Activities
Latihan Lari di Rumah Makin Maksimal dengan Treadmill BODIMAX Sprinter Pro
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tren Fashion Baru Favorit Gen Z: Buku Mini Jadi Bag Charm
Kritikan Stella McCartney untuk 'High Fashion' yang Merusak Alam
Pameran Mode di London Ungkap Cara Schiaparelli Ubah Fashion Jadi Karya Seni
Travis Kelce, Pacar Taylor Swift, Jadi Global Brand Ambassador Tommy Hilfiger
Sering Merasa Tak Punya Baju? Ini 7 Trik Biar Outfit Lama Terlihat Baru
Most Popular
1
Gaya Santun Nikita Willy Liburan ke Jepang Curi Atensi, Konsisten Berhijab
2
Zendaya Akhirnya Tanggapi Rumor Pernikahan dengan Tom Holland, Ini Katanya
3
Georgina Rodriguez Pamer Tas Hermes Langka Baru, Koleksinya Mencapai Rp 17 M
4
Foto: Gaya Perdana Anne Hathaway dan Meryl Streep Promo Devil Wears Prada 2
5
Potret Khirani Putri Mayangsari Ultah ke-20, Makin Cantik Mirip Sang Mama
MOST COMMENTED











































