Daily Runway Review:
A. Detacher, Zang Toi, Zero + Maria Cornejo
wolipop
Sabtu, 26 Feb 2011 12:32 WIB
Jakarta
-
A. Detacher
Karya desainer Mona Kowalska untuk koleksi A. Detacher musim gugur memukau hati banyak penggemarnya. Beberapa menyebutnya sebagai koleksi untuk para wanita kutu buku.
Dengan potongan panjang menutupi tubuh ala gadis pemalu, kardigan, sweater rajut, rok panjang di bawah lutut, sangat sesuai untuk datangi acara klub pecinta film, atau sekedar bersantai di sebuah kafe bergaya vintage. Dari semua look yang ditampilkan, terlihat yang didominasi warna hitam menonjol dan lebih kuat.
Koleksi lengkap klik di sini.
Zang Toi
Drama, glamoritas, model yang memukau hingga desain yang jenius dari Zang Toi sukses membuat para tamu yang hadir memberikan applaus sambil berdiri. Semua bisa membayangkan gaun-gaun tersebut dikenakan untuk acara pesta mewah yang biasa dihiasi lampu chandelier besar.
Dengan bermain palet warna hitam, camel, hijau emerald dan abu-abu, ia kemudian menambahkan elemen hias seperti bulu, kristal dan sentuhan kerajinan tangan. Gaya mewah versi Zang Toi diwujudkan lewat jaket panjang warna gelap dengan aplikasi fur, yang dikombinasikan dengan celana lebar.
Koleksi lengkap klik di sini.
Zero + Maria Cornejo
Apa makna kemewahan? Bagi desainer Maria Cornejo, hal itu berarti bisa menjadi diri sendiri. Ia pun mengambil inspirasi untuk busana pria dan wanitanya dari dua orang terdekat, yakni sang suami, Mark Borthwick dan editor majalah 'Paper', Kim Hastreiter.
Koleksi terbarunya dipaksakan untuk keluar dari zona aman dengan sensitifitas lebih. Salah satu ide terbarunya mengangkat tekstur kain. Gaun sutra yang dicetak print yang diperbesar, hingga rajutan dan anyaman.
Adapula foto rak buku yang dijadikan motif gaun longgar. Di akhir acara, sang desainer menambahkan kepada style.com, " Jika Anda membuat benda
yang ingin dikenakan orang setiap hari, mereka tidak akan membuangnya".
Koleksi lengkap klik di sini.
(fer/hst)
Karya desainer Mona Kowalska untuk koleksi A. Detacher musim gugur memukau hati banyak penggemarnya. Beberapa menyebutnya sebagai koleksi untuk para wanita kutu buku.
Dengan potongan panjang menutupi tubuh ala gadis pemalu, kardigan, sweater rajut, rok panjang di bawah lutut, sangat sesuai untuk datangi acara klub pecinta film, atau sekedar bersantai di sebuah kafe bergaya vintage. Dari semua look yang ditampilkan, terlihat yang didominasi warna hitam menonjol dan lebih kuat.
Koleksi lengkap klik di sini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zang Toi
Drama, glamoritas, model yang memukau hingga desain yang jenius dari Zang Toi sukses membuat para tamu yang hadir memberikan applaus sambil berdiri. Semua bisa membayangkan gaun-gaun tersebut dikenakan untuk acara pesta mewah yang biasa dihiasi lampu chandelier besar.
Dengan bermain palet warna hitam, camel, hijau emerald dan abu-abu, ia kemudian menambahkan elemen hias seperti bulu, kristal dan sentuhan kerajinan tangan. Gaya mewah versi Zang Toi diwujudkan lewat jaket panjang warna gelap dengan aplikasi fur, yang dikombinasikan dengan celana lebar.
Koleksi lengkap klik di sini.
Zero + Maria Cornejo
Apa makna kemewahan? Bagi desainer Maria Cornejo, hal itu berarti bisa menjadi diri sendiri. Ia pun mengambil inspirasi untuk busana pria dan wanitanya dari dua orang terdekat, yakni sang suami, Mark Borthwick dan editor majalah 'Paper', Kim Hastreiter.
Koleksi terbarunya dipaksakan untuk keluar dari zona aman dengan sensitifitas lebih. Salah satu ide terbarunya mengangkat tekstur kain. Gaun sutra yang dicetak print yang diperbesar, hingga rajutan dan anyaman.
Adapula foto rak buku yang dijadikan motif gaun longgar. Di akhir acara, sang desainer menambahkan kepada style.com, " Jika Anda membuat benda
yang ingin dikenakan orang setiap hari, mereka tidak akan membuangnya".
Koleksi lengkap klik di sini.
(fer/hst)











































