Jerman Tersingkir dari Piala Dunia, Para WAGs Dituduh Jadi Penyebabnya
Kekalahan Jerman di Piala Dunia ikut menyeret WAGs (wives and girlfriends) timnas. Setelah tersingkir di awal, para istri dari pacar pemain disalahkan sebagai penyebabnya. Opini kontroversial tersebut diungkap legenda sepak bola Lothar Matthaus yang menilai bahwa mereka menggangu permainan pasangan.
Mantan kapten tim nasional itu membandingkan situasi saat ini dengan turnamen 1994 ketika ia dan tim tersingkir di perempat final oleh Bulgaria sebagai juara bertahan. Matthaus memimpin Jerman di kedua turnamen tersebut, yang merupakan dua dari lima Piala Dunia yang diikutinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Jerman tersingkir oleh Paraguay di babak 32 besar, Matthaus tampaknya ingin menggali lebih dalam mengapa hal itu bisa terjadi. Menurutnya, hal-hal di luar lapangan dapat mempengaruhi performa pemain.
"Meskipun ada banyak hal yang perlu diproses mengenai apa yang terjadi di lapangan, apa yang terjadi di luar lapangan juga perlu menjadi topik diskusi. Ada film dokumenter tentang topik ini pada tahun 94 dan menurutku kali ini tidak terlalu berbeda," katanya dilansir Dailystar.
Tiga dekade setelah pengalamannya mengalami kekecewaan Piala Dunia di Amerika Serikat, ia bingung dengan kehadiran para WAGs yang tampak memanfaatkan momen untuk liburan. "Aku benar-benar tidak tahu mengapa mereka harus ada di sana.
"Mereka (para pemain) bahkan belum berada di Amerika selama dua minggu, dan seluruh keluarga mereka sudah bersama mereka. Mereka bisa saja diterbangkan untuk perempat final ketika tim benar-benar telah mencapai sesuatu,"
Pria tersebut juga menduga terjadi banyak keresahan terkait perjalanan ke Amerika yang mempengaruhi mental pemain. "Aku tahu bahwa itu menjadi topik diskusi dan bahwa seorang pemain marah kepada pemain lain karena dia diizinkan membawa ibunya bersamanya. Yang lain diizinkan membawa istrinya, lalu anak-anak juga diizinkan terbang,"
"Fokusnya sama sekali bukan pada Piala Dunia, tetapi pada hari bebas ini untuk dihabiskan bersama keluarga dan hari bebas itu bersama keluarga," kata Lothar Matthaus.
(ami/ami)












































